Jadwal Imunisasi dan Vaksin Bayi, Catat Yuk, Bu!

Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Menurut IDAI

Imunisasi dan vaksin bayi merupakan langkah yang penting dalam menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh mereka. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi anak sebaiknya dimulai sejak usia 0 hingga 18 tahun. Jadwal imunisasi ini dibuat berdasarkan usia anak dan jenis vaksin yang diberikan. Dengan mengikuti jadwal imunisasi yang benar, kita dapat memastikan bahwa bayi kita mendapatkan perlindungan yang optimal terhadap berbagai penyakit dan infeksi.

Berikut ini adalah jadwal imunisasi anak usia 0-18 tahun menurut IDAI:

1. Vaksin Hepatitis B (HB)
– Dosis Pertama: Diberikan pada saat bayi lahir atau dalam waktu 12 jam setelah lahir.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 1 bulan.
– Dosis Ketiga: Diberikan pada usia 6 bulan.

Penting untuk diketahui bahwa vaksin HB pertama harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Selain itu, jika bayi lahir dari ibu yang terinfeksi Hepatitis B, maka bayi tersebut juga perlu menerima imunoglobulin hepatitis B (HBIg).

2. Vaksin Polio
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 2 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 4 bulan.
– Dosis Ketiga: Diberikan pada usia 6 bulan.
– Dosis Booster: Diberikan pada usia 18 bulan hingga 5 tahun.

Vaksin polio dapat diberikan dalam bentuk oral polio vaccine (OPV) atau inactivated polio vaccine (IPV). Pemberian vaksin polio ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

3. Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)
– Dosis Pertama: Diberikan pada saat bayi lahir atau usia 2 bulan.

Vaksin BCG bertujuan untuk melindungi anak dari tuberkulosis (TB) dan harus diberikan sebelum usia 3 bulan. Jika bayi diberikan vaksin BCG setelah usia 3 bulan, maka perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Sariawan Pada Anak Usia 4-5 Tahun

4. Vaksin DPT (Difteri, Pertussis, Tetanus)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 2 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 4 bulan.
– Dosis Ketiga: Diberikan pada usia 6 bulan.
– Dosis Booster: Diberikan pada usia 18 bulan hingga 6 tahun.

Vaksin DPT bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertussis (batuk rejan), dan tetanus. Vaksin ini dapat diberikan dalam bentuk DPTw (whole-cell pertussis), DPTa (acellular pertussis), atau kombinasi dengan vaksin lain.

5. Vaksin Polio Campak Rubella (PCR)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 9 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 18 bulan hingga 6 tahun.

Vaksin PCR merupakan kombinasi antara vaksin polio, campak, dan rubella. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit polio, campak, dan rubella.

6. Vaksin Hepatitis A (HA)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 12 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama.

Vaksin HA bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit hepatitis A yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

7. Vaksin Influenza
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 6 bulan.
– Dosis Berikutnya: Diberikan setiap tahun.

Vaksin influenza bertujuan untuk melindungi anak dari flu yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

8. Vaksin Pneumokokus
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 2 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 4 bulan.
– Dosis Ketiga: Diberikan pada usia 6 bulan.
– Dosis Booster: Diberikan pada usia 12-15 bulan.

Vaksin pneumokokus bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru, otak, dan infeksi lainnya.

9. Vaksin Rotavirus
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 2 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 4 bulan.

Baca Juga:  Demam Tinggi? Hati-hati Demam Berdarah!

Vaksin rotavirus bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan diare berat pada bayi dan anak-anak.

10. Vaksin Varisela (Varicella)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 12 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 4-6 tahun.

Vaksin varisela bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit cacar air yang dapat menyebabkan ruam berbintik-bintik pada kulit.

11. Vaksin Human Papillomavirus (HPV)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 9-14 tahun.
– Dosis Kedua: Diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Vaksin HPV bertujuan untuk melindungi anak perempuan dari infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

12. Vaksin Japanese Encephalitis (JE)
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 9 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan 12-24 bulan setelah dosis pertama.

Vaksin JE bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit ensefalitis Jepang yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

13. Vaksin Typhoid
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 2 tahun.
– Dosis Kedua: Diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Vaksin typhoid bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

14. Vaksin Rabies
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 1 tahun.
– Dosis Kedua: Diberikan 1 tahun setelah dosis pertama.

Vaksin rabies bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit rabies yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi.

15. Vaksin Meningitis
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 9 bulan.
– Dosis Kedua: Diberikan pada usia 12 bulan.

Vaksin meningitis bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi bakteri meningitis yang dapat menyebabkan radang pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.

16. Vaksin Dengue
– Dosis Pertama: Diberikan pada usia 9-16 tahun.
– Dosis Kedua: Diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Baca Juga:  Hamil 2 Bulan, Ini Hal yang Perlu Ibu Perhatikan

Vaksin dengue bertujuan untuk melindungi anak dari infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah.

Itulah jadwal imunisasi anak usia 0-18 tahun menurut IDAI. Penting untuk diingat bahwa jadwal imunisasi ini dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi dan rekomendasi dari dokter anak. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk mendapatkan jadwal imunisasi yang sesuai dengan anak Anda.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com