Bila Masa Nifas Tiba

Bila Masa Nifas Tiba

Penantian selama kurang lebih 9 bulan berakhir sudah. Si Kecil pun kini hadir di tengah-tengah keluarga. Namun, ibu masih punya satu tugas ringan lagi yaitu merawat diri sesudah melahirkan. Kadangkala setelah proses melahirkan usai, masih terasa ada beberapa perubahan yang akan ibu rasakan. Kenali perubahan tersebut dan simak beberapa tips di bawah ini.

Perubahan fisik setelah melahirkan

Setelah melahirkan, ibu akan mengalami beberapa perubahan fisik yang wajar. Beberapa perubahan tersebut antara lain:

1. Payudara terasa nyeri: Setelah melahirkan, payudara ibu akan memproduksi ASI (Air Susu Bunda) untuk menyusui bayi. Proses ini bisa membuat payudara terasa nyeri atau kencang. Hal ini disebabkan oleh sumbatan atau bendungan air susu yang sudah terbentuk di dalam payudara. Untuk mengatasi rasa nyeri ini, ibu bisa melakukan pijatan lembut pada payudara atau menggunakan kompres hangat.

2. Konstipasi (sembelit): Selama hamil dan beberapa waktu setelah melahirkan, gerakan usus besar cenderung berkurang. Hal ini bisa menyebabkan ibu mengalami konstipasi atau sembelit. Untuk mengatasi konstipasi, ibu disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, minum air yang cukup, dan berolahraga secara teratur.

3. Luka episiotomi: Saat proses persalinan, dokter terkadang perlu melakukan episiotomi, yaitu membuat sayatan di bagian perineum (bagian antara vagina dan anus) untuk mencegah robekan jalan lahir. Setelah persalinan selesai, episiotomi ini akan dijahit kembali. Jahitan ini bisa terasa sakit saat ibu berjalan atau duduk, serta saat bersin atau batuk. Untuk merawat luka episiotomi, ibu bisa melakukan sit bath (duduk sambil merendam bagian luka di dalam air hangat) dan menjaga kebersihan area tersebut.

4. Perubahan hormon: Setelah melahirkan, kadar hormon dalam tubuh ibu akan berubah. Hal ini bisa membuat ibu merasa panas atau dingin secara tiba-tiba. Perubahan hormon juga bisa memengaruhi suasana hati ibu, sehingga ibu bisa merasa lebih emosional atau rentan mengalami baby blues.

5. Inkontinensia uri: Otot-otot yang meregang selama proses melahirkan dapat menyebabkan keluarnya urin tanpa disadari saat ibu batuk atau tertawa. Hal ini disebut sebagai inkontinensia uri. Untuk mengatasi masalah ini, ibu bisa melakukan latihan kegel untuk memperkuat otot-otot dasar panggul.

Baca Juga:  6 Jenis Vitamin Anak 1 Tahun untuk Tumbuh Kembang Optimal

6. Nyeri pada rahim: Setelah melahirkan, rahim masih akan terus berkontraksi selama beberapa hari. Hal ini bisa menyebabkan nyeri pada area rahim. Nyeri ini terutama akan terasa saat ibu menyusui bayi.

7. Keluarnya cairan dari vagina (lokia): Setelah melahirkan, ibu akan mengalami keluarnya cairan dari vagina yang disebut sebagai lokia. Pada awalnya, lokia akan terasa lebih kental dibandingkan dengan darah menstruasi. Secara bertahap, warna lokia akan berubah menjadi kekuningan atau keputihan dan kemudian menghilang setelah beberapa minggu.

Tips merawat diri saat nifas

Untuk merawat diri saat masa nifas, ibu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini:

1. Istirahat yang cukup: Setelah melahirkan, tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Manfaatkan waktu ketika bayi tidur untuk juga istirahat dan tidur.

2. Jaga kebersihan diri: Selama masa nifas, ibu perlu menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur. Selain itu, jangan lupa untuk mengganti pembalut atau pantyliner secara teratur agar tetap merasa segar dan nyaman.

3. Konsumsi makanan sehat: Selama masa nifas, ibu perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk membantu tubuh pulih dan memproduksi ASI yang cukup. Pastikan juga untuk mengonsumsi air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

4. Lakukan latihan kegel: Latihan kegel dapat membantu memperkuat otot-otot dasar panggul, yang dapat membantu mengatasi masalah inkontinensia uri dan mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan. Latihan ini dapat dilakukan dengan cara mengepalkan otot-otot panggul seperti sedang menahan kencing, kemudian tahan selama beberapa detik dan lepaskan. Ulangi gerakan ini beberapa kali dalam sehari.

5. Dapatkan dukungan emosional: Melahirkan dan menjalani masa nifas bisa menjadi pengalaman yang menantang secara emosional. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mendapatkan dukungan emosional dari keluarga, teman, atau bahkan dari grup dukungan ibu dan bayi. Berbagi pengalaman dengan orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi stres dan memberikan rasa nyaman.

Baca Juga:  Manfaat SA Bagi Otak Anak 1-3 Tahun

6. Konsultasikan dengan dokter: Jika ibu mengalami keluhan atau perubahan yang tidak biasa setelah melahirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan penanganan dan saran yang tepat sesuai dengan kondisi ibu.

Konsultasikan dengan dokter segera jika mengalami keluhan

Meskipun beberapa perubahan fisik setelah melahirkan adalah hal yang wajar, namun ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai dan sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter. Beberapa gejala tersebut antara lain:

1. Demam: Jika ibu mengalami demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, segeralah periksakan diri ke dokter. Demam bisa menjadi tanda adanya infeksi.

2. Perdarahan yang berlebihan: Jika ibu mengalami perdarahan yang tidak normal, seperti perdarahan yang sangat banyak atau berlangsung lebih dari 6 minggu setelah melahirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

3. Rasa panas atau terbakar saat berkemih: Jika ibu merasakan rasa panas atau terbakar saat berkemih, bisa jadi ini adalah tanda infeksi saluran kemih. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Mual atau muntah yang tidak wajar: Jika ibu mengalami mual atau muntah yang parah dan tidak kunjung membaik setelah melahirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

5. Kemerahan, cairan, atau nyeri pada bekas luka operasi sesar: Jika ibu merasakan kemerahan, keluarnya cairan, atau nyeri pada bekas luka operasi sesar, segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

6. Nyeri pada kaki atau dada: Jika ibu mengalami nyeri yang parah pada kaki atau dada, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Nyeri ini bisa menjadi tanda adanya masalah serius seperti gumpalan darah atau infeksi.

7. Benjolan pada payudara: Jika ibu menemukan adanya benjolan, kemerahan, atau nyeri pada payudara, segeralah periksakan diri ke dokter. Benjolan pada payudara bisa menjadi tanda adanya masalah seperti mastitis atau kanker payudara.

8. Depresi dan merasa tidak ingin dekat dengan bayi: Jika ibu merasa sangat sedih, cemas, atau tidak ingin dekat dengan bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Ini bisa menjadi tanda adanya baby blues atau bahkan depresi postpartum.

Baca Juga:  Marriage Preparation Bukan Wedding Preparation

Perawatan luka episiotomi

Jika ibu menjalani episiotomi saat melahirkan, perawatan luka episiotomi sangat penting untuk memastikan proses penyembuhan yang optimal. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam perawatan luka episiotomi:

1. Membersihkan luka: Setelah melahirkan, luka episiotomi perlu dibersihkan secara teratur. Gunakan air hangat dan sabun yang lembut untuk membersihkan luka. Pastikan tangan ibu bersih sebelum menyentuh luka.

2. Mengganti pembalut: Gunakan pembalut yang bersih dan sesuai dengan ukuran luka. Ganti pembalut secara teratur untuk menjaga kebersihan luka.

3. Menggunakan kompres hangat: Kompres hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan luka. Gunakan kompres hangat selama beberapa menit beberapa kali sehari.

4. Hindari konsumsi makanan pedas atau berminyak: Konsumsi makanan pedas atau berminyak dapat membuat luka menjadi lebih meradang. Hindari makanan-makanan tersebut selama masa penyembuhan luka.

5. Hindari hubungan seksual: Selama masa penyembuhan luka episiotomi, hindari hubungan seksual untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

6. Konsultasikan dengan dokter: Jika ibu mengalami keluhan atau perubahan yang tidak biasa pada luka episiotomi, segeralah konsultasikan dengan dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi luka.

Perlu diingat bahwa setiap ibu bisa mengalami perubahan dan proses penyembuhan yang berbeda-beda. Jika ibu merasa khawatir atau memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai proses nifas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan yang berpengalaman. Mereka akan memberikan informasi dan saran yang sesuai dengan kondisi ibu.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pemahaman dan panduan bagi ibu yang sedang mengalami masa nifas. Ingatlah untuk tetap menjaga kesehatan dan mendapatkan dukungan yang cukup selama masa ini. Selamat merawat diri dan bayi yang baru lahir!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com