Pengalaman Operasi Amandel Dewasa


Operasi amandel dewasa memang tidak biasa dilakukan, namun dalam kasus saya, operasi amandel dewasa menjadi pilihan terbaik setelah melalui berbagai pertimbangan. Sejak kecil, amandel saya sering mengalami radang yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dari radang tenggorokan berulang, alergi debu, hingga masalah pada kondisi dingin. Setiap kali saya mengunjungi dokter, mereka selalu menyarankan untuk melakukan operasi amandel karena amandel saya justru melemahkan daya tahan tubuh. Amandel seharusnya menjadi sistem imun pada anak-anak di bawah usia 12 tahun, namun pada orang dewasa, amandel dapat menjadi sarang virus yang berbahaya.

Setelah bertahun-tahun berjuang dengan flu dan radang tenggorokan yang sering kambuh, saya akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi amandel dewasa. Saya membuat janji dengan Dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, seorang spesialis THT di RS Asri Siloam Duren Tiga. Sebelum operasi dilakukan, saya menjalani beberapa tes seperti tes darah dan rontgen paru. Hasil tes ini kemudian dikonsultasikan dengan dokter anestesi dan spesialis penyakit dalam. Setelah semua hasil tes dinyatakan baik, saya diminta untuk berpuasa selama 6 jam sebelum operasi yang dijadwalkan pada hari Sabtu pagi.

Operasi amandel dewasa saya berlangsung selama dua jam. Selain mengangkat amandel, saya juga menjalani operasi reduksi konka. Konka adalah bagian dalam hidung yang berfungsi untuk menyesuaikan suhu dan menyaring udara. Sayangnya, konka sebelah kanan saya lebih besar dari yang kiri sehingga sering menyebabkan hidung tersumbat. Setelah operasi selesai, saya butuh waktu dua jam untuk sadar dan membuka mata. Suster segera menghampiri dan memberi saya minum melalui sedotan. Menariknya, dalam operasi amandel dewasa, kita tidak perlu menunggu kentut sebelum boleh minum seperti operasi lainnya.

Baca Juga:  Gaji ART dan Pengasuh di Masa Pandemi

Pada minum pertama setelah operasi, saya merasakan sedikit perih di tenggorokan, namun tidak ada kesulitan dalam menelannya. Perih tersebut dapat ditoleransi dan saya langsung bisa minum dari gelas begitu sampai di kamar. Menurut dokter, sakit pasca operasi amandel pada orang dewasa akan lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Namun, bagi saya, rasa sakitnya hanya selevel dengan radang tenggorokan biasa.

Proses penyembuhan setelah operasi amandel dewasa cukup cepat. Rasa luka di tenggorokan hilang setelah beberapa jam sehingga saya bisa minum dengan lancar. Yang tersisa hanyalah rasa pegal di bagian belakang mulut dan sariawan di beberapa titik lidah. Namun, yang cukup menyiksa adalah infus yang harus dipasang setelah operasi. Obat-obatan yang diberikan melalui infus membuat tenggorokan tidak terasa terlalu sakit. Dalam satu waktu pemberian obat, saya diberi empat macam obat yang harus diminum dua hingga tiga kali sehari. Salah satu obat yang disuntikkan melalui infus membuat mulut terasa pahit, namun yang paling sakit adalah obat penahan rasa sakit yang harus diminum melalui botol infus kecil. Prosesnya cukup lama dan obatnya terasa kental saat masuk ke dalam darah, menyebabkan tangan saya terasa mati rasa.

Selama pasca operasi amandel, saya harus menghabiskan dua tabung obat setiap harinya. Proses ini cukup menyiksa dan saya merasa ingin pulang sejak hari kedua. Menurut dokter, seharusnya saya menginap di rumah sakit selama satu hari lagi, namun saya memutuskan untuk pulang karena ingin tidur tanpa infus dan juga karena orang tua saya harus kembali ke Bandung. Saat ini, saya masih dalam proses penyembuhan pada hari ketiga pasca operasi. Hidung masih sedikit berdarah saat mengeluarkan ingus dan tubuh saya belum sepenuhnya pulih. Obat-obatan yang saya konsumsi juga membuat saya merasa sangat ngantuk, sehingga kegiatan saya terbatas hanya pada makan, minum obat, dan tidur.

Baca Juga:  14 Tips Parenting untuk Anak Usia 6-8 Tahun

Tentu saja, setiap operasi memiliki biaya yang harus dikeluarkan. Operasi amandel dewasa yang saya jalani di RS Asri Siloam Duren Tiga memakan biaya sebesar 33 juta rupiah. Namun, saya sangat bersyukur karena biaya tersebut dicover oleh asuransi kantor suami saya. Kami hanya perlu membayar biaya administrasi sebesar 51 ribu rupiah. Biaya operasi amandel dewasa memang bervariasi, seperti yang dikisahkan oleh teman kerja saya yang baru saja menjalani operasi dengan biaya 19 juta rupiah. Meski demikian, dia merasakan sakit yang lebih lama dibandingkan dengan saya. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasi amandel dewasa tidak hanya mempengaruhi keuangan, tetapi juga tingkat kenyamanan dan pemulihan pasca operasi.

Saya berharap agar proses pemulihan saya berjalan dengan cepat dan saya dapat segera kembali ke kantor. Operasi amandel dewasa memang bukan pengalaman yang menyenangkan, namun saya yakin bahwa ini adalah keputusan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Dengan amandel yang telah diangkat, saya berharap dapat menghindari masalah kesehatan yang sering saya alami sebelumnya. Operasi amandel dewasa adalah langkah yang penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup saya.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com