Oven Tangkring VS Oven Listrik


Oven adalah salah satu perabot rumah tangga yang penting bagi mereka yang ingin belajar membuat kue. Meskipun ada beberapa jenis kue yang bisa dibuat dengan cara dikukus atau dimasak dengan double sided pan seperti Happy Call, namun metode memanggang dengan menggunakan oven masih menjadi pilihan utama dalam banyak resep kue. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilih oven yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Pertama kali saya belajar memasak dan membuat kue, saya merasa bingung dengan banyaknya pilihan jenis oven yang ada di pasaran. Ada oven kompor atau yang biasa disebut oven tangkring, oven listrik, dan oven gas. Karena terbatasnya dana yang saya miliki, saya akhirnya memutuskan untuk membeli oven tangkring. Harganya pun terjangkau, tidak sampai 200 ribu rupiah saat itu. Saya membeli oven tangkring di daerah Cawang, Jakarta Timur, di mana banyak pedagang peralatan masak berbahan seng.

Meskipun menggunakan oven tangkring, saya berhasil membuat berbagai jenis makanan. Mulai dari kue ulang tahun, cheesecake, cookies, berbagai macam kue, hingga ayam panggang. Karena saya belajar memasak secara otodidak, saya juga belajar mengenali oven tangkring dengan cara yang sama. Saya mempelajarinya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Namun, baru-baru ini saya memutuskan untuk membeli sebuah oven listrik. Alasannya sederhana, ART (Asisten Rumah Tangga) saya sedang pulang, jadi saya malas mengangkat-angkat oven tangkring hanya untuk membuat kue. Oven listrik ini jauh lebih praktis dan bersih dibandingkan dengan oven tangkring. Tidak memerlukan usaha ekstra untuk menggunakannya. Cukup colokkan ke steker listrik dan gunakan sesuai kebutuhan.

Jika dibandingkan secara detail, ada beberapa perbedaan antara oven tangkring dan oven listrik. Pertama, oven tangkring lebih merepotkan dibandingkan dengan oven listrik. Sebelum memasak, kita harus mengangkat oven tangkring ke atas kompor terlebih dahulu. Agar posisi oven tangkring stabil, saya biasa mengganjalnya dengan tiga batu bata di sekeliling tungku. Ada juga yang menjual alat pengganjal khusus untuk oven tangkring di pasar.

Baca Juga:  Glowing Triangle: Posisi Bercinta Untuk yang Ingin Segera Punya Momongan

Sementara itu, oven listrik tidak memerlukan usaha ekstra. Cukup colokkan ke steker listrik dan gunakan sesuai kebutuhan. Tidak ada lagi hal yang merepotkan seperti mengganjal oven atau mengangkatnya ke atas kompor.

Perbedaan kedua adalah mengenai pengaturan suhu. Oven tangkring tidak memiliki termometer, sehingga kita harus menerka-nerka suhu yang tepat. Beberapa orang yang menggunakan oven tangkring mengatasi masalah ini dengan membeli termometer oven yang dijual di toko bahan kue.

Saat saya masih menggunakan oven tangkring, saya tidak menggunakan termometer. Saya mengandalkan insting dan perasaan saya untuk menentukan suhu yang tepat untuk makanan yang sedang saya buat. Jika terlihat suhu terlalu tinggi, saya akan mengurangi api. Begitu juga sebaliknya. Menurut para pakar memasak, oven tangkring cocok untuk para baker pemula karena dapat melatih insting dan keterampilan memasak mereka.

Perbedaan ketiga adalah bahwa oven tangkring rata-rata tidak memiliki api atas. Beberapa merek oven tangkring memiliki ceruk di bagian atas untuk meletakkan arang agar ada api atas. Hal ini membuat sulit untuk membuat kue lapis legit jika menggunakan oven tangkring.

Selain itu, oven tangkring juga lebih hemat energi dibandingkan oven listrik. Oven tangkring menggunakan api kompor, baik itu kompor gas atau minyak tanah. Sementara itu, oven listrik menggunakan listrik dengan kebutuhan daya rata-rata di atas 400 watt. Saat itu adalah pertimbangan saya saat membeli oven tangkring karena saya khawatir akan terjadi pemadaman listrik saat saya membuat kue.

Namun, setelah saya membeli oven listrik kapasitas kecil, merek Cosmos jenis CO-980, tagihan listrik di rumah saya tidak meningkat secara drastis seperti yang saya bayangkan. Jadi, tidak ada masalah dengan penggunaan oven listrik ini.

Baca Juga:  Yuk, Ajak si Kecil Belajar Merawat Tanaman! Ini Manfaatnya

Berbagai perbedaan di atas adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam menggunakan oven tangkring dan oven listrik. Menurut saya, penting untuk belajar memasak dan membuat kue dengan menggunakan oven tangkring setidaknya sekali. Mengapa? Karena oven tangkring dapat membantu mengasah insting dan keterampilan memasak kita.

Saya melihat ini seperti belajar mengemudi menggunakan mobil. Semua orang yang belajar mengemudi harus belajar dengan mobil manual terlebih dahulu, bukan? Karena belajar dengan mobil manual terasa lebih sulit dan berat dibandingkan belajar dengan mobil matic. Namun, semua orang yang bisa mengemudikan mobil manual, pasti bisa mengemudikan mobil matic. Begitu juga dengan oven tangkring. Belajar menggunakan oven tangkring akan membantu kita dalam mengasah insting dan keterampilan memasak kita.

Tentunya, ketika menggunakan oven listrik, kita juga perlu beradaptasi. Namun, proses adaptasi ini lebih cepat karena saya sudah pernah menggunakan oven tangkring yang lebih rumit. Jadi, tidaklah sulit untuk menggunakan oven listrik.

Bagi mereka yang ingin belajar memasak dan membuat kue, silakan pilih apakah ingin menggunakan oven tangkring, oven listrik, atau bahkan oven gas. Yang penting, jika ingin yang praktis dan bersih tanpa repot, pilihlah oven listrik. Sementara itu, jika ingin yang lebih murah namun sedikit lebih repot namun dapat mengasah insting memasak, pilihlah oven tangkring. Selamat memilih oven yang sesuai dengan kebutuhan dan selamat memasak!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com