Tanda Hipertensi pada Ibu Hamil yang Berbahaya

Tanda Hipertensi pada Bunda Hamil yang Berbahaya

Hipertensi pada Bunda hamil tidak boleh disepelekan. Kondisi ini dapat memberikan dampak yang berbahaya baik pada kesehatan Bunda maupun janin yang dikandung. Oleh karena itu, penting bagi Bunda hamil untuk mengenali tanda-tanda hipertensi dan mengetahui cara mengatasinya.

Hipertensi pada Bunda hamil dapat terjadi akibat tekanan darah yang tinggi. Tekanan darah yang normal pada umumnya adalah di bawah 120/80 mmHg. Tekanan darah yang melebihi batas normal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada kehamilan.

Tanda-tanda hipertensi pada Bunda hamil antara lain adalah sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur atau adanya kilat cahaya pada mata, nyeri pada ulu hati, muntah, napas pendek-pendek atau tersengal-sengal, serta bengkak pada wajah, tangan, dan kaki. Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menurut Seventh Report of Joint National Committee (JNC VII), terdapat lima tipe hipertensi pada kehamilan. Pertama adalah hipertensi kronik, yaitu kondisi ketika tekanan darah Bunda sudah tinggi sebelum hamil atau pada awal kehamilan dan tetap tinggi selama lebih dari 12 minggu setelah melahirkan. Kedua adalah pre-eklamsia, yaitu kondisi ketika tekanan darah Bunda tinggi disertai adanya protein dalam urin setelah usia kehamilan 20 minggu. Pre-eklamsia dapat berubah menjadi eklamsia atau kejang yang berbahaya bagi Bunda dan janin.

Hipertensi kronik dengan preeklamsia adalah tipe hipertensi pada Bunda hamil yang sebelumnya sudah menderita hipertensi dan baru mengalami preeklamsia setelah usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi dalam kehamilan adalah kondisi ketika Bunda mengalami tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa adanya protein dalam urin. Hipertensi transien adalah kondisi ketika tekanan darah tinggi pada masa lalu dan akan kembali normal setelah 12 minggu melahirkan.

Baca Juga:  Nazyra C Noer: Quality Over Quantity Adalah Cara Saya Untuk Tetap Dekat dengan Suami dan Anak Saat Sibuk Bekerja

Untuk mendiagnosis hipertensi pada Bunda hamil, dokter atau tenaga medis lain mungkin perlu melakukan beberapa kali pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan juga penting untuk memantau kondisi kesehatan Bunda selama kehamilan.

Jika Anda mengalami hipertensi selama kehamilan, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai. Penanganan hipertensi pada Bunda hamil biasanya melibatkan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi garam, meningkatkan asupan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat yang cukup. Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Selain penanganan medis, Bunda hamil juga perlu melakukan perawatan diri yang baik. Pastikan untuk menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, menghindari stres, dan rutin berolahraga sesuai dengan anjuran dokter. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar terhindar dari infeksi yang dapat memperburuk kondisi hipertensi.

Selain itu, penting juga bagi Bunda hamil untuk memeriksakan kesehatan janin secara rutin. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan lainnya dapat memberikan informasi tentang perkembangan janin dan memastikan bahwa janin dalam kondisi yang sehat.

Dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, penting untuk mengikuti anjuran dokter atau bidan dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang mungkin muncul. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kesehatan Bunda dan janin.

Dalam kasus-kasus hipertensi yang lebih parah, dokter mungkin akan merekomendasikan persalinan dini untuk menghindari risiko yang lebih besar. Namun, keputusan ini akan dibuat berdasarkan pertimbangan kondisi kesehatan Bunda dan janin.

Hipertensi pada Bunda hamil adalah kondisi yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi Bunda hamil untuk mengenali tanda-tanda hipertensi dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Dengan menjaga kesehatan dan melakukan perawatan yang baik, diharapkan ibu dan janin dapat melewati masa kehamilan dengan baik dan tanpa komplikasi.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Rekomendasi Kondom Favorit para Ayah