Tahap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-3 Tahun

Tahap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-3 Tahun

Pada artikel ini, kita akan membahas tahap perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-3 tahun. Tahap ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak, karena melibatkan koordinasi gerakan otot besar di seluruh tubuh, terutama tangan dan kaki. Dalam tahap ini, anak-anak belajar berjalan, melompat, dan melakukan kegiatan fisik lainnya.

Usia 1 Tahun

Di usia 1 tahun, anak-anak mulai belajar berjalan. Beberapa anak mungkin sudah bisa berjalan sebelum menginjak usia 1 tahun, sementara yang lain masih membutuhkan bantuan atau berpegangan pada benda-benda di sekitarnya. Hal ini wajar, karena pada awal usia 1 tahun, anak-anak masih dalam proses belajar berjalan.

Selain belajar berjalan, anak-anak pada usia ini juga mulai belajar menaiki dan menuruni tangga dengan berpegangan pada satu tangan. Mereka juga mulai berjalan mundur dan bisa berlari. Mendekati usia 2 tahun, anak-anak sudah dapat menaiki tangga tanpa bantuan dengan satu atau dua kaki pada setiap anak tangga. Mereka juga sudah bisa melompat menggunakan dua kaki, meskipun belum terlalu terarah. Selain itu, anak-anak pada usia ini juga mulai bisa berlatih keseimbangan menggunakan posisi tandem stance.

Untuk merangsang perkembangan motorik kasar pada anak usia 1 tahun, Anda dapat rutin mengajak anak untuk belajar berjalan dengan cara ditetah atau memberikan benda-benda yang menarik minatnya agar ia semangat untuk belajar berjalan. Anda juga dapat mendampingi anak saat ia belajar menaiki dan menuruni tangga dengan mengawasinya dari belakang. Biarkan anak berpegangan pada pegangan tangga agar ia cepat terampil. Selain itu, Anda juga dapat mengajak anak untuk melompat di trampolin atau kasur, serta melatih keseimbangan dengan posisi tandem stance.

Baca Juga:  9 Benda di Rumah yang Wajib Dibersihkan Setiap Hari

Usia 2 Tahun

Pada usia 2 tahun, anak-anak mengalami perkembangan motorik kasar yang lebih lanjut. Mereka sudah dapat menuruni tangga tanpa bantuan menggunakan satu atau dua kaki pada setiap anak tangga. Mereka juga sudah bisa melompat dari anak tangga terakhir. Kekuatan kaki anak-anak pada usia ini semakin mantap, mereka bisa melompat-lompat dengan lancar, berjinjit, berlari kencang, berjalan mundur, serta memanjat meja, kursi, atau tempat tidur. Keseimbangan mereka juga semakin baik, sehingga mereka bisa berdiri dengan satu kaki.

Selain itu, pada usia 2 tahun, anak-anak juga mulai mengembangkan keterampilan tangan. Mereka sudah bisa melempar bola kecil sejauh 2 meter. Pada usia ini, Anda bisa mengajarkan anak mengayuh sepeda roda tiga untuk melatih kekuatan kaki dan koordinasi antara kaki dan tangan.

Untuk merangsang perkembangan motorik kasar pada anak usia 2 tahun, Anda dapat mengajak anak berlatih memanjat dan meniti balok sempit di playground. Anda juga dapat bermain lempar tangkap bola, melatih melompat di tempat datar dan melompat dari tempat yang agak tinggi, serta rutin belajar mengayuh sepeda roda tiga.

Usia 3 Tahun

Pada usia 3 tahun, anak-anak memiliki kemampuan motorik kasar yang semakin baik. Kaki dan tangan mereka semakin kuat, dan keseimbangan mereka pun semakin baik. Mereka sudah bisa berdiri pada tumit dengan posisi tangan di samping tanpa kehilangan keseimbangan. Mereka juga bisa melompat dengan satu kaki dan berdiri dengan satu kaki selama 5 detik.

Selain itu, pada usia 3 tahun, anak-anak sudah bisa melempar bola sejauh 3 meter dan menangkap bola besar. Mereka juga sudah bisa mengendarai sepeda roda tiga dengan baik.

Untuk merangsang perkembangan motorik kasar pada anak usia 3 tahun, Anda dapat bermain lempar tangkap bola besar, berjalan meniti papan kecil untuk melatih keseimbangan, melatih keseimbangan dengan bermain otopet, serta berlomba untuk bisa berdiri dengan satu kaki.

Baca Juga:  Bolehkah MPASI Mengandung Gula dan Garam? Ini Faktanya

Tahapan-tahapan yang disebutkan di atas hanyalah acuan normal perkembangan motorik kasar pada anak. Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, dan ada yang mungkin mengalami perkembangan motorik kasar yang lebih cepat atau lebih lambat dari tahapan yang disebutkan di atas. Jadi, jika anak Anda belum menguasai salah satu atau dua tahapan tersebut, jangan panik. Yang terpenting adalah memberikan stimulasi dan semangat kepada anak untuk terus belajar. Ingatlah untuk tidak memaksanya, karena jika Anda memaksa anak untuk cepat bisa, ia justru akan malas berlatih.

Selain stimulasi fisik, nutrisi juga penting untuk perkembangan motorik kasar anak. Asupan 9AAE dan DHA sangatlah penting untuk perkembangan otak anak. Jika anak kekurangan 9AAE, DHA dan nutrisi lainnya tidak dapat diantarkan ke tujuan masing-masing, yaitu ke dalam sel-sel tubuh. Oleh karena itu, pastikan anak Anda mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan motorik kasarnya.

Demikianlah pembahasan mengenai tahap perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-3 tahun. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dalam memahami tumbuh kembang anak dan memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com