Memahami Persaingan Si Kembar

Memahami Persaingan Si Kembar

Siapa yang tidak gemas melihat sepasang bayi kembar? Bayi satu saja sudah sangat menggemaskan, bagaimana jika dikali dua? Kehadiran anak kembar memang selalu menarik perhatian banyak orang, termasuk saya sendiri. Saya sangat ingin memiliki anak kembar!

Namun, tidak semua orang menyadari bahwa anak kembar seringkali mengalami persaingan yang cukup serius. Mungkin sebagian ibu berpikir bahwa anak kembar cenderung lebih akur, seperti yang saya pikirkan dulu. Ternyata, anggapan tersebut tidak selalu benar. Anak kembar memiliki tantangan dan perjuangan tersendiri dalam mendapatkan perhatian dari orang tua, terutama dari ibu dan ayah mereka.

Saya ingin berbagi cerita tentang beberapa teman saya yang memiliki anak kembar. Salah satunya adalah Bunda Dila, teman saya saat kuliah dulu. Bunda Dila memiliki dua anak kembar laki-laki yang bernama Rafi dan Dion. Mereka berusia 5 tahun dan selalu bertengkar tentang segala hal. Mulai dari meributkan mangkuk yang lebih besar, sisi mobil yang harus diduduki, hingga siapa yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu, Bunda Tary, tetangga saya, juga mengalami hal serupa. Bunda Tary memiliki dua anak kembar perempuan yang baru berusia 2 tahun. Mereka selalu dibandingkan satu sama lain, baik oleh orang lain maupun oleh lingkungan sekitar. Orang lain sering membanding-bandingkan mereka dalam hal kepribadian, prestasi di sekolah, kecantikan, dan lain sebagainya.

Memang sulit untuk menghindari perbandingan ini, terutama di luar rumah. Orang lain terbiasa melakukan perbandingan secara reflek, tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat memicu persaingan antara anak kembar. Akibatnya, anak kembar seringkali merasa harus saling bersaing untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang tua.

Namun, sebagai orang tua, kita dapat melakukan beberapa trik untuk mengatasi persaingan si kembar. Berikut ini adalah beberapa trik yang dapat Anda coba:

Baca Juga:  Daftar Tempat Wisata Gratis di Jakarta Selatan, Bisa Ajak Keluarga Liburan Hemat

1. Berhenti Membandingkan Si Kembar

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah berhenti membandingkan si kembar. Meskipun sulit untuk menghindari perbandingan di luar rumah, kita dapat menerapkan cara-cara berikut di rumah. Misalnya, ketika ada orang lain yang membanding-bandingkan si kembar, kita dapat mengajak mereka berbicara secara pribadi dan menjelaskan bahwa setiap anak kembar memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing. Dengan cara ini, kita dapat menenangkan mereka dan menghindari terjadinya keributan di dalam keluarga.

Selain itu, kita juga perlu mengubah cara kita dalam memberikan pujian kepada anak. Hindari menggunakan perbandingan dalam memuji anak, misalnya “Kamu lebih pintar daripada si kembar.” Sebaliknya, kita dapat menggunakan pendekatan yang lebih positif, seperti “Kamu sangat pintar dalam hal ini.” Dengan cara ini, kita tidak hanya menghindari perbandingan, tetapi juga memberikan rasa percaya diri yang sejati kepada anak.

2. Pendekatan Individual

Selanjutnya, kita perlu menyadari bahwa anak kembar adalah individu yang unik dan istimewa. Meskipun mereka terlahir bersamaan, mereka memiliki keunikan dan minat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita perlu memberikan waktu khusus bagi mereka untuk mengeksplorasi diri masing-masing.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan rutinitas baru bersama si kembar secara individu. Misalnya, sebelum tidur, kita dapat mengajak si kembar berbicara tentang perasaan dan pikiran mereka. Kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membuat mereka mengapresiasi diri sendiri dan saudara kembarnya. Dengan cara ini, kita dapat membantu mereka memahami bahwa mereka memiliki nilai dan keistimewaan masing-masing.

3. Menjadi Keluarga Suportif

Persaingan si kembar juga dapat dikurangi dengan membangun keluarga yang suportif. Kita perlu mengajarkan kepada si kembar tentang pentingnya saling berbagi dan saling menguatkan. Misalnya, kita dapat meminta si kembar untuk saling memeluk ketika salah satu dari mereka sedang sedih. Atau kita dapat mengajarkan mereka untuk saling berbagi makanan atau mainan dengan adil. Dengan cara ini, kita dapat membantu mereka memahami bahwa kebahagiaan mereka tidak tergantung pada siapa yang lebih baik atau lebih unggul, tetapi pada bagaimana mereka saling mendukung dan peduli satu sama lain.

Baca Juga:  Tips Olahraga untuk Ibu Hamil

Selain itu, sebagai orang tua, kita juga perlu menghindari membedakan perlakuan terhadap si kembar berdasarkan urutan kelahiran. Misalnya, saat merayakan ulang tahun, kita dapat memberikan kesempatan pada si kembar yang biasanya mendapatkan kesempatan kedua untuk mendapatkan kesempatan pertama. Dengan cara ini, kita dapat membangun rasa adil dan kesetaraan di antara mereka.

Memiliki anak kembar memang memiliki tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun, dengan menerapkan trik-trik di atas, kita dapat membantu mengurangi persaingan si kembar dan menciptakan lingkungan yang harmonis di dalam keluarga. Penting bagi kita untuk melihat si kembar sebagai individu yang setara dan unik, serta menikmati keunikan dan keceriaan yang mereka hadirkan dalam hidup kita.

Selamat mencoba mengatasi persaingan si kembar dan menjadikan mereka lebih akur!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com