10 Tanda Mertua Toxic


1. Gengsi mengakui kalau dirinya salah

Mertua toxic adalah sosok yang sulit untuk mengakui kesalahan yang dilakukannya. Mereka cenderung merasa bahwa apa pun yang mereka lakukan atau katakan adalah benar, dan tidak pernah meminta maaf. Bahkan jika mereka sudah mempermalukan mommies di depan umum, mereka tetap tidak menunjukkan rasa penyesalan. Sikap seperti ini membuat mommies merasa tidak dihargai dan tidak mendapatkan pengakuan atas perasaan dan pengalaman mereka.

Ketika mommies berusaha menyampaikan pendapat atau cerita mereka, mertua toxic tidak menghiraukannya. Mereka tidak mendengarkan dengan baik dan tidak menunjukkan bahwa mereka peduli dengan apa yang mommies katakan. Mereka hanya peduli dengan pendapat dan penilaian mereka sendiri. Bunda merasa tidak dihargai dan merasa bahwa apa yang mereka katakan tidak memiliki bobot di mata mertua toxic.

3. Menganggap mommies tidak layak di tengah keluarganya

Mertua toxic seringkali merasa bahwa mommies tidak layak untuk menjadi bagian dari keluarga mereka. Mereka tidak menghargai upaya dan usaha mommies untuk menjadi bagian yang aktif dan terlibat dalam keluarga besar mereka. Mertua toxic selalu mencari kesempatan untuk membuat mommies merasa tidak diinginkan dan tidak pantas menjadi bagian dari keluarga mereka. Hal ini dapat membuat mommies merasa terpinggirkan dan meragukan diri sendiri.

4. Ibu mertua mengharapkan mommies tunduk sepenuhnya kepada dia

Mertua toxic seringkali memiliki sifat dominan dan memaksakan kehendaknya kepada mommies. Mereka mengharapkan mommies untuk tunduk sepenuhnya kepada mereka dan melakukan segala sesuatu yang mereka perintahkan. Bunda tidak diberi ruang untuk memiliki pendapat dan keputusan sendiri, dan harus selalu menyenangkan mertua toxic. Sikap seperti ini membuat mommies merasa tidak memiliki otonomi dalam kehidupan mereka sendiri.

Baca Juga:  Kapan si Kecil Belajar Musik?

5. Ia akan merendahkan Anda kapan pun dia mau

Mertua toxic seringkali menggunakan kesempatan untuk merendahkan mommies. Mereka tidak peduli apakah apa yang mereka katakan adalah benar atau salah, yang penting bagi mereka adalah menghina dan merendahkan mommies. Hal ini dapat membuat mommies merasa tidak dihargai dan meragukan kemampuan dan keberhasilan mereka sebagai ibu dan istri. Momies merasa bahwa mereka selalu berada di bawah tekanan dan kritikan yang tidak adil.

6. Dia tidak akan menghormati Anda

Mertua toxic tidak menghormati mommies dalam segala hal. Mereka tidak menghargai pendapat dan keputusan mommies, dan seringkali mengkritik keterampilan mommies sebagai ibu dan istri. Mertua toxic juga seringkali mencampuri urusan pengasuhan anak dan mengkritik gaya pengasuhan mommies. Bunda merasa bahwa mereka tidak dihargai sebagai individu yang dewasa dan bertanggung jawab.

7. Dia akan melecehkan Anda secara emosional

Mertua toxic seringkali menggunakan kekuasaan emosional untuk mengintimidasi dan merendahkan mommies. Mereka mempermalukan, menyalahkan, dan mengintimidasi mommies secara emosional. Tujuannya adalah untuk membuat mommies merasa rendah diri dan tidak berdaya. Momies merasa bahwa mereka selalu hidup dalam ketakutan dan stres karena perlakuan mertua toxic.

8. Dia akan berpura-pura menjadi orang terbaik di dunia.

Mertua toxic seringkali berpura-pura menjadi orang yang baik dan penuh perhatian di depan orang lain. Mereka ingin mempertahankan citra positif di mata orang lain, terutama di mata anak-anak mereka. Mertua toxic akan berusaha untuk terlihat sebagai ibu yang penyayang dan dermawan, sehingga orang lain tidak akan curiga dengan perilaku toxic mereka. Bunda merasa bahwa mereka hidup dalam kepalsuan dan tidak mendapatkan dukungan yang sebenarnya.

Baca Juga:  Memahami Pentingnya Vitamin Anak untuk Otak

9. Sangat narsis.

Mertua toxic seringkali memiliki sifat narsisistik yang tinggi. Mereka selalu ingin mengontrol apa yang dilakukan orang lain dan memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap mommies. Mereka mengharapkan mommies dan orang lain untuk patuh pada aturan dan ketentuan yang mereka buat. Jika ada seseorang yang bertindak di luar peraturan yang mereka tetapkan, mereka akan marah dan melakukan tindakan yang kotor untuk menjatuhkan mommies. Mereka akan membuat cerita bohong tentang mommies agar orang-orang membenci dan menjauh dari mommies, termasuk suami mommies sendiri.

10. Dia akan berpura-pura peduli pada si menantu

Salah satu tanda mertua toxic yang paling menyakitkan adalah ketika mereka berpura-pura peduli pada mommies. Mereka akan berperilaku sangat ramah dan baik di depan mommies, membuat mommies merasa diterima dan dihargai dalam keluarga besar mereka. Namun, setelah mommies merasa nyaman dan yakin bahwa mereka memiliki hubungan yang baik dengan mertua toxic, mertua toxic akan menyerang mommies dengan cara yang paling menyakitkan. Mereka tidak pernah menganggap mommies sebagai bagian dari keluarga mereka dan selalu merencanakan cara untuk membuat mommies merasa tidak diinginkan dan dilecehkan.

Setelah mengetahui 10 tanda mertua toxic, mommies perlu memiliki strategi menghadapinya. Pertama-tama, mommies harus mengakui bahwa ada masalah dalam hubungan dengan mertua toxic dan berani menghadapinya. Bunda dapat membicarakan masalah ini dengan suami dan mencoba untuk membuka hati suami untuk menegur sang ibu. Jika mertua toxic bersedia, mommies dapat mencoba untuk membawa mereka ke sesi diskusi dengan seorang psikolog yang netral. Seorang psikolog dapat membantu menemukan jalan tengah dalam hubungan yang tidak sehat ini.

Selain itu, mommies juga perlu memperkuat diri sendiri. Bunda harus memiliki keyakinan diri dan percaya bahwa mereka tidak pantas diperlakukan dengan buruk oleh mertua toxic. Bunda harus menghormati dan menghargai diri sendiri, dan tidak membiarkan perlakuan toxic mertua menghancurkan kepercayaan diri dan kebahagiaan mommies. Bunda juga dapat mencari dukungan dari keluarga dan teman-teman yang dapat memberikan dorongan dan pemahaman dalam menghadapi situasi ini.

Baca Juga:  8 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kulit dan Kesehatan Tubuh Anak

Dalam menghadapi mertua toxic, mommies juga perlu mengatur batasan yang jelas. Bunda harus berani mengatakan “tidak” jika ada permintaan atau tekanan yang tidak sehat dari mertua toxic. Bunda harus menjaga privasi dan otonomi mereka, dan tidak membiarkan mertua toxic mencampuri urusan pribadi dan pengasuhan anak. Bunda juga perlu belajar untuk mengelola emosi mereka sendiri dan tidak terjebak dalam permainan emosional yang dilakukan oleh mertua toxic. Bunda harus tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi situasi ini.

Terakhir, mommies juga perlu mencari cara untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan dengan suami. Bunda dan suami harus saling mendukung dan berkomunikasi dengan baik dalam menghadapi masalah dengan mertua toxic. Mereka harus menjadi tim yang solid dan saling melindungi satu sama lain dari pengaruh negatif mertua toxic. Bunda dan suami dapat mencari bantuan dari konselor atau terapis pernikahan untuk membantu mereka mengatasi masalah ini.

Dalam menghadapi mertua toxic, mommies harus ingat bahwa mereka tidak sendirian. Banyak orang mengalami masalah dengan mertua toxic dan ada banyak sumber daya dan dukungan yang tersedia. Bunda harus tetap kuat dan teguh dalam melindungi diri mereka sendiri dan kebahagiaan keluarga mereka.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com