3 Jenis Perkembangan Bayi 1 Bulan yang Perlu Diketahui

3 Jenis Perkembangan Bayi 1 Bulan yang Perlu Diketahui

Meski baru lahir ada banyak perkembangan bayi 1 bulan yang bisa ditunjukkan si Kecil. Supaya bisa terpantau dengan baik, penuhi dulu informasi di setiap tahapan perkembangannya di sini.

Perkembangan Bayi 1 Bulan ke 2 Bulan
Berikut ini adalah perkembangan bayi 1 bulan ke 2 bulan yang perlu Bunda ketahui:

Pertumbuhan Fisik Bayi 1 Bulan
Merupakan hal yang normal jika berat badan bayi akan turun di minggu pertama kelahirannya karena saat di dalam rahim ia hidup di dalam cairan. Pada saat lahir, ia pun membawa banyak cairan ekstra yang akan hilang secara perlahan dalam beberapa hari setelah ia lahir.

Hal inilah yang menyebabkan berat badannya turun. Jadi, Bunda tak perlu mengkhawatirkan bila si Kecil terlihat lebih kecil daripada saat ia lahir.

Penyebab lain turunnya berat badan bayi baru lahir adalah ia sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kapasitas lambungnya pun masih sangat kecil sehingga ia belum bisa minum ASI dalam jumlah banyak.

Melansir What to Expect, biasanya penurunan berat badan ini hanya berlangsung selama 5 hari pertama kehidupannya dan akan kembali naik secara perlahan.

Namun, penurunan berat badan ini juga memiliki batas normal, Bu. Untuk bayi ASI akan mengalami penurunan sebanyak 7-10%, sedangkan bayi dengan susu tambahan mengalami penurunan sebanyak 5%.

Jika melebihi batas tersebut, tentunya perkembangan bayi 1 bulan ini menjadi tidak normal dan Bunda perlu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak.

Perkembangan Motorik Bayi 1 Bulan
Perkembangan bayi 1 bulan dari segi motorik memang belum terlalu banyak, Bu. Gerakan-gerakannya masih halus dan perlahan yang bisa dilihat dari gerakan tangan dan kaki sebagai tanda ia mulai belajar mengoordinasikan anggota tubuhnya.

Ia akan sering mengangkat tangan ke arah mulut atau mata serta secara refleks membuka jari-jari tangan saat Bunda mengusap kepalanya sebagai stimulasi bayi 1 bulan.

Gerakan motorik lainnya pada perkembangan bayi 1 bulan adalah kemampuan menghisap saat menyusu sebagai bentuk gerakan refleks saat ia masih berada di rahim.

Itulah sebabnya si Kecil dapat menghisap susu dari payudara ataupun dari botol. Namun, kepala bayi usia 1 bulan memang masih sangat lemah, sehingga Bunda harus berhati-hati saat menopang kepala si Kecil.

Baca Juga:  Atasi Flu tanpa Obat bagi Ibu Hamil

Perkembangan Sensorik Bayi 1 Bulan
Di bagian ini mungkin akan menjawab pertanyaan Bunda; bayi 1 bulan bisa apa saja. Dari segi perkembangan sensorik, telinga bayi pada usia 1 bulan sangat peka terhadap suara yang tiba-tiba, keras dan mengejutkan, sehingga ia akan terlihat kaget dan terkadang menangis.

Beberapa ada bayi yang sangat peka terhadap suara yang kecil dan membuatnya selalu terbangun saat mendengar suara. Si Kecil mulai mengenali suara orang yang sering ia dengar saat masih di dalam rahim, seperti suara ibu dan ayahnya.

Namun, saat didekati oleh suara orang asing yang belum pernah ia dengar, ia akan menangis.

Pada perkembangan bayi 1 bulan, matanya juga sangat peka terhadap sinar atau cahaya yang terang, sehingga secara reflek ia akan menggerakkan bola matanya. Namun, ia masih mengalami rabun jauh dengan jarak pandang sekitar 20 – 31 cm saja.

Penglihatannya juga masih belum berwarna alias hitam putih dan baru akan normal pada usia tertentu. Indra penciuman pada perkembangan bayi 1 bulan mulai merespon dengan sangat baik terhadap aroma.

Terlebih pada aroma puting ibunya di mana saat lapar ia akan menoleh dan mendekat ke arah puting untuk menyusu.

Di perkembangan bayi 1 bulan juga sangat sensitif terhadap gerakan. Ia mulai bisa merasakan kehadiran saat Bunda menidurkan di dalam box atau kasur, sehingga refleks terbangun.

Ia juga mulai sering terbangun di malam hari untuk menyusu, menangis saat buang air, lapar, haus, atau pakaiannya basah. Namun bila si Kecil menangis di luar penyebab tersebut, bisa jadi ia sedang merasa tidak nyaman atau bosan.

Bunda bisa mengajaknya keluar kamar, misalnya di teras rumah sambil mengajaknya bernyanyi pelan. Si Kecil juga akan sering sendawa saat kekenyangan, cegukan, atau muntah saat kekenyangan, berkedip, dan menjerit. Jari-jari tangannya pun mulai bisa menggenggam secara reflek, seperti saat Bunda meletakkan jari ke telapak tangannya.

Nah, itu dia beberapa perkembangan bayi 1 bulan yang bisa Bunda lihat dan rasakan. Meski belum banyak yang berubah, Bunda tetap harus memantau perkembangan bayi 1 bulan ke 2 bulan, 3 bulan, dan seterusnya demi tumbuh kembang anak yang optimal.

Baca Juga:  [8 Kiat] Menjaga Kesehatan Si Kecil di Era New Normal

Stimulasi Bayi 1 Bulan
Bu, tahukah jika sejak lahir, bayi sebenarnya sudah bisa diberikan stimulasi? Ya, stimulasi bayi 1 bulan sudah bisa dilakukan meskipun bayi hanya bisa merespon dengan menggeliat atau menangis saja. Namun, sebenarnya bayi bisa merasakan apa yang ada di sekitarnya. Jika dilatih secara terus menerus, stimulasi bayi 1 bulan bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak, lho.

Pada awal kelahiran, Bunda bisa memberikan beberapa stimulasi bayi 1 bulan berikut ini:

Bermain benda dengan warna mencolok
Meskipun penglihatan bayi usia 1 bulan masih belum berkembang, namun bayi suka melihat benda dengan warna yang kontras, seperti merah, kuning, atau hitam. Bunda bisa memasang mainan atau hiasan dinding berwarna cerah dan kontras untuk menarik perhatian si Kecil.

Berikan stimulasi suara
Selain suka melihat warna atau benda yang mencolok, bayi juga sudah bisa membedakan suara-suara di sekitarnya. Ada beberapa stimulasi bayi 1 bulan yang bisa Bunda berikan. Mulai dari mengajaknya mengobrol setiap saat secara konsisten atau memperdengarkan alunan musik yang lembut setiap mau tidur bisa menjadi stimulasi untuknya. Selain itu, Bunda juga bisa memperkenalkan suara-suara lainnya dengan perlahan, seperti suara mainan kerincing atau tepuk tangan.

Tummy time
Jadi salah satu stimulasi bayi 1 bulan yang tak kalah penting, tummy time bisa coba Bunda perkenalkan untuk mengasah kemampuan motoriknya. Rutin melakukan tummy time bisa membantu meningkatkan kekuatan otot kepala. leher, bahu, dan tangan. Caranya, telungkupkan bayi secara perlahan selama 1-5 menit setiap kali sesi. Lakukan dengan rutin dan jangan lupa untuk tetap diawasi ya, Bu!

Ini yang Perlu Diperhatikan pada Bayi 1 Bulan
Meskipun pada perkembangan bayi 1 bulan belum banyak yang berubah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai ya, Bu. Beberapa di antaranya adalah:

Perhatikan keamanan bayi saat tummy time. Tummy time memang jadi stimulasi penting untuk perkembangan bayi 1 bulan, tetapi perlu diingat ya, Bu, bayi usia 1 bulan belum memiliki kekuatan leher yang kuat untuk menopang kepala. Jadi, pastikan Bunda memperhatikan keamanan bayi dengan meletakkan tangan ke bawah kepala setiap kali hendak tummy time atau sekadar memindahkan bayi.
Waspada jika bayi terus menangis. Bu, jika bayi terus menerus menangis selama lebih dari 3 jam secara berturut-turut tanpa alasan yang jelas meski sudah disusui, kemungkinan bayi mengalami kolik. Kondisi kolik juga diikuti dengan kakinya yang sering naik turun dan sering kentut.
Hindari bayi kelelahan. Bayi juga bisa merasa lelah, Bu, jadi pastikan untuk tidak berinteraksi dengan banyak orang dalam seharian. Untuk mencegah bayi rewel karena kelelahan, Bunda bisa melakukan pijatan lembut atau menimangnya supaya bayi tetap tenang.

Baca Juga:  Kenali 9 Tanda-tanda Mau Melahirkan Sudah Dekat

Jika ada hal-hal lain yang tidak sesuai dengan perkembangan bayi 1 bulan, seperti tidak merespon suara atau tidak fokus saat melihat sesuatu, sebaiknya untuk segera konsultasi ke Dokter Spesialis Anak ya, Bu.

Selain memerhatikan stimulasi bayi 1 bulan, kualitas ASI dan nutrisi Bunda juga perlu diperhatikan. Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com