6 Cara Menyapih Anak yang Efektif dan Nyaman

Cara Menyapih Anak yang Efektif dan Nyaman

Menyapih anak merupakan hal yang perlu Bunda perhatikan saat si Kecil sudah mulai harus lepas dari ASI. Ini karena menyapih merupakan salah satu “tugas” Bunda dan Ayah sebagai cara mendukung perkembangan si Kecil setelah ia sudah mengenal ASI dan makanan padat. Namun sayangnya, cara menyapih anak terkadang tidak semudah yang kita pikirkan ya, Bu?

Dalam prosesnya, Bunda pasti menemui berbagai tantangan yang mungkin dapat menguras kesabaran dan perasaan Bunda karena tidak tega melihat si Kecil ketika harus berhenti menyusu ASI. Akan tetapi, Bunda tidak perlu khawatir karena sebenarnya ada beberapa cara menyapih anak yang bisa dilakukan secara perlahan.

Jika Bunda berencana untuk mulai menyapih si Kecil dalam waktu dekat, sebaiknya pahami dulu bagaimana cara anak lepas ASI yang paling efektif agar proses ini bisa nyaman bagi Bunda maupun si Kecil. Yuk, mari simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini!

Apa itu Menyapih?

Sebelum mengetahui cara menyapih anak, alangkah lebih baiknya jika Bunda mengetahui dulu konsep dari proses menyapih itu sendiri. Menyapih adalah waktu saat anak sudah mulai belajar mengonsumsi makanan padat seutuhnya tanpa tambahan ASI lagi.Idealnya, sebagian besar bayi telah mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir atau dikenal dengan istilah inisiasi menyusu dini (IMD). Menurut WHO, pemberian ASI eksklusif sebaiknya diberikan kepada bayi sejak lahir sampai usianya kurang lebih 6 bulan. Setelah usianya 6 bulan ke atas, ia tetap perlu mendapatkan ASI dengan dilengkapi asupan nutrisi dari Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Namun, tidak semua Bunda dapat memberikan ASI kepada buah hatinya karena satu dan lain hal. Jika kondisi ini dialami oleh Bunda, sebaiknya tidak perlu khawatir ya. Sebab, saat ini sudah ada susu yang diformulasikan khusus bayi sehingga asupan nutrisinya tetap terpenuhi dan si Kecil tumbuh lebih prima. Bunda bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk pemilihan susu yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan si Kecil.

Baca Juga:  Panduan Berat Badan Ideal Balita Menurut WHO

Jika masih mendapatkan ASI, maka pemberiannya bisa Bunda teruskan sampai si Kecil berusia 2 tahun. Dalam prosesnya ini, penting bagi Bunda untuk mulai mencari tahu mengenai cara menyapih anak yang efektif agar saat waktunya tiba, Bunda bisa semakin siap untuk menjalaninya.

Setelah si Kecil sudah berusia 2 tahun, maka saatnya Bunda untuk melakukan beberapa cara menyapih anak dengan penuh kasih sayang dan kenyamanan. Penasaran apa saja caranya? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Cara Menyapih Anak yang Efektif

Ketika di awal, mungkin Bunda akan tidak tega untuk menyapih si Kecil. Namun, Bunda tetap harus melakukannya mengingat lebih banyak manfaat yang akan diperoleh si Kecil. Berikut ini beberapa cara menyapih anak yang bisa Bunda lakukan dengan efektif, antara lain:

Komunikasi jadi salah satu kunci menyapih
Walaupun saat baru mulai menyapih, usia anak masih tergolong kecil, tetapi penting bagi Bunda untuk memberikan pengertian kepada perubahan dari cara ia mengonsumsi susu.

Cara menyapih anak ini bisa Bunda lakukan dengan menjelaskan kepada si Kecil secara perlahan, katakan bahwa ketika usianya sudah 2 tahun, saatnya ia untuk mengganti susu dari ASI menjadi susu yang lebih enak dan bergizi.

Selain itu, jelaskan juga bahwa di usia tersebut sudah tidak baik untuk mengonsumsi ASI. Bunda juga dapat memberikan contoh kepadanya bahwa anak yang sudah besar tidak perlu lagi menyusu dari ASI Bundanya. Pastikan untuk menjelaskan hal tersebut tanpa memaksa atau keras sehingga si Kecil dapat belajar menerima dengan baik.

Ubah kebiasaan makan
Cara menyapih anak selanjutnya yaitu mengubah kebiasaan makan, terutama saat pagi hari. Biasanya setelah bangun tidur, sebagian anak akan mencari Bunda untuk langsung menyusu ASI. Nah, kebiasaan seperti itu sebaiknya sudah dikurangi sebelum memasuki masa menyapih supaya si Kecil terbiasa.

Akan lebih baik jika setelah bangun tidur, Bunda langsung menyiapkan menu sarapan lezat dan padat nutrisi yang bisa si Kecil konsumsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar si Kecil tidak kelaparan sekaligus sebagai cara menyapih anak yang efektif.

Baca Juga:  Ibu Harus Tahu: Manfaat dan Langkah Pijat Laktasi di Rumah

Tawarkan minum susu di gelas
Cara menyapih anak yang tak kalah penting yaitu membiasakan si Kecil untuk meminum susu menggunakan gelas. Cara ini memang cukup menantang karena si Kecil terbiasa langsung menyusu ASI.

Maka dari itu, Bunda perlu melakukan cara menyapih anak ini secara perlahan, bisa dimulai dengan menyuapi susu di gelas menggunakan sendok lalu setelah itu perlahan mengajarkan cara minum langsung dari gelas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, berilah si Kecil pengertian bahwa anak yang sudah besar sebaiknya minum susu di gelas.

Persingkat waktu menyusui ASI
Cara menyapih anak yang satu ini berkaitan dengan poin sebelumnya ya, Bu. Bunda mungkin bisa mulai membatasi durasi si Kecil menyusu langsung di payudara sebagai salah satu cara menyapih anak yang efektif. Sebagai contoh, jika biasanya si Kecil menyusu selama 10 menit. Bunda bisa mempersingkat waktunya menjadi 5 menit saja.

Alihkan perhatian anak saat ingin menyusu ASI
Seperti yang telah disebutkan, cara anak lepas ASI itu memang tidak mudah, terkadang ada berbagai tantangan yang akan Bunda temui, salah satunya saat si Kecil tetap berusaha untuk meminta ASI dan menjadi rewel.

Ubah rutinitas sebelum tidur
Cara menyapih anak ini membutuhkan kesabaran, sehingga Bunda bisa meminta dukungan dan bantuan dari suami untuk saling bekerjasama dalam meyakinkan si Kecil untuk mulai berhenti menyusui ASI secara perlahan.

Cara Adaptasi ASI ke Susu Formula

Kebanyakan Bunda akan memberikan susu formula kepada si Kecil sebagai pengganti ASI setelah disapih. Namun, tidak semua anak akan langsung menerima atau menyukai susu formula lantaran komposisi keduanya sangatlah berbedaBukanlah hal yang mudah untuk membuat si Kecil bisa langsung lepas dari ASI ya, Bu. Dibutuhkan peran Bunda dan Ayah agar cara anak lepas dari ASI dan beralih ke susu formula di atas bisa berhasil.

Baca Juga:  Mengetahui Penyebab dan Cara Mencegah Keguguran

Pada awal masa transisi dari ASI ke susu formula, sebaiknya Bunda tidak langsung membuat si Kecil minum susu formula dalam waktu sehari penuh karena ASI memiliki susunan mikroba yang berbeda dengan susu formula. Jadi, akan ada beberapa perubahan yang dialami oleh si Kecil seperti tinja yang mengalami perubahan warna dan tekstur.

Hari ke 1-3: Sajikan 2 gelas susu ASI dan 1 gelas susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+
Hari ke 4-6: Sajikan 2 gelas susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dan 1 gelas ASI
Hari ke-7 dan seterusnya: Sajikan hanya susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+
Apabila si Kecil sering gumoh ketika minum susu formula, ada baiknya Bunda mengonsultasikan takaran dan teknik yang tepat dalam mengombinasikan susu formula dan ASI dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Mengapa 9AAE harus dipenuhi secara lengkap? Karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, Bu. Jadi, nutrisi ini harus didapatkan dari makanan berprotein tinggi dan harus dikonsumsi secara rutin setiap hari. 9 Asam Amino Esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin.

Nah, dalam masa tumbuh kembang, sebaiknya si Kecil mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. Namun, pastikan Bunda mencukupi asupan protein hewani si Kecil secara optimal dibandingkan protein nabati.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com