Tertarik pada SD Montessori? Ini Tips Memilih dan Informasi Biayanya


Montessori menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orangtua yang percaya bahwa metode Montessori adalah salah satu cara efektif dalam mendidik anak-anak mereka. Hal ini mengundang minat para orangtua untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah dasar Montessori. Namun, perlu diingat bahwa Montessori bukanlah sebuah kurikulum sekolah, tetapi lebih kepada “cara hidup” atau way of life. Metode Montessori melibatkan kehidupan sehari-hari anak secara keseluruhan, tidak hanya di dalam ruang kelas.

Hingga saat ini, preschool Montessori telah banyak ditemukan. Banyak orangtua yang mengakses kursus diploma Montessori untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dalam menghadapi anak-anak balita mereka di rumah. Mereka ingin memberikan pengalaman bermain yang lebih bermanfaat daripada sekedar bermain bebas biasa.

Metode Montessori mendukung anak-anak untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Metode ini mendorong anak-anak untuk memiliki pemikiran independen, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, metode ini juga mengembangkan empati dan tidak hanya fokus pada kemampuan intelektual, tetapi juga emosional anak. Anak-anak akan diajarkan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

Ruang belajar Montessori adalah ruang kelas yang bebas tetapi terstruktur. Anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan, tetapi juga diberikan batasan melalui aturan-aturan tertentu. Hal ini membantu anak-anak untuk mengatur diri sendiri. Mereka dapat memilih bahan-bahan belajar yang mereka inginkan, tetapi setiap bahan memiliki aturan-aturan yang harus mereka ikuti.

Namun, di Indonesia, metode Montessori kebanyakan hanya diterapkan hingga tingkat preschool (usia 3-6 tahun), padahal pengajaran berbasis Montessori di sekolah dasar bisa sangat menyenangkan. Anak-anak akan berada dalam satu kelas dan belajar bersama dengan kakak dan adik kelas mereka karena konsep kelas dengan kelompok usia yang berbeda-beda. Anak-anak kelas 1-3 akan belajar di dalam satu ruang kelas yang sama, begitu juga dengan kelas 4-6.

Baca Juga:  Posisi Tidur Ibu Hamil Trimester 3 yang Aman dan Nyaman

Meskipun demikian, tidak berarti sekolah dasar Montessori tidak ada di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut memang tidak sebanyak sekolah dasar dengan kurikulum lain yang lebih umum seperti kurikulum Cambridge misalnya.

Saat memilih sekolah dasar Montessori, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan bahwa guru dan kepala sekolah memiliki latar belakang pendidikan Montessori yang baik. Kedua, perhatikan kurikulum yang digunakan oleh sekolah tersebut. Apakah sekolah menerapkan kurikulum Montessori secara penuh atau bergabung dengan kurikulum nasional atau K13. Ketiga, perhatikan kondisi kelas. Apakah anak-anak diberikan kebebasan untuk berpendapat? Apakah mereka dihargai? Keempat, perhatikan ukuran kursi, wastafel, dan toilet. Apakah fasilitas tersebut disesuaikan dengan ukuran anak-anak? Kelima, perhatikan sistem penilaian sekolah. Sekolah Montessori biasanya tidak menggunakan sistem penilaian berbasis angka. Keenam, perhatikan komposisi kelas. Apakah sekolah menerapkan sistem mixed age group? Bagaimana pembagian kelompok usianya? Berapa perbandingan jumlah murid dan guru? Terakhir, perhatikan bahan-bahan belajar yang digunakan oleh sekolah. Apakah bahan-bahan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip Montessori? Seberapa sering bahan-bahan tersebut digunakan?

Di Jakarta, ada beberapa sekolah dasar Montessori yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Jakarta Montessori School yang terletak di Jalan Durian No.10, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah ini memiliki biaya pendaftaran sebesar Rp 15 juta dan biaya sekolah per tahun sebesar Rp 113 juta untuk kelas 1 dan Rp 116 juta untuk kelas 2.

Selain itu, ada juga Green Montessori School yang terletak di Jalan Duren Tiga Raya No.133, Pancoran, Jakarta Selatan. Sekolah ini memiliki biaya percobaan sebesar Rp 1,5 juta dan biaya pendaftaran sebesar Rp 75 juta. Biaya sekolah per 3 bulan adalah Rp 11,8 juta untuk kelas 1-3 dan Rp 13,9 juta untuk kelas 4-6. Biaya sekolah per tahun adalah Rp 4,5 juta untuk kelas 1-3 dan Rp 5 juta untuk kelas 4-6.

Baca Juga:  Fakta Pewarna Makanan Karmin, Terbuat dari Kutu dan Dilarang di Starbucks

Selanjutnya, ada SD Pascal Montessori yang terletak di Jalan Guntur No.14, Malabar, Bandung. Sekolah ini memiliki biaya pendaftaran sebesar Rp 30 juta dan biaya sekolah per bulan sebesar Rp 3,65 juta. Selain itu, ada juga biaya kegiatan tahun ajaran sebesar Rp 3,5 juta dan biaya pengembangan sebesar Rp 5 juta yang dibayar dua kali, yaitu di kelas 1 dan kelas 4.

Terakhir, ada Jogjakarta Montessori School yang terletak di Jalan Nglempong Sari No.12, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini dapat dihubungi melalui telepon di nomor (0274) 885888. Biaya pendaftaran adalah Rp 500 ribu, biaya pendaftaran sebesar Rp 26 juta, biaya sekolah per tahun sebesar Rp 5,2 juta, dan biaya sekolah per bulan sebesar Rp 1,9 juta.

Demikianlah informasi mengenai sekolah dasar Montessori beserta biayanya. Jika ada informasi lain mengenai sekolah Montessori, silakan tulis di kolom komentar!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com