Ini Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Bayi

Ini Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Bayi

Proses tumbuh kembang bayi bisa dipengaruhi beberapa hal. Berikut ini penjelasan faktor yang memengaruhi perkembangan bayi.

Kondisi di Dalam Kandungan

Tumbuh kembang bayi sudah berlangsung bahkan sebelum bayi lahir atau sejak ia masih berada di dalam kandungan. Pada masa ini, Bunda harus berupaya menjaga kehamilan dengan baik guna menghindari kecacatan pada bayi dengan selalu mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan menghindari kebiasaan yang dilarang selama hamil. Di samping itu, Bunda juga harus rutin kontrol kandungan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter untuk mengetahui perkembangan janin dan kondisi kesehatan Bunda sendiri.

Genetik

Faktor genetik memegang peranan utama terhadap pertumbuhan bayi. Genetik berpengaruh terhadap beberapa hal, seperti jenis kelamin, RAS, tinggi badan, serta penyakit tertentu. Genetik yang baik berisiko tinggi menghasilkan genetik yang baik, sementara genetik yang kurang baik akan berisiko menghasilkan genetik yang kurang baik.

Persalinan

Tumbuh kembang bayi yang terhambat bisa diakibatkan karena adanya komplikasi saat masa persalinan. Misalnya saja bayi mengalami asfiksia atau trauma di kepala yang bisa memicu kerusakan jaringan otak hingga menghambat tumbuh kembang bayi. Jika bayi Bunda mengalaminya, Bunda sebaiknya berkonsultasi pada dokter agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat dan tumbuh kembangnya dapat berjalan secara normal.

Gangguan Hormon

Gangguan pada hormon dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi. Contohnya saja gangguan hormon hipotiroid atau yang dikenal dengan nama hipotiroidisme kongenital. Bayi yang menderita penyakit ini memiliki gejala berupa lidah berukuran besar, sesak napas, penyakit kuning, tidak mau menyusu, pertumbuhan terhambat, berat badan rendah, terlambat berjalan, dan lainnya. Bayi akan membutuhkan perawatan medis untuk bisa sembuh dan tumbuh berkembang dengan normal.

Nutrisi dari Makanan

Baca Juga:  Saat Si Kecil Demam

Nutrisi memegang peranan penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan bayi. Nutrisi yang didapat dari asupan makanan yang bergizi lengkap akan mendukung tumbuh kembang bayi dari dalam tubuh. Untuk bayi usia 0-6 bulan, ASI adalah nutrisi yang terbaik. Memasuki usia 6-12 bulan, bayi sudah mulai bisa diberikan makanan padat pendamping ASI (MPASI) yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Pola Asuh

Setelah memberikan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi, maka tugas Bunda selanjutnya adalah memberikan pola asuh yang tepat. Pola asuh akan membentuk kepribadian dan mempengaruhi perkembangan bayi. Makanya, Bunda harus mengasuh dan mendidik bayi dengan benar supaya ia tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berkembang dengan sempurna.

Sanitasi

Pertumbuhan bayi yang optimal akan sangat didukung oleh kualitas sanitasi atau kebersihan tempat bayi tinggal. Lingkungan yang kurang bersih dapat menjadi tempat bibit penyakit berkembang biak. Akibatnya, bayi jadi rentan terserang penyakit, seperti diare, demam berdarah, flu, hingga tipes. Bayi yang sering sakit akan susah mendapatkan cukup nutrisi di dalam tubuhnya, sehingga tumbuh kembangnya pun jadi terhambat.

Rumah Tinggal

Jika ingin memiliki bayi yang tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal, maka Bunda pun harus memberikan rumah yang layak baginya untuk tinggal. Konstruksi bangunan haruslah kokoh dan memiliki keamanan yang terjamin supaya tidak membahayakan keselamatan para penghuninya. Rumah tinggal juga harus bersih, tidak penuh sesak, dan semua penghuninya sehat agar bayi sehat dan berkembang dengan sempurna.

Ekonomi Keluarga

Ternyata, pendapatan keluarga juga turut mempengaruhi pertumbuhan bayi lho, Bu. Pada keluarga yang berpendapatan cukup, tentu dapat dengan mudah memberikan semua kebutuhan bayi, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya pun dapat berjalan dengan maksimal. Sementara keluarga yang berpendapatan rendah tidak mampu mencukupi semua yang bayi butuhkan. Wajar bila akhirnya orang tua akan selalu berusaha untuk mencukupi semua kebutuhan buah hatinya.

Baca Juga:  8 Cara Mengendalikan Emosi saat WFH & School From Home

Waktu Bersama Keluarga

Bayi tidak hanya membutuhkan asupan makanan bernutrisi untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Bayi juga akan sangat membutuhkan quality time bersama orang tuanya. Kebersamaan ini akan memberikan bayi rangsangan dan kedekatan antara orang tua dan buah hatinya. Bayi juga perlu sesekali dibawa keluar rumah supaya ia mengenal banyak hal baru yang memicu kemampuan berpikirnya untuk bertanya tentang berbagai macam hal.

Kesehatan Anak

Bayi yang divonis mempunyai penyakit bawaan cenderung tumbuh dan berkembang lebih lambat dibanding bayi yang sehat. Tugas para orang tua yang memiliki bayi dengan kondisi tersebut adalah memberikan perhatian ekstra supaya perkembangan dan pertumbuhan bayi dapat berjalan seperti bayi lainnya. Pengecekan kesehatan juga perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kemajuan kondisinya.

Stimulasi

Perkembangan bayi tidak hanya berlangsung begitu saja, tapi ia akan sangat membutuhkan stimulasi atau rangsangan. Stimulasi tersebut berupa mainan, arahan dari keluarga, dan sosialisasi dengan orang lain. Dalam hal ini, Bunda dan Ayah perlu bekerjasama dengan baik supaya pola asuh bayi dapat berjalan seirama dan bayi pun tumbuh berkembang dengan optimal.

Psikologis

Keluarga yang kurang harmonis dapat memicu masalah psikologis hingga berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi. Otak bayi akan merekam semua hal yang dialaminya dan terus terbawa hingga ia tumbuh dewasa. Jika tidak ditangani, bayi berisiko mengulangi pengalamannya di masa lalu saat ia sudah tumbuh dewasa. Oleh karena itu, berikanlah bayi tempat tinggal yang dipenuhi oleh kehangatan dari seluruh anggota keluarga supaya perkembangan dan pertumbuhan bayi tidak terhambat.

Pendidikan Orang tua

Setiap orang tua diharapkan memiliki pendidikan yang layak, karena faktor tersebut juga turut berdampak terhadap tumbuh kembang bayi. Orang tua yang berpendidikan layak tentunya akan memiliki pengetahuan yang lebih banyak seputar mengasuh bayi dengan benar. Hal ini akan membuat bayi lebih terjaga pola asuh dan kesehatannya, sehingga ia pun dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Namun jika orang tua berpendidikan minim, maka pengetahuan yang dimiliki pun juga tidak akan cukup.

Baca Juga:  7 Sifat Menarik yang Biasanya ada pada Anak Bungsu

Paparan Radiasi

Bayi perlu dijauhkan dari paparan radiasi yang dihasilkan oleh barang-barang elektronik di sekitar kita, seperti handphone, televisi, dan lainnya. Jika terpapar dalam jangka waktu lama, bayi berisiko mengalami gangguan kesehatan maupun tumbuh kembang. Untuk itu, jagalah selalu buah hati agar tidak terlalu dekat dengan barang-barang elektronik tersebut ya, Bu.

Cuaca

Cuaca di sekitar tempat tinggal turut mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Cuaca yang kurang mendukung berisiko menyebabkan persediaan pangan berkurang, wabah penyakit, hingga menghambat perkembangan dan pertumbuhan bayi. Sebagai solusinya, Bunda harus memberikan asupan nutrisi yang mencukupi kebutuhan harian bayi melalui makanan yang bergizi, memberikan vaksin sesuai jadwal dari dokter, hingga membiasakan gaya hidup yang sehat.

Sudah menjadi tugas setiap orang tua untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selalu lakukan dan berikan yang terbaik untuk buah hati. Jika menemukan hal yang kurang wajar atau kondisi kesehatan bayi menurun, jangan tunda untuk berkonsultasi pada ahlinya. Penanganan secepatnya dapat mencegah bayi mengalami masalah yang lebih serius.

Jika ASI dirasa tidak cukup, Bunda tetap bisa memberikan si Kecil susu pendamping ASI yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) dan DHA, tentunya sesuai dengan anjuran dari dokter anak ya, Bu.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com