[10 Manfaat] Jangka Pendek & Panjang ASI untuk Bayi

Manfaat ASI bagi bayi sangatlah penting dan tidak bisa diremehkan. Pemerintah pun terus menggalakkan gerakan menyusui bayi dengan ASI selama 6 bulan pertama hingga 2 tahun. Hal ini dikarenakan ASI memiliki banyak manfaat kesehatan dan tumbuh kembang pada bayi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Heading 2)
Manfaat pertama dari pemberian ASI adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, sehingga sangat rentan terserang penyakit. Namun, ASI mengandung zat antibodi yang dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi. Zat antibodi ini akan membentuk kekebalan tubuh yang bermanfaat untuk menangkal virus dan bakteri penyebab penyakit. Dengan demikian, pemberian ASI dapat memperkecil risiko bayi terserang penyakit seperti meningitis, infeksi saluran pernapasan, diare, konstipasi, infeksi telinga, asma, diabetes tipe 2, hingga alergi. (300 kata)

2. Menurunkan Risiko Penyakit Infeksi (Heading 2)
Manfaat ASI berikutnya adalah dapat menurunkan risiko penyakit infeksi pada bayi. Dalam jangka pendek, pemberian ASI telah terbukti berpengaruh terhadap kesehatan bayi dengan cara menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki risiko yang lebih rendah dan jarang mengalami diare, infeksi saluran napas, infeksi telinga, infeksi otak, infeksi saluran kemih, maupun infeksi saluran cerna. Hal ini dikarenakan ASI mengandung zat-zat yang dapat melawan infeksi dan menjaga kesehatan bayi. (300 kata)

3. Menjaga Tekanan Darah dan Kadar Kolesterol (Heading 2)
Selain manfaat jangka pendek, pemberian ASI juga memiliki efek jangka panjang terhadap kesehatan bayi di masa dewasa. Bayi yang mendapatkan ASI pada masa bayi memiliki tekanan darah rata-rata dan kadar kolesterol yang lebih rendah ketika dewasa. Hal ini berarti risiko obesitas dan penyakit seperti stroke, hipertensi, dan penyakit jantung pun menjadi lebih kecil saat bayi dewasa nanti. Penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian ASI selama 2 tahun atau lebih dapat memberikan manfaat jangka panjang ini. (300 kata)

Baca Juga:  Atasi Mual Kehamilan dengan 5 Makanan Ini

4. Menjaga Berat Badan (Heading 2)
Bayi yang mendapatkan ASI juga memiliki risiko lebih rendah mengalami kelebihan berat badan, obesitas, dan diabetes tipe 2. Obesitas lebih banyak ditemukan pada anak usia 5-6 tahun yang pada masa bayinya tidak pernah mendapatkan ASI. Semakin lama ASI diberikan, semakin kecil kemungkinan anak mengalami obesitas. Jika anak terhindar dari obesitas, maka ia juga akan lebih aman dari berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, diabetes tipe 2, kanker, sleep apnea, batu empedu, dan osteoartritis. (300 kata)

5. Berpengaruh Terhadap IQ (Heading 2)
Pemberian ASI juga memiliki manfaat jangka panjang terhadap perkembangan intelektual bayi. Bayi yang mendapatkan ASI memiliki nilai tes kecerdasan yang lebih tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI memiliki pengaruh besar terhadap nilai IQ pada usia dewasa. Semakin lama pemberian ASI, semakin tinggi kemungkinan peningkatan nilai IQ. Hal ini berarti pemberian ASI dapat berpengaruh pada tingkat kecerdasan bayi. (300 kata)

6. Memperkuat Tulang Bayi (Heading 2)
ASI juga memiliki manfaat untuk memperkuat tulang bayi. Bayi yang mendapatkan ASI selama tiga bulan atau lebih memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang kurang mendapatkan ASI atau bahkan tidak mendapatkan ASI sama sekali. Hal ini akan mendukung proses tumbuh kembang bayi, seperti belajar duduk, merangkak, dan berjalan. Tulang yang kuat juga akan menghindarkan bayi dari berbagai penyakit tulang seperti rakitis, osteoporosis, dan infeksi tulang. (300 kata)

7. Mengurangi Risiko SIDS (Heading 2)
ASI dapat mengurangi risiko Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS) saat bayi tidur. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI secara eksklusif selama minimal dua bulan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena SIDS. Namun, perlu diingat bahwa Bunda juga perlu menghindarkan bayi dari faktor-faktor penyebab SIDS lainnya, seperti tidur miring, tidur telungkup, berbagi tempat tidur, suhu panas, dan perlengkapan tidur yang tidak aman. (300 kata)

Baca Juga:  Pentingnya Fungsi Enzim Pencernaan Bagi Anak

8. Mencukupi Kebutuhan Cairan (Heading 2)
ASI merupakan sumber cairan yang sangat penting bagi bayi. Sebanyak 87,5% kandungan ASI adalah air. Oleh karena itu, bayi tidak membutuhkan air atau makanan lain selama periode ASI eksklusif 6 bulan, karena ASI sudah memberikan cukup cairan bagi tubuh bayi. Bahkan di cuaca panas sekalipun, ASI tetap dapat mencukupi kebutuhan cairan bayi. Namun, kondisi ini dapat berbeda jika bayi mengalami kondisi medis tertentu yang mengharuskannya minum obat. (300 kata)

9. Mencukupi Kebutuhan Kolesterol (Heading 2)
ASI juga membantu mencukupi kebutuhan kolesterol yang dibutuhkan oleh bayi. Kolesterol diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang yang optimal pada bayi. ASI mengandung cukup banyak kolesterol yang berperan sebagai penyusun dan menjaga kestabilan dinding sel, menjaga fungsi otak, membentuk hormon seks, menghasilkan garam empedu, dan membantu penyerapan lemak di dalam usus. Kolesterol juga penting dalam pembentukan vitamin D. (300 kata)

10. Memperlancar Metabolisme Tubuh (Heading 2)
ASI mengandung karnitin yang bermanfaat untuk pembentukan energi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Energi ini berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang terluka, seperti saat bayi mengalami lecet, kecelakaan, atau trauma pada tubuh. Energi juga membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Oleh karena itu, pemberian ASI secara eksklusif dapat memperlancar metabolisme tubuh bayi. (300 kata)

Wah, ternyata manfaat ASI sangatlah banyak dan penting bagi bayi. Pemberian ASI tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi juga membantu memperkuat daya tahan tubuh, menurunkan risiko penyakit infeksi, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, menjaga berat badan, berpengaruh terhadap IQ, memperkuat tulang, mengurangi risiko SIDS, mencukupi kebutuhan cairan dan kolesterol, serta memperlancar metabolisme tubuh. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama hingga 2 tahun. Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para ibu dan calon ibu. (2000 kata)

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com