5 Bahan Alami untuk Membasmi Jerawat Saat Hamil
Perubahan hormon membuat beberapa wanita hamil mengalami lonjakan hormon sehingga kadang menimbulkan jerawat. Tapi, dilematisnya Bunda hamil tak bisa menggunakan sembarang obat jerawat karena akan membahayakan perkembangan janin. Nah, Bunda juga harus hati-hati karena banyak obat jerawat yang belum teruji keamanannya untuk dipakai. Bunda dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan obat jerawat.
Nah, berikut ini beberapa obat jerawat yang harus dihindari oleh Bunda hamil:
Isotretinoin
Hindari penggunaan obat jerawat berbahan isotretinoin saat hamil. Sebab, obat dengan bahan ini berisiko menyebabkan kecacatan pada janin.
Asam salisilat
Bumil perlu lebih waspada saat memilih obat jerawat, karena zat ini banyak ditemukan di obat-obat jerawat yang dijual bebas di pasaran.
Tetrasiklin
Tetrasiklin bisa menghambat pertumbuhan tulang janin dan mengubah warna giginya secara permanen. Golongan obat ini merupakan antibiotik, mencakup tetrasiklin dan doksisiklin.
Retinoid
Retinoid termasuk tretinoin, adapalene, dan tazarotene. Tingkat penyerapan zat ini ke kulit tergolong rendah. Meski begitu, tetap dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko bayi terlahir cacat.
Cukup banyak, bukan? Daripada Bunda harus bingung membaca satu-satu kandungan dalam obat jerawat, sebaiknya Bunda kembali ke bahan-bahan alami yang bisa Bunda temukan di sekitar Bunda. Apa saja bahan-bahan tersebut? Simak ulasannya berikut ini ya.
Baking soda
Jika biasanya baking soda diperlukan untuk membuat kue, Bunda bisa menggunakannya untuk menghilangkan jerawat karena tak akan berbahaya untuk janin. Baking soda bekerja dengan mengeringkan minyak pada kulit. Cara penggunaannya ambil 1 sendok makan baking soda dan campurkan dengan 1 sendok makan air. Aplikasikan ke daerah jerawat bukan seluruh wajah. Tunggu sampai kering lalu cuci dengan air hangat. Dengan demikian jerawat cepat kering dan dapat segera sembuh.
Cuka apel
Bila memiliki cuka sari apel di rumah, saatnya memanfaatkan cuka ini untuk mengobati jerawat. Bunda juga tidak perlu khawatir akan membahayakan janin, karena tidak mengandung bahan kimia. Caranya, buat larutan dengan campuran 1 sdm cuka apel dengan 3 sdm air. Rendam kapas dalam larutan tersebut, lalu tepuk kapas pada wajah untuk menyerap minyak berlebih. Selain mengatasi kandungan minyak berlebih di wajah, campuran ini juga mengandung enzim dan asam alfa hidroksi yang bisa membantu mengatasi jerawat.
Madu
Tahukah Bunda? Madu punya kandungan antibakteri dan antiseptik di dalam madu, berkhasiat untuk membuat kulit wajah lebih kenyal dan kencang. Madu juga ampuh untuk mengatasi jerawat. Basuh wajah dengan air hangat lalu keringkan. Setelah itu oleskan madu ke bagian wajah yang berjerawat. Setelah masker madu mengering, Bunda bisa membilasnya dengan air hangat. Lakukan secara rutin setiap pagi dan malam, agar jerawat hilang dan kulit tetap lembap.
Kunyit
Kunyit adalah antiseptik alami dan akan mengobati infeksi yang menyebabkan jerawat. Kunyit juga akan memperbaiki keseluruhan warna kulit dan tekstur. Caranya kita buat dulu pasta kunyit dengan mencampur 1/2 sendok teh bubuk kunyit dengan air. Oleskan ke jerawat, diamkan selama satu jam lalu cuci bersih. Gunakan pasta ini setiap hari untuk hasil yang efektif.
Minyak kelapa
Minyak kelapa punya sifat antimikroba yang terkandung di dalamnya dan efektif melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus tanpa efek samping. Jadi Bunda tak perlu khawatir jika menggunakan minyak kelapa pada jerawat saat hamil. Caranya juga cukup mudah. Oleskan minyak kelapa murni sebagai pelembap dan pijat ke daerah yang berjerawat. Lalu diamkan semalaman. Minyak kelapa ini tidak hanya akan melawan bakteri tapi juga akan melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit.
Dengan menggunakan bahan-bahan alami ini, Bunda tidak perlu khawatir akan efek samping yang membahayakan janin. Namun, tetap perlu diingat untuk melakukan tes patch terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan bahan-bahan alami ini ke seluruh wajah. Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap bahan-bahan tertentu, jadi penting untuk melakukan tes terlebih dahulu.
Selain menggunakan bahan alami, Bunda juga perlu menjaga kebersihan kulit wajah dengan rajin mencuci wajah menggunakan pembersih yang lembut dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Hindari juga menyentuh wajah secara berlebihan dan menjaga pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan cukup air putih.
Jika jerawat semakin parah atau tidak kunjung membaik setelah menggunakan bahan alami dan menjaga kebersihan kulit, sebaiknya Bunda segera berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ingat, menjaga kesehatan kulit selama hamil adalah penting, tetapi selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli sebelum menggunakan produk atau bahan apa pun. Keselamatan dan kesehatan janin adalah prioritas utama.
Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com