Ragam Kegiatan untuk Optimalkan Fungsi Otak si Kecil

Ragam Kegiatan untuk Optimalkan Fungsi Otak si Kecil

Bantu perkembangan fungsi otak bayi dengan berbagai kegiatan yang bisa Bunda lakukan di rumah ini.

Berbicara mengenai tumbuh dan kembang bayi, tentu fungsi otak adalah hal esensial di dalamnya. Sebagai Bunda, tentu menjadi hal yang menyenangkan bagaimana mendampingi proses tumbuh kembang bayi di setiap usianya.

Selain melalui pemberian ASI berkualitas, ada bermacam aktivitas untuk memacu perkembangan fungsi otak bayi dan memengaruhi kecerdasan bayi serta pertumbuhannya. Sebelum itu, mari pahami terlebih dahulu kebutuhan si Kecil terkait tumbuh dan kembangnya dengan beragam kegiatan untuk mendukung fungsi otaknya.

Kebutuhan Asuh, Asih dan Asah yang Dibutuhkan Si Kecil

Setiap anak memiliki hak untuk bertumbuh dan berkembang. Dalam hal ini, bertumbuh berarti bertambahnya ukuran tubuh dan jumlah sel serta jaringan di antara sel-sel, termasuk fungsi otak. Sementara berkembang berarti bagaimana anak mendapatkan kebutuhan berupa stimulasi dan dukungan yang penuh dari orangtua untuk mengembangkan kemampuan dasar mereka untuk melakukan berbagai hal serta menerima dukungan emosi dan kasih sayang bagi perkembangan psikis mereka.

Di dalam laman Kemenkes, hak untuk bertumbuh dan berkembang ini kemudian menjadi kebutuhan dasar setiap anak yang optimal meliputi Asuh, Asih dan Asah, yaitu:

Kebutuhan Fisik atau Biologis (Asuh)
Dalam hal ini meliputi kebutuhan anak mengenai sandang, pangan dan papan. Seperti, pemenuhan nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuhnya dan lingkungannya, pakaian, waktu bermain juga tempat untuk beristirahat. Berikut ini beberapa contoh kegiatan Asuh yang juga berkaitan dengan pengembangan fungsi otak si Kecil:

Memastikan waktu imunisasinya terpenuhi dan tepat waktu
Ada banyak rangkaian imunisasi tertentu yang diperlukan si Kecil di tiap usianya. Imunisasi dibutuhkan untuk membuat sistem imun dan daya tahan tubuh anak semakin baik karena daya tahan tubuh mereka yang masih lemah di awal usianya.

Memberikan asupan bernutrisi
Asupan yang bernutrisi mulai dari ASI hingga makanan pendampingnya nanti perlu Bunda selalu pastikan nutrisinya. Menjamin kecukupan nutrisi adalah hal yang penting karena berkaitan erat dengan tumbuh dan kembang si Kecil termasuk bagaimana fungsi otaknya berproses dengan baik.

Baca Juga:  Camilan Sehat Pengganti Permennya

Baca juga: Tahap Perkembangan Otak Anak, Khususnya Bayi Usia 0-6 Bulan

Kebutuhan kasih sayang dan emosi (Asih)
Di awal kehidupan si Kecil, bahkan sejak dalam kandungan, setiap anak mutlak memerlukan ikatan yang erat dengan Bunda dan Ayahnya untuk menjamin tumbuh kembang fisik juga mentalnya. Berikut ini beberapa contoh kegiatan Asih yang juga berkaitan dengan pengembangan fungsi otak si Kecil:

Beri Si Kecil Sentuhan Sesering Mungkin
Memberikan bayi sentuhan, usapan, pelukan, dan ciuman sayang ternyata bermanfaat baginya, Bu. Bunda sudah bisa mulai melakukannya lebih sering dan rutin sejak si Kecil berumur 3 bulan. Sentuhan lembut pada bagian tubuh akan membantu mengasah kemampuan fungsi otak si Kecil untuk merespon suatu hal sehingga tubuhnya ikut bereaksi. Selain itu, kegiatan ini akan mempererat hubungan emosional Bunda dan bayi, lho.

Sering Menimang dan Mengayun Si Kecil
Otak kecil merupakan bagian otak yang memiliki banyak peran penting, mulai dari gerakan, keseimbangan, bahasa, interaksi sosial, konsentrasi, reaksi emosional, hingga kemampuan bermusik. Untuk mendorong tumbuh kembang dan fungsi otak kecil ini, Bunda bisa melakukan gerakan seperti memutar-mutar, menggantung terbalik, dan menggoyang. Seringlah menimang, menggendong, dan mengayun si Kecil sambil berjalan-jalan. Gerakan naik-turun dan berputar saat digendong seperti ini tak hanya membuat si Kecil senang, tapi juga mampu mengaktifkan bagian dalam telinganya.

Kebutuhan stimulasi (Asah)
Selain kebutuhan fisik dan mentalnya, setiap anak punya kebutuhan untuk distimulasi sejak dini untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, kognitif, kreativitas, dan lainnya. Berikut ini beberapa contoh kegiatan Asah yang juga berkaitan dengan pengembangan fungsi otak si Kecil:

Buat Bunyi-Bunyian
Stimulasi fungsi otak bayi juga bisa diberikan melalui bunyi-bunyian. Bunyi-bunyian, baik dari tepukan tangan Bunda, panggilan namanya, atau ketika si Kecil memegang mainan yang bersuara, akan membuatnya menengok dan mendekati sumber bunyi. Selain melatih indra pendengaran dan konsentrasinya, kegiatan ini mampu mengasah kemampuan fungsi otak dan merangsang kecerdasannya. Si Kecil juga akan mulai belajar bahwa bunyi tertentu dihasilkan oleh benda atau kegiatan tertentu. Bisa jadi, ia juga akan merespon dengan suaranya. Umumnya, dalam 6 bulan pertamanya, si Kecil sudah peka terhadap suara di sekelilingnya.

Baca Juga:  Bunda, Aku Sudah Bertambah Besar...

Gantung Mainan di Atas Tempat Tidur
Tahukah, Bunda? Mainan yang digantung di atas tempat tidur si Kecil akan melatih koordinasi antara mata dan tangan sekaligus fungsi otak si Kecil. Mereka akan belajar untuk fokus terhadap apa yang ia lihat sebelum mencoba meraihnya. Usaha si Kecil untuk menggapai mainan dengan tangannya bisa melatih ototnya. Bunda dapat melakukan ini ketika si Kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan.

Memanjat Tubuh Bunda
Bermain panjat-panjatan juga merupakan salah satu stimulasi bayi fungsi otak si Kecil agar cerdas yang baik untuk dicoba. Tentunya tidak ada tempat yang lebih baik untuk latihan memanjat selain tubuh Bunda atau Ayah. Tidak sekedar menyenangkan, tubuh Bunda merupakan medan yang aman bagi si Kecil. Di usianya ini si Kecil mungkin belum bisa bergerak terlalu aktif, tapi ia akan senang sekali bisa bermain-main dengan tubuh Bunda. Letakkan ia di atas dada dan perut Bunda, lalu angkat ia sambil ayun perlahan ke kanan dan ke kiri. Bisa juga dengan meletakkan si Kecil di atas betis dan pegangi kedua tangannya, lalu angkat kaki Bunda naik-turun perlahan-lahan. Saat ia sudah bisa merangkak, biarkan ia untuk memanjat dan menaiki tubuh Bunda. Bebaskan ia untuk terus bergerak aktif ya, Bu, karena dengan cara ini ia dapat berlatih keseimbangan. Selain itu, si Kecil juga dapat belajar berpegangan sehingga melatih kemampuan tangannya.

Bacakan Si Kecil Cerita dari Buku Bergambar
Walaupun si Kecil belum mampu mencerna kata-kata orang lain sepenuhnya, Bunda bisa mulai membacakan cerita dari buku bergambar sejak usia 5 bulan. Suara Bunda ketika membaca cerita akan semakin melatih pendengaran si Kecil dan perkembangan bahasanya, sehingga membantu ia bicara kelak. Selain itu, perpaduan warna-warna cerah di dalam buku bergambar juga mampu mengenalkannya pada objek-objek baru dan merangsang kreativitasnya di kemudian hari. Stimulasi untuk beragam kemampuan barunya ini berkaitan erat dengan fungsi otak si Kecil.

Mendengarkan Musik
Bunda mungkin sudah mengetahui kalau musik memiliki banyak manfaat bagi bayi, diantaranya dapat meningkatkan perhatian, pembelajaran, dan daya ingat yang berkaitan dengan fungsi otak si Kecil. Hal ini sudah dibuktikan melalui sebuah penelitian, Bu. Sebagai permulaan, Bunda bisa memperdengarkan musik kepada si Kecil. Saat mendengar musik, si Kecil akan ikut bergerak mengikuti alunannya. Musik juga diketahui dapat meningkatkan suasana hati agar bayi lebih bahagia. Saat si kecil sudah bisa duduk, mulailah perkenalkan instrumen musik, seperti piano, drum, atau seruling. Hal ini akan membantu pengembangan kemampuan berpikir proporsional serta menstimulasi penalaran temporal dan spasial si Kecil.

Baca Juga:  Mengapa Bayi Tidak Boleh Keluar Rumah Sebelum 40 Hari?

Cukup sederhana ya, Bu, stimulasi untuk fungsi otak si Kecil. Semoga tulisan yang saya bagikan ini bisa bermanfaat, sehingga bayi semakin kuat dan pintar. Yuk, Bu, segera coba di rumah bersama bayi agar tumbuh kembangnya optimal!

Selain stimulasi untuk fungsi otak bayi, Bunda juga tetap harus mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan cara memberikan ia asupan nutrisi berkualitas. Saat masih bayi, ia harus mengonsumsi ASI eksklusif secara rutin.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial yaitu jenis protein siap serap yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh) untuk mendukung pertumbuhan sel otak, otot dan tulang si Kecil serta menjaga kesehatan ibu dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng agar kebutuhan nutrisi Bunda selama periode menyusui tercukupi dan produksi ASI meningkat.

Dengan melakukan kegiatan-kegiatan di atas, Bunda dapat membantu optimalisasi fungsi otak si Kecil sejak dini. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, jadi teruslah memberikan dukungan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat si Kecil. Selamat mencoba dan semoga si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berkembang dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com