Lakukan 4 Hal Ini Saat si Kecil Digigit Hewan Peliharaan

Lakukan 4 Hal Ini Saat si Kecil Digigit Hewan Peliharaan

Ingin si Kecil punya anjing sebagai hewan peliharaan, tetapi takut berisiko. Tak perlu khawatir, lakukan beberapa cara ini ketika anak digigit anjing!

Si Kecil di rumah suka sekali melihat anjing yang lucu. Oleh sebab itu, ia kerap meminta seekor anjing peliharaan yang bisa ia rawat sendiri. Namun, saya sempat merasakan khawatir untuk memiliki hewan peliharaan, Bu. Ditambah lagi, sempat ada berita soal seorang anak digigit anjing hingga tewas. Saya jadi bertanya-tanya, apakah hewan peliharaan satu ini aman untuk si Kecil? Untuk itu, saya pun mencari sejumlah informasi berikut ini.

Kenali Naluri Binatang

Pertama-tama, Bunda harus paham bahwa peliharaan, baik anjing, kucing, atau pun hewan melata, punya naluri binatang yang tidak bisa hilang. Saat merasa dalam bahaya, hewan akan menyerang, meskipun itu pemiliknya. Menurut data Centers for Disease Control, Amerika Serikat, sekitar 2,3 juta anak di AS digigit anjing setiap tahunnya. Beberapa di antaranya mengalami infeksi dan cedera serius sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.

Apa yang Harus Dilakukan Bila Terlanjur Digigit?

Bunda tentu tak ingin si Kecil mengalami kecelakaan seperti digigit anjing. Namun, apabila terlanjur terjadi, Bunda bisa melakukan beberapa hal ini.

Hentikan pendarahan. Anjing memiliki gigi tajam yang kuat, sehingga mampu mengoyak dan merusak jaringan kulit dengan mudah saat menggigit. Akibatnya, si Kecil akan mengalami pendarahan. Oleh sebab itu, Bunda harus menghentikan pendarahannya terlebih dulu. Gunakan handuk bersih untuk menekan bagian luka supaya pendarahan berkurang hingga berhenti.

Segera bersihkan luka. Setelah pendarahan berhenti, segera bersihkan luka si Kecil dengan air bersih mengalir, lalu balut dengan perban. Hindari mendiamkan luka terlalu lama tanpa dibersihkan karena gigitan hewan bisa membawa bakteri dan menimbulkan infeksi.

Baca Juga:  Pentingnya Cek Darah Pra Kehamilan

Beri cairan antibiotik untuk mencegah infeksi. Gunakan antibiotik setiap mengganti perban selama beberapa hari sekali. Selain itu, selalu gunakan perban yang steril untuk menutup luka si Kecil ya, Bu.Hubungi Dokter. Saat luka bekas gigitan terasa sangat sakit dan pendarahan tak kunjung berhenti, bisa jadi luka si Kecil lebih dalam dari yang terlihat. Segera hubungi dokter untuk mencegah risiko lainnya.Suntik rabies. Setelah luka terbuka diatasi, berikan pencegahan dari dalam agar si Kecil tidak terjangkit rabies. Salah satu cara mencegah rabies adalah memberikan suntik rabies sesuai petunjuk dokter.

Hal yang paling pentik ketika anak digigit anjing, Bunda harus tetap tenang agar bisa segera memberikan pertolongan. Semoga informasi ini bisa membantu Bunda yang ingin mempunyai anjing sebagai peliharaan di rumah, ya.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Bunda perhatikan ketika si Kecil memiliki hewan peliharaan, terutama anjing. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk menjaga keselamatan si Kecil saat berinteraksi dengan anjing.

1. Ajarkan Si Kecil untuk Tidak Mengganggu Anjing
Anjing memiliki batas kesabaran yang berbeda-beda. Beberapa anjing mungkin tidak suka diganggu atau dipegang terlalu keras oleh anak kecil. Oleh sebab itu, ajarkan si Kecil untuk selalu menghormati dan tidak mengganggu anjing saat sedang makan, tidur, atau sedang dalam kondisi yang sensitif.

2. Pantau Interaksi Si Kecil dengan Anjing
Selalu pantau interaksi antara si Kecil dan anjing peliharaan. Jangan biarkan si Kecil bermain sendirian dengan anjing tanpa pengawasan. Pastikan selalu ada orang dewasa yang mengawasi saat si Kecil berinteraksi dengan anjing untuk menghindari terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan “Apa Alasan Berhenti dari Perusahaan Sebelumnya?” Saat Wawancara Kerja

3. Ajarkan Si Kecil untuk Menghormati Batas Privasi Anjing
Anjing juga memiliki batas privasi seperti manusia. Ajarkan si Kecil untuk menghormati batas privasi anjing. Misalnya, jika anjing sedang tidur atau beristirahat, ajarkan si Kecil untuk tidak mengganggunya. Hal ini penting untuk menjaga kesejahteraan dan kesehatan anjing serta menghindari kemungkinan terjadinya gigitan atau cedera.

4. Kenalkan Si Kecil dengan Kode Bahasa Tubuh Anjing
Anjing berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh. Ajarkan si Kecil untuk mengenali tanda-tanda bahasa tubuh anjing yang menunjukkan bahwa anjing tidak nyaman atau marah. Contohnya, jika anjing mengangkat ekornya tegak dan mengepalkan cakarnya, itu bisa menjadi tanda bahwa anjing sedang tidak senang dan lebih baik dijauhi.

Dengan mengajarkan si Kecil untuk mengenali kode bahasa tubuh anjing, Bunda dapat membantu mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Selain empat hal di atas, Bunda juga perlu memilih anjing peliharaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan keluarga. Pilihlah anjing yang ramah, bersahabat, dan memiliki riwayat yang baik dalam berinteraksi dengan anak-anak. Selain itu, lakukan pendekatan yang baik saat memperkenalkan anjing kepada si Kecil. Berikan waktu yang cukup bagi si Kecil dan anjing untuk saling mengenal dan membangun hubungan yang baik.

Dalam menjaga keselamatan si Kecil saat berinteraksi dengan hewan peliharaan, komunikasi dan pengawasan yang baik merupakan kunci utama. Selalu berikan pengawasan saat si Kecil bermain dengan anjing dan ajarkan si Kecil untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membuat anjing marah atau tidak nyaman.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Bunda dapat menjaga keselamatan si Kecil saat berinteraksi dengan hewan peliharaan, terutama anjing. Jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti anak digigit anjing, segera lakukan langkah-langkah pertolongan pertama yang sudah dijelaskan sebelumnya dan segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Baca Juga:  Ingin Coba Senam Ibu Hamil? Perhatikan Hal Ini Dulu Yuk, Bu!

Keselamatan dan kesejahteraan si Kecil adalah prioritas utama. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga komunikasi yang baik antara si Kecil dan hewan peliharaan, Bunda dapat menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi si Kecil dan hewan peliharaan di rumah.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com