Bu, Ini 7 Jenis Ruam Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Bu, Ini 7 Jenis Ruam Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Ruam merupakan kondisi yang umum terjadi dialami oleh bayi. Cari tahu jenis ruam pada bayi beserta penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di sini!

7 Jenis Ruam pada Bayi

Ruam Popok

Jenis ruam popok pada bayi terjadi karena adanya gesekan antara popok dengan kulit. Ruam popok juga dapat terjadi akibat penggunaan popok yang terlalu ketat, infeksi bakteri, atau adanya penyakit kulit yang dialami si Kecil.

Ruam popok umumnya terjadi di area yang tertutup popok, seperti bokong, paha, dan selangkangan. Gejalanya berupa kulit kemerahan, lecet, dan terkadang terdapat bintik-bintik merah kecil yang terasa gatal. Agar ruam popok tidak semakin parah, Bunda perlu mengganti popok secara teratur, membersihkan area yang terkena ruam dengan air hangat dan sabun ringan, serta mengoleskan krim atau salep khusus ruam popok.

Eksim (dermatitis atopik)

Jika si Kecil memiliki kulit sensitif, maka ia akan rentan mengalami eksim. Pemicu eksim pada bayi bervariasi tergantung seberapa sensitif kulit si Kecil.

Eksim pada bayi ditandai dengan kulit yang kering, gatal, merah, dan bersisik. Ruam eksim umumnya muncul di area lipatan kulit, seperti siku, lutut, dan leher. Bunda dapat membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan obat yang sesuai untuk mengatasi ruam eksim.

Hives

Apabila pada kulit si Kecil muncul tonjolan pada permukaan tubuh dan terasa gatal bisa jadi itu adalah ruam hives. Ruam ini memiliki tonjolan berbentuk lingkaran dengan bagian tengah berwarna pucat dan bagian luarnya kemerahan.

Ruam hives muncul karena adanya reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, serbuk sari, atau gigitan serangga. Ruam ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika ruam hives tidak kunjung sembuh atau disertai gejala lain seperti sesak napas atau pembengkakan, segera bawa si Kecil ke dokter.

Ruam Susu

Banyak yang mengira bahwa ruam susu pada bayi biasanya disebabkan oleh ASI. Padahal, ruam di wajah bayi ini tidak ada kaitannya dengan kandungan ASI.

Ruam susu pada bayi sering kali muncul di area pipi, namun bisa menyebar ke area lain seperti leher, dada, dan punggung. Ruam susu disebabkan oleh alergi terhadap protein dalam susu sapi atau formula susu. Untuk mengatasi ruam susu, Bunda perlu menghindari pemberian makanan atau minuman yang mengandung susu sapi dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengganti susu yang sesuai untuk si Kecil.

Baca Juga:  6 Nutrisi di Dalam Makanan agar Anak Tumbuh Tinggi

Impetigo

Impetigo adalah jenis ruam pada bayi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ruam ini biasanya ditandai dengan lepuhan kecil yang berisi nanah, terutama di area wajah, tangan, dan kaki.

Infeksi impetigo umumnya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus atau streptococcus pyogenes yang masuk ke dalam luka atau goresan pada kulit si Kecil. Untuk mengatasi impetigo, dokter akan meresepkan antibiotik topikal atau oral untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

Miliaria

Ruam pada bayi selanjutnya adalah miliaria yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar keringat. Ruam ini biasanya muncul di area kulit yang berkeringat, seperti leher, dada, dan ketiak yang menyebabkan kulit terasa gatal dan perih.

Miliaria umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, Bunda dapat mengoleskan krim hidrokortison ringan untuk membantu meredakan rasa gatal pada si Kecil.

Jerawat bayi

Beberapa bayi mengalami jerawat di pipi dan hidungnya dalam tiga bulan pertama kehidupannya yang memicu munculnya ruam. Jerawat ini biasanya hilang tanpa pengobatan apa pun, biasanya dalam beberapa bulan.

Jika ingin lebih cepat hilang, Bunda bisa mencoba memberikan cream untuk ruam pipi bayi yang disebabkan oleh timbulnya jerawat. Namun, sebaiknya Bunda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengoleskan krim untuk meredakan gejala ruam pada bayi.

Penyebab Ruam pada Bayi

Kulit bayi yang masih tipis dan sensitif membuatnya lebih rentan terhadap ruam. Maka dari itu, Bunda perlu mengetahui penyebab ruam pada bayi berikut ini:

1. Kontak terlalu lama dengan urine dan feses di popok, sehingga memicu iritasi pada kulit si Kecil.
2. Terlalu sering mengalami gesekan, misalnya karena ukuran popok tidak sesuai.
3. Iritasi terhadap produk yang baru digunakan, seperti popok, sabun, bedak, detergen, atau bahan pelembut pakaian.
4. Bisa juga dipengaruhi oleh jenis makanan baru, yang mengakibatkan perubahan komposisi feses dan frekuensi buang air besar.
5. Si Kecil memiliki tipe kulit yang sensitif.
6. Si Kecil mengalami infeksi bakteri atau jamur yang terjadi karena kulitnya tertutup popok terlalu lama, sehingga jadi lembap dan hangat.
7. Biang keringat di lipatan kulit, seperti leher, ketiak, dan paha.

Baca Juga:  5 Kebiasaan untuk Mengoptimalkan Pertumbuhan Tulang si Kecil

Gejala Ruam pada Bayi

Gejala ruam pada bayi dapat bervariasi tergantung pada jenis ruamnya, tetapi beberapa gejala umum meliputi:

1. Kulit kemerahan atau bengkak.
2. Gatal atau nyeri.
3. Ruam berbentuk bintik-bintik atau lepuhan.
4. Ruam yang melebar ke bagian lain tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Banyak bayi mengalami ruam di hari atau minggu pertama kehidupannya saat kulitnya yang masih sensitif beradaptasi dengan lingkungan baru. Kebanyakan ruam pada tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Namun, jika si Kecil mengalami ruam yang justru bertambah parah setelah beberapa hari, sebaiknya periksakan si Kecil ke dokter. Bunda juga perlu membawa si Kecil ke dokter bila ruam disertai gejala lain, seperti demam, ruam berdarah, dan keluar cairan dari ruam tersebut.

Cara Mengatasi Ruam pada Bayi

Berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi kondisi ruam pada bayi:

1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah mengganti popok.
2. Ganti popok sesering mungkin setelah si Kecil buang air kecil atau besar.
3. Pastikan Bunda tidak memakaikan popok terlalu ketat untuk mengatasi ruam merah pada dubur bayi.
4. Bersihkan area yang terkena ruam dengan air hangat dan sabun lembut.
5. Hindari penggunaan sabun yang mengandung bahan kimia keras yang dapat mengiritasi kulit si Kecil.
6. Keringkan bagian tubuh yang mengalami ruam dengan lembut dan hindari menggosoknya.
7. Oleskan krim atau salep yang untuk melindungi kulit bayi.
8. Biarkan area yang terkena ruam terkena udara segar.
9. Berikan si Kecil baju yang tidak terlalu tebal untuk menghindarinya dari keringat yang bisa memperparah gejala ruam pada kulitnya.
10. Pastikan ruangan di mana si Kecil berada memiliki suhu yang nyaman.

Jika Bunda sudah melakukan perawatan dengan benar tetapi si Kecil tetap saja terkena ruam, cobalah untuk konsultasikan kondisi kulit si Kecil dengan dokter terpercaya untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Nutrisi untuk Bunda dan Bayi

Jangan lupa Bu, pastikan asupan nutrisi Bunda selalu terpenuhi untuk menjaga produksi dan kualitas ASI untuk si Kecil. Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya. Selain itu, Bunda juga perlu mengonsumsi makanan yang kaya protein, vitamin, dan mineral.

Baca Juga:  5 Treatment Mengencangkan Kulit Wajah untuk Usia 40-an

Selain dari makanan, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE) untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta 9 nutrisi penting lainnya seperti tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium, dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui.

Jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA.

Pantau Pertumbuhan dan Perkembangan Si Kecil

Hal yang tak kalah penting, Bunda juga bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan si Kecil dengan menggunakan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang dikembangkan berdasarkan grafik pertumbuhan WHO. Dengan fitur ini, Bunda dapat melihat apakah pertumbuhan si Kecil sesuai dengan standar yang ditetapkan dan mengambil tindakan jika ada masalah yang perlu diatasi.

Dapatkan Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai nutrisi yang tepat untuk Bunda dan bayi, Bunda juga bisa mengikuti konsultasi gratis dengan ahli gizi. Ahli gizi akan memberikan panduan dan saran yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi Bunda dan si Kecil.

Dengan mengetahui jenis ruam pada bayi dan cara mengatasinya, Bunda dapat memberikan perawatan yang tepat dan mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh si Kecil. Selalu perhatikan kondisi kulit si Kecil dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika ruam tidak kunjung sembuh atau ada gejala yang mengkhawatirkan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com