Anak Akan Masuk SD, Yakin Sudah Matangkah Usianya?


Dalam hal ini, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan usia masuk SD. Aspek pertama adalah aspek fisik. Pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik untuk menghadapi kegiatan belajar mengajar di tingkat sekolah dasar. Kegiatan belajar mengajar di SD biasanya lebih lama dan membutuhkan gerakan motorik yang lebih baik. Anak perlu memiliki otot dan saraf yang sudah terbentuk dengan baik agar dapat bertahan belajar lebih lama, memegang pensil dengan benar, dan melakukan tugas-tugas sekolah dengan baik. Meskipun ada anak di usia 6 tahun yang sudah memiliki kemampuan tersebut, namun tidak semua anak di usia tersebut sudah siap secara fisik. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan anak untuk masuk SD pada usia 6 tahun jika belum siap secara fisik.

Aspek kedua yang perlu dipertimbangkan adalah aspek psikologis. Anak biasanya mulai dapat berkonsentrasi dengan baik pada usia di atas 6 tahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambah usia anak, kemampuan konsentrasinya akan semakin meningkat. Belajar di tingkat sekolah dasar membutuhkan tingkat konsentrasi yang lebih lama, sekitar 30-45 menit. Meskipun ada anak yang berusia 6,5 tahun yang sudah dapat berkonsentrasi dengan baik, namun tidak semua anak di usia tersebut memiliki kemampuan yang sama. Terkadang ada perbedaan dalam kemampuan konsentrasi antara anak yang berusia 6,5 tahun dengan temannya yang terpaut usianya hanya 6 bulan. Oleh karena itu, usia 7 tahun dianggap sebagai usia yang paling tepat untuk masuk SD agar anak sudah memiliki kemampuan konsentrasi yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Aspek ketiga yang perlu diperhatikan adalah aspek kognitif. Untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di tingkat sekolah dasar, anak diharapkan sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Anak juga diharapkan mampu mengikuti instruksi, memahami materi pelajaran, dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Usia 7 tahun dianggap sebagai usia yang tepat karena pada usia tersebut anak biasanya sudah memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD.

Baca Juga:  Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Aspek terakhir yang perlu diperhatikan adalah aspek emosi. Meskipun ada anak yang usianya sudah ngepas 6 tahun atau bahkan kurang sedikit, namun belum semua anak di usia tersebut memiliki kematangan emosi dan kemandirian yang optimal. Di SD, anak tidak akan mendapatkan perhatian yang sama seperti di TK. Mereka akan dihadapkan pada tugas-tugas yang lebih banyak dan harus dapat mengatur waktu belajar dengan baik. Terkadang, anak yang berusia 6 tahun belum memiliki kematangan emosi yang cukup untuk menghadapi tugas-tugas tersebut. Mereka lebih memilih untuk bermain daripada mengerjakan tugasnya. Oleh karena itu, usia 7 tahun dianggap sebagai usia yang paling tepat agar anak sudah memiliki kematangan emosi yang cukup untuk dapat menghadapi tugas-tugas di SD.

Namun, sebagai orangtua, kita juga dapat melakukan psikotes mandiri untuk anak kita. Dengan berkonsultasi pada psikolog anak dan meminta psikotes secara mandiri, kita dapat mengetahui apakah anak kita sudah siap secara fisik, psikologis, kognitif, dan emosional untuk masuk SD. Hal ini penting untuk kelangsungan dan kelancaran kehidupan anak di sekolah dasar. Karena pada dasarnya, anak juga dapat menentukan kesiapannya sendiri, namun perlu dibantu dengan hasil psikotes yang dapat memberikan gambaran tentang kesiapannya. Ada banyak lembaga yang menyediakan psikotes mandiri dengan harga yang terjangkau. Sebagai orangtua, lebih baik bersabar jika anak terlihat belum matang untuk masuk SD, daripada memaksakannya dan membuatnya tidak nyaman dalam proses belajar di SD.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com