Penyebab Berat Badan Lahir Rendah dan Cara Perawatannya

Penyebab Berat Badan Lahir Rendah

1. Bayi terlahir secara prematur dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
Bayi yang terlahir prematur memiliki risiko tinggi untuk memiliki berat badan lahir rendah. Hal ini disebabkan karena janin belum sempat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal di dalam kandungan. Bayi prematur umumnya memiliki berat badan yang lebih rendah dan tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang terlahir pada usia kehamilan yang cukup.

2. Bayi mengalami intrauterine growth restriction.
Intrauterine growth restriction (IUGR) adalah kondisi di mana bayi mengalami pertumbuhan yang terbatas di dalam kandungan. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan pada plasenta, yang mengakibatkan janin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Akibatnya, bayi dapat memiliki berat badan lahir rendah.

3. Bunda mengalami malnutrisi.
Kekurangan asupan nutrisi selama kehamilan dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Jika ibu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, bayi dapat mengalami kekurangan nutrisi sehingga berat badannya menjadi rendah.

4. Bunda mengonsumsi minuman beralkohol atau NAPZA.
Konsumsi minuman beralkohol atau NAPZA (Narkoba, Alkohol, dan Psikotropika) selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai masalah pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Alkohol dan zat-zat berbahaya dalam NAPZA dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin, sehingga berat badannya menjadi rendah.

5. Usia ibu yang terlalu muda.
Bunda yang hamil pada usia yang terlalu muda, yaitu di bawah 15 tahun, memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini karena tubuh ibu yang masih dalam masa pertumbuhan belum sepenuhnya siap untuk mengandung dan melahirkan bayi.

Baca Juga:  Tabel Tumbuh Kembang Anak yang Ideal Menurut WHO

6. Bayi kembar.
Bayi kembar memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki berat badan lahir rendah. Hal ini disebabkan oleh ruang yang terbatas di dalam rahim, yang membuat pertumbuhan dan perkembangan bayi kembar terhambat.

7. Adanya komplikasi selama kehamilan.
Beberapa komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia (tekanan darah tinggi pada ibu hamil), dapat menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.

8. Kondisi emosional ibu selama kehamilan.
Stres yang berlebihan pada ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Hormon kortisol yang dilepaskan oleh tubuh saat stres dapat mempengaruhi suplai nutrisi dan oksigen ke janin, sehingga berat badannya menjadi rendah.

Komplikasi Berat Badan Lahir Rendah

Bayi dengan berat badan lahir rendah dapat mengalami berbagai komplikasi, di antaranya:

1. Keterlambatan perkembangan organ tubuh.
Bayi dengan berat badan lahir rendah dapat mengalami keterlambatan perkembangan organ tubuh, seperti paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan bayi sulit bernapas dan rentan terhadap infeksi.

2. Masalah gastrointestinal.
Bayi dengan berat badan lahir rendah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah pada saluran pencernaan, seperti necrotizing enterocolitis (NEC). NEC adalah kondisi di mana jaringan usus bayi mengalami kerusakan dan peradangan, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.

3. Masalah pernapasan.
Bayi dengan berat badan lahir rendah umumnya memiliki paru-paru yang belum sepenuhnya matang. Hal ini membuat mereka rentan terhadap masalah pernapasan, seperti sindrom gangguan pernapasan pada bayi (Respiratory Distress Syndrome/RDS).

4. Masalah neurologis.
Bayi dengan berat badan lahir rendah juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah neurologis, seperti pendarahan di otak. Hal ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak dan masalah neurologis lainnya.

Baca Juga:  Kenali Sindrom Baby Blues Sebelum dan Sesudah Melahirkan

5. Kematian mendadak.
Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kematian mendadak (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS). SIDS adalah kondisi di mana bayi tiba-tiba meninggal tanpa penyebab yang jelas.

Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah

Perawatan bayi dengan berat badan lahir rendah bergantung pada kondisi kesehatan bayi, usia kehamilan, dan respon bayi terhadap pengobatan tertentu. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk bayi berat badan lahir rendah adalah:

1. Pemberian ASI eksklusif.
Dokter sangat menganjurkan pemberian ASI eksklusif pada bayi berat badan lahir rendah. ASI diketahui memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta dapat membantu meningkatkan berat badan bayi.

2. Perawatan di rumah sakit.
Bayi berat badan lahir rendah umumnya akan membutuhkan perawatan di rumah sakit setelah kelahirannya. Perawatan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kesehatan bayi, usia kehamilan, dan respon bayi terhadap pengobatan tertentu.

3. Perawatan di ruang perawatan intensif neonatal (NICU).
Beberapa bayi berat badan lahir rendah dengan komplikasi tertentu mungkin memerlukan perawatan di ruang perawatan intensif neonatal (NICU). Di NICU, bayi akan mendapatkan perawatan khusus, seperti suhu ruangan yang terkontrol, pemberian susu melalui alat khusus, dan pengawasan medis yang intensif.

4. Tumbuh kembang bayi.
Bayi berat badan lahir rendah tanpa komplikasi umumnya akan dapat mengejar pertumbuhannya yang tertinggal seiring berjalannya waktu. Namun, mereka tetap berisiko mengalami perkembangan mental yang terlambat, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes saat tumbuh dewasa.

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi berat badan lahir rendah, penting bagi ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kualitas ASI. Bunda perlu mendapatkan energi dan nutrisi tambahan selama menyusui, serta memastikan bahwa ASI yang diberikan kepada bayi kaya akan nutrisi yang dibutuhkan. Bunda juga dapat mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung nutrisi penting, seperti DHA, asam amino esensial, zat besi, dan vitamin C, untuk mendukung produksi ASI dan kesehatan ibu serta bayi.

Baca Juga:  Boja Farm, Glamping Sekaligus Hidup Lebih Sehat Tapi Enak

Jadi, itu dia beberapa penyebab berat badan lahir rendah dan cara perawatannya. Penting bagi ibu untuk menjaga kesehatan selama kehamilan dan memberikan perawatan yang baik untuk bayi berat badan lahir rendah. Dengan perhatian dan perawatan yang adekuat, bayi tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com