Tindik Bayi, Di Mana Dan Bagaimana?


Prosedur Tindik Telinga pada Bayi Perempuan: Keputusan dan Pertimbangan

Pertanyaan mengenai tindik telinga pada bayi perempuan seringkali menjadi dilema bagi para ibu yang baru memiliki anak perempuan. Sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah memasukkan tindik telinga dalam daftar hal-hal yang harus dilakukan saat memiliki anak perempuan. Bahkan, saya sendiri tidak tahu bagaimana telinga saya dulu ditindik, karena dianggap tidak penting. Saya bahkan sempat berpikir bahwa anak perempuan sudah memiliki lubang telinga sejak lahir, hahaha 😀

Namun, hal ini menjadi perhatian saya setelah memiliki bayi perempuan dan diingatkan oleh orang tua. Jika mengacu pada keinginan saya sendiri, saya akan membiarkan anak saya tidak ditindik telinganya. Menurut saya, tindik telinga tidaklah penting untuk menandakan bahwa dia seorang perempuan. Baik laki-laki maupun perempuan, tindik telinga atau mengenakan anting tidak memiliki hubungan dengan gender seseorang menurut pandangan kami. Namun, karena sudah menjadi kebiasaan dan juga ada permintaan dari orang tua yang telah membawa sepasang anting emas, apa yang harus dikhawatirkan? Jadi, telinganya ditindik saja, nak. Oh ya, dan menurut agama, tindik telinga pada perempuan diperbolehkan kok. Tidak ada anjuran atau larangan. Hukumnya boleh saja, sama seperti kita diperbolehkan menggunakan perhiasan.

Lalu, di mana sebaiknya melakukan tindik telinga? Menurut ibu saya, bisa dilakukan di toko emas. Di toko emas, pelayanan tindik telinga sudah umum dilakukan. Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa tindik telinga bisa dilakukan di rumah sakit atau oleh bidan. Mudah bukan? Namun, rasanya tidak begitu yakin jika melakukannya di toko emas, karena kebersihan tempatnya tidak bisa dipastikan (ini hanya asumsi saya saja). Sebenarnya, apa sebenarnya tindik telinga itu? Apakah termasuk tindakan medis? Bagian tubuh yang dilubangi tentu memiliki risiko infeksi dan lain-lain. Jadi, sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis. Jadi, ternyata saya harus mencari di Google, di mana bisa melakukan tindik telinga pada bayi.

Baca Juga:  Menyiapkan Kehamilan Setelah Lepas Kontrasepsi

Selanjutnya, bagaimana prosedur tindik telinga?

Secara umum, saya sudah tahu bahwa ada yang menggunakan jarum biasa dan ada juga yang menggunakan alat semacam “tembak”. Namun, pada zaman sekarang, apakah tindik telinga masih dilakukan secara manual dengan jarum? Ternyata, masih banyak yang melakukan tindik telinga dengan menusuk menggunakan jarum. Saya sudah mencoba di rumah sakit terdekat (RS Buah Hati), mereka menerima tindik telinga dengan jarum seperti itu. Demikian juga dengan dua bidan praktik yang saya datangi, mereka juga menggunakan jarum. Ternyata, tidak mudah menemukan tempat yang menggunakan alat khusus untuk tindik telinga.

Akhirnya, saya menemukan rumah sakit lain yang menggunakan alat khusus (professional ear piercing gun) untuk melakukan tindik telinga. Prosesnya lumayan cepat, tetapi lebih lama daripada proses imunisasi (tentu saja). Pertama-tama, kita diberi pilihan anting sementara. Dengan menggunakan alat tembak ini, anting tersebut menjadi “peluru”, sehingga saat ditembakkan, anting langsung masuk dan dipasang. Anting tersebut sudah diusap dengan alkohol untuk menjaga kebersihannya. Kemudian, telinga bayi ditandai dengan pulpen, menandakan titik mana yang akan ditembak. Setelah itu, dor! Hehehe… ada bunyi kecil yang membuat bayi kaget. Namun, sebenarnya tidak terlalu sakit, bahkan lebih sakit jika disuntik. Dan… selesai!

Oh ya, bayi saya sudah berumur 4 bulan saat ditindik telinganya. Menurut dokter, lebih baik jika bayi ditindik saat usianya sebulan, karena pada usia tersebut bayi masih diam dan tidak berontak. Karena alasan ini, beberapa rumah sakit mensyaratkan bahwa bayi yang akan ditindik telinganya tidak boleh lebih dari satu bulan.

Jadi, telinga Aishara (4 bulan) sudah ditindik dan diberi anting kecil. Nantinya, keputusan untuk menggunakan anting atau tidak, terserah dia, asalkan tidak meminta ditindik lagi, hehehe 😀

Baca Juga:  7 Tanda Pernikahan Memang Harus Berakhir

Dalam melakukan tindik telinga pada bayi perempuan, terdapat beberapa pertimbangan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, pastikan tempat yang melakukan tindik telinga memiliki kebersihan yang terjamin. Karena bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, risiko infeksi harus diminimalisir sebisa mungkin. Pilihlah tempat yang menggunakan alat khusus seperti professional ear piercing gun, yang dijamin steril dan higienis.

Kedua, pastikan bayi sudah mencapai usia yang direkomendasikan oleh dokter. Meskipun masih ada rumah sakit yang menerima tindik telinga pada bayi usia di atas satu bulan, sebaiknya dilakukan pada usia yang lebih muda, yaitu sekitar sebulan. Pada usia tersebut, bayi masih lebih tenang dan tidak terlalu aktif, sehingga proses tindik telinga dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Ketiga, pilihlah tempat yang memiliki tenaga medis yang terlatih dan berpengalaman dalam melakukan tindik telinga pada bayi. Tenaga medis yang berkompeten akan menjaga keamanan dan kenyamanan bayi selama proses tindik telinga berlangsung.

Keempat, pastikan anting yang digunakan setelah tindik telinga sudah bersih dan steril. Anting yang digunakan sebaiknya diusap dengan alkohol atau cairan antiseptik lainnya untuk membunuh bakteri dan menjaga kebersihannya. Hal ini sangat penting untuk mencegah infeksi pada telinga bayi.

Kelima, perhatikan perawatan setelah tindik telinga dilakukan. Setelah tindik telinga, telinga bayi perlu dirawat dengan baik agar proses penyembuhan berjalan lancar. Bersihkan telinga bayi dengan air dan sabun yang lembut, lalu keringkan dengan lembut menggunakan handuk bersih atau tisu. Hindari mengganti anting dalam waktu yang terlalu cepat, agar telinga bayi memiliki waktu yang cukup untuk sembuh.

Kesimpulannya, tindik telinga pada bayi perempuan adalah keputusan yang harus dipertimbangkan dengan matang oleh orang tua. Meskipun tindik telinga bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan, banyak orang tua yang memilih untuk melakukannya sebagai bagian dari tradisi atau budaya. Dalam melakukan tindik telinga, pastikan tempat yang melakukan memiliki kebersihan yang terjamin, bayi sudah mencapai usia yang direkomendasikan, tenaga medis yang melakukan tindik telinga berpengalaman, anting yang digunakan steril, dan perawatan setelah tindik telinga dilakukan dilakukan dengan baik. Semoga tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai prosedur tindik telinga pada bayi perempuan.

Baca Juga:  Review Series Emily in Paris, dari Perkembangan Karakter, Sampai Kisah Madeline, Si Lady Boss Panutan


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com