Hobi mengungkit kesalahan masa lalu pasangan dengan tujuan agar kesalahan yang sama tidak akan terulang lagi, itu salah besar. Ini cara menghadapinya.
Bukan rahasia lagi bahwa kita semua pernah membuat kesalahan. Kita menyesal, move on, dan berupaya memperbaiki kualitas diri. Sayangnya, bibir mungkin memaafkan, tetapi hati beda cerita. Seseorang memilih untuk terus mengingatkan kita tentang kesalahan yang pernah kita lakukan, berulang-ulang kali. Dengan harapan luka hati akan terobati. Padahal kebiasaan mengungkit masa lalu ini bisa membahayakan sebuah hubungan. Jika pasangan Anda hobi mengungkit kesalahan masa lalu Anda, coba lakukan beberapa cara ini.
8 cara menghadapi pasangan yang hobi mengungkit kesalahan masa lalu
Jangan meminta maaf lagi
Tidak perlu lagi bilang Anda menyesali kesalahan di masa lalu jika Anda telah meminta maaf dan mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan itu. Terus menerus meminta maaf hanya membuat pasangan tahu dirinya berhasil membuat Anda tersudut. Dengan catatan, Anda memang jangan mengulangin kesalahan yang sama.
Jangan biarkan bahasan melebar kemana-mana
Jika saat terjadi adu argumen pasangan Anda mencoba membawa kembali kesalahan Anda di masa lalu ke dalam pertengkaran saat ini, alihkan, kembalikan ke masa sekarang. Fokus pada apa pun yang awalnya menyebabkan kalian berdua bertengkar. Coba katakan: “Bukan itu masalah yang sedang kita bicarakan sekarang. Mari fokus ke masalah yang sekarang.”
Sepakati waktu terpisah untuk membicarakan luka lama
Jika pasangan kelihatanya kekeuh membicarakan dosa-dosa lama Anda saat itu juga, ingatkan dia bahwa Anda mau membicarakannya tapi di lain waktu, bukan sekarang karena ada masalah saat ini yang harus diselesaikan.
Akui perasaannya
Jika pasangan terus mengungkit luka masa lalu, kemungkinan besar dia masih belum bisa memaafkan dengan tulus. Jadi, penting bagi Anda untuk mengatakan dan melakukan hal-hal yang memvalidasi perasaan itu.
Katakan sesuatu seperti, “Saya tahu kamu masih marah dan terluka dan saya paham, tetapi kita sedang mendiskusikan masalah yang berbeda.”
Jangan bilang, “Kita kan sudah sepakat masalah itu sudah selesai. Kenapa kamu masih ungkit-ungkit terus?” Well, Anda mungkin sudah selesai, tapi bukan berarti pasangan Anda sudah baik-baik saja.
Cari solusinya bersama-sama
Kalian berdua harus bekerja sebagai tim untuk menemukan solusi agar hubungan kalian dapat kembali ke posisi yang sehat, seperti yang kalian berdua harapkan. Jadi ingat, kalian berdua VS masalah, bukan Anda VS pasangan Anda.
Berhenti selalu ingin menang
Argumentasi dalam suatu hubungan tidak melulu buruk. Adu argumen dapat membantu kalian menemukan akar masalahnya dan mencari solusinya. Argumentasi juga memungkinkan kalian untuk tumbuh bersama dan lebih memahami satu sama lain. Berhentilah mencoba untuk “memenangkan” argumen dengan membahas luka yang dulu. Argumen dapat dimanfaatkan untuk membuat hubungan menjadi lebih baik atau bisa lebih buruk. Dan dengan menyeret-nyeret masa lalu, kemungkinan besar hubungan kalian malah akan memburuk.
Ingatkan diri Anda, dia adalah seseorang yang Anda cintai
Sulit untuk tidak terpancing emosi, mengabaikan amarah saat konflik terjadi. Tetapi Anda harus ingat bahwa pasangan bukanlah musuh; dia adalah seseorang yang Anda cintai. Mungkin sulit untuk nggak terpancing, tetapi usahakan mengingat fakta bahwa Anda mencintai orang yang karena pernah terluka, ia dengan emosi mengungkit kesalahan Anda.
Pertimbangkan cara Anda akan memberi respon
Selama pertengkaran berlangsung, ada kecenderungan untuk bertindak dulu dan mikir belakangan. Anda mungkin mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak Anda maksudkan hanya karena Anda tidak memberi diri waktu untuk berpikir. Ketika itu terjadi, jangan buru-buru menanggapi sesuatu yang dikatakan pasangan. Tetap tenang, diam, dan tata pikiran dan ucapan. Biarkan pasangan bicara dan dengarkan dengan cermat sebelum mengungkapkan perasaan dan pandangan Anda.
Menghadapi pasangan yang hobi mengungkit kesalahan masa lalu
Menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan mengungkit kesalahan masa lalu dapat menjadi tantangan yang sulit. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hubungan dan menyebabkan ketegangan yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar bagaimana menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan ini dengan bijak dan efektif.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghentikan siklus tersebut. Jangan meminta maaf lagi jika Anda sudah melakukannya sebelumnya. Terus menerus meminta maaf hanya akan membuat pasangan merasa kuat dan berkuasa. Namun, ingatlah juga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Selanjutnya, jangan biarkan bahasan melebar kemana-mana. Jika pasangan mencoba membawa kembali kesalahan masa lalu ke dalam pertengkaran saat ini, alihkan pembicaraan kembali ke masalah yang sedang dihadapi saat ini. Fokus pada masalah yang sedang dibahas dan hindari membicarakan hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu.
Jika pasangan terus mengungkit luka masa lalu, akui perasaannya. Katakan bahwa Anda memahami perasaannya dan bahwa Anda sedang mencoba untuk membahas masalah yang berbeda. Jangan menyalahkan pasangan karena masih merasa terluka, tetapi cobalah untuk lebih memahami perasaannya.
Selain itu, cari solusinya bersama-sama. Jangan melihat pasangan sebagai musuh, tetapi sebagai tim yang bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah. Ingatlah bahwa Anda berdua memiliki tujuan yang sama, yaitu memperbaiki kualitas hubungan. Dengan bekerja sama, Anda dapat menemukan solusi yang baik bagi kedua belah pihak.
Selanjutnya, berhentilah selalu ingin menang dalam argumen. Ingatlah bahwa argumen dapat menjadi kesempatan untuk tumbuh bersama dan memahami satu sama lain. Jangan menggunakan argumen sebagai kesempatan untuk membahas luka masa lalu. Ingatlah bahwa tujuan argumen adalah untuk mencari solusi, bukan untuk menciptakan masalah baru.
Ingatkan diri Anda bahwa pasangan adalah seseorang yang Anda cintai. Meskipun sulit untuk mengendalikan emosi saat terjadi konflik, cobalah untuk mengingat bahwa pasangan adalah orang yang Anda cintai. Ingatlah bahwa pasangan juga pernah terluka dan mengungkit kesalahan Anda karena emosi yang dirasakan.
Terakhir, pertimbangkan cara Anda akan memberi respon. Jangan terburu-buru menanggapi apa yang dikatakan pasangan. Diam dan dengarkan dengan cermat sebelum mengungkapkan perasaan dan pandangan Anda. Jangan mengatakan hal-hal yang tidak Anda maksudkan karena emosi yang sedang melanda. Berikan diri Anda waktu untuk berpikir sebelum memberikan respon.
Menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan mengungkit kesalahan masa lalu memang tidak mudah. Namun, dengan mengikuti beberapa cara di atas, kita dapat belajar bagaimana menghadapi pasangan dengan bijak dan efektif. Ingatlah bahwa hubungan yang sehat adalah hubungan yang didasarkan pada saling pengertian dan komunikasi yang baik.
Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com