Perhatikan, Ini 7 Risiko Penyakit Pasca Operasi Caesar


Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar bagi Bunda

Setelah menjalani operasi caesar, ada beberapa risiko penyakit yang mungkin timbul pada ibu. Meskipun operasi caesar dianggap sebagai metode persalinan yang aman, tetap saja ada kemungkinan adanya efek samping dan risiko penyakit pasca operasi. Beberapa penyakit yang mungkin timbul setelah operasi caesar adalah:

1. Infeksi luka: Salah satu risiko utama setelah operasi caesar adalah infeksi pada luka operasi. Infeksi ini dapat terjadi jika luka tidak dirawat dengan baik atau jika terjadi kontaminasi bakteri. Gejala infeksi luka meliputi kemerahan, pembengkakan, peningkatan rasa sakit, dan keluarnya cairan dari luka operasi. Infeksi luka biasanya dapat diobati dengan antibiotik.

2. Infeksi pada lapisan rahim: Selain infeksi luka, ada juga risiko infeksi pada lapisan rahim setelah operasi caesar. Gejala infeksi pada lapisan rahim meliputi demam, sakit perut, keputihan yang tidak normal, dan pendarahan hebat pada vagina. Infeksi ini biasanya ditangani dengan antibiotik dan perawatan medis lainnya.

3. Pendarahan berlebihan: Risiko pendarahan berlebihan juga mungkin terjadi setelah operasi caesar. Pada beberapa kasus yang parah, mungkin diperlukan transfusi darah atau bahkan operasi lebih lanjut untuk menghentikan pendarahan. Penting untuk segera menghubungi dokter jika mengalami pendarahan yang tidak normal setelah operasi caesar.

4. Deep Vein Thrombosis (DVT): DVT merupakan risiko serius setelah operasi caesar. DVT adalah pembekuan darah yang terjadi di dalam vena kaki. Gejala DVT meliputi rasa sakit, bengkak, dan kemerahan pada kaki. Jika pembekuan darah ini menjalar ke paru-paru, dapat menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya yang disebut emboli paru. Penting untuk segera menghubungi dokter jika mengalami gejala DVT setelah operasi caesar.

Baca Juga:  6 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Anak yang Tepat

5. Kerusakan pada kandung kemih atau saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih: Risiko lain setelah operasi caesar adalah kerusakan pada kandung kemih atau saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Jika terjadi kerusakan pada organ-organ ini, mungkin diperlukan pembedahan lebih lanjut untuk memperbaikinya.

Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar bagi Bayi

Tidak hanya ibu, bayi juga memiliki risiko terkena penyakit setelah operasi caesar. Beberapa risiko persalinan dengan operasi caesar bagi bayi adalah:

1. Luka pada kulit: Saat melakukan operasi caesar, kulit bayi dapat terluka secara tidak sengaja. Namun, luka ini biasanya berukuran kecil dan dapat sembuh dengan sendirinya.

2. Kesulitan bernapas: Bayi yang lahir melalui operasi caesar sebelum usia kehamilan 39 minggu mungkin mengalami kesulitan bernapas. Namun, kondisi ini biasanya membaik setelah beberapa hari dan tidak perlu dikhawatirkan.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Setelah operasi caesar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu dapat pulih dengan cepat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah operasi caesar adalah:

Periksakan Diri ke Dokter

Setelah pulang dari rumah sakit, penting untuk memeriksakan diri ke dokter secara berkala sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dokter akan memantau kondisi pemulihan pasca operasi caesar dan memberikan petunjuk mengenai aktivitas yang boleh dilakukan.

Hindari Aktivitas Berlebihan

Selama empat sampai enam minggu setelah operasi caesar, hindarilah aktivitas berat seperti olahraga dan mengangkat benda berat. Aktivitas berlebihan dapat memperlambat proses pemulihan dan memperburuk kondisi ibu. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga yang berat.

Perhatikan Posisi Tidur

Setelah operasi caesar, perhatikan posisi tidur yang nyaman dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan pada luka operasi. Bangunlah dari tempat tidur secara perlahan dan hindari gerakan yang terlalu tiba-tiba. Jika merasa pusing atau sesak napas, segera beristirahat dan minta bantuan orang lain.

Baca Juga:  Manfaat Gerakan Tari Gajah untuk Anak

Biasakan Berjalan Kaki

Meskipun istirahat dan tidur yang cukup penting untuk pemulihan, tetaplah aktif dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki. Berjalan kaki dapat membantu mempercepat pemulihan dan memperlancar peredaran darah. Ajaklah pasangan untuk berjalan santai di pagi hari agar tetap aktif dan sehat.

Rawatlah Bekas Luka

Rawatlah bekas luka operasi dengan baik untuk mempercepat penyembuhan. Bersihkan bekas luka dengan air dan sabun saat mandi seperti biasa. Jika bekas luka terlihat merah, bengkak, atau terasa nyeri, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Waspadai Infeksi

Perhatikan tanda-tanda infeksi pada luka operasi seperti kemerahan, bengkak, atau keluarnya cairan yang tidak normal. Jika mengalami gejala infeksi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Selalu jaga kebersihan dan kebersihan luka operasi.

Dukungan Teman dan Keluarga

Dalam proses pemulihan setelah operasi caesar, dukungan dari keluarga dan teman-teman sangat penting. Ajaklah teman-teman dan keluarga untuk datang berkunjung dan memberikan dukungan moral. Jaga keseimbangan antara istirahat dan interaksi sosial untuk memastikan pemulihan yang optimal.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, ibu dapat mempercepat proses pemulihan setelah operasi caesar. Tetaplah konsisten dalam mengikuti petunjuk dokter dan jangan ragu untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala yang tidak normal. Semoga ibu dan bayi sehat selalu.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com