Amankah Bermain Bersama Hewan Peliharaan Saat Hamil?

Amankah Bermain Bersama Hewan Peliharaan Saat Hamil?

Hewan apa yang Bunda pelihara saat ini? Kalau saya sih dari dulu suka sekali memelihara kucing. Selain sebagai hobi, memelihara hewan ternyata juga banyak manfaat positifnya, lho.

Dalam sebuah studi dalam Journal of Personality and Social Psychology, dikatakan bahwa orang yang memelihara hewan akan merasa lebih percaya diri dan tidak kesepian, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki hewan peliharaan. Memelihara hewan dapat memberikan rasa kasih sayang, kebahagiaan, dan kepuasan emosional bagi pemiliknya. Selain itu, mereka juga dapat menjadi teman setia yang selalu ada di saat kita membutuhkan.

Namun, ada satu kekhawatiran yang sering muncul ketika seorang wanita sedang hamil, yaitu apakah aman untuk tetap “akrab” dengan hewan peliharaan saat sedang hamil? Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa bermain dengan hewan peliharaan dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar tetap aman saat berinteraksi dengan hewan peliharaan saat hamil.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah adanya risiko terpapar penyakit toksoplasma. Toksoplasma gondii adalah parasit yang dapat hidup pada hewan seperti kucing, anjing, kelinci, dan kambing. Parasit ini dapat ditemukan dalam kotoran hewan-hewan tersebut. Saat seorang wanita hamil terpapar toksoplasma, dapat terjadi infeksi yang dapat membahayakan kesehatan janin yang dikandungnya. Bahaya terburuknya adalah dapat menyebabkan bayi lahir cacat atau keguguran.

Namun, tidak semua hewan peliharaan menjadi penyebab infeksi toksoplasma. Sebagian besar kasus infeksi ini disebabkan oleh kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi. Oleh karena itu, jika Bunda memiliki kucing sebagai hewan peliharaan, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut untuk menjaga kesehatan Anda dan janin selama kehamilan:

Baca Juga:  4 Manfaat Buah Mangga dan Resep MPASI yang Lezat

1. Hindari bersentuhan wajah secara langsung dengan kucing. Misalnya, mencium hewan kesayangan atau tidur bersama. Sebaiknya, hindari kontak langsung dengan kucing selama kehamilan.

2. Pastikan kucing Anda dalam keadaan sehat. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada kucing Anda untuk memastikan bahwa mereka tidak terinfeksi penyakit yang dapat membahayakan ibu hamil.

3. Hindari memberikan makanan mentah pada kucing. Makanan mentah seperti daging mentah dapat menjadi sumber infeksi toksoplasma. Sebaiknya, berikan makanan yang telah dimasak atau makanan kucing yang telah diproses dengan baik.

4. Biasakan cuci tangan dengan sabun setelah berinteraksi dengan kucing atau membersihkan kotoran kucing. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko terpapar toksoplasma.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat berinteraksi dengan hewan peliharaan saat hamil:

1. Jaga kebersihan hewan peliharaan. Pastikan hewan peliharaan Anda dalam keadaan bersih dan sehat. Rutin mandikan hewan peliharaan Anda untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang mungkin ada pada bulu dan kulitnya.

2. Hindari kontak dengan hewan peliharaan yang sedang sakit. Jika hewan peliharaan Anda sedang sakit, sebaiknya hindari kontak langsung dengan mereka. Infeksi atau penyakit yang mereka alami dapat menular kepada Anda dan janin yang Anda kandung.

3. Jaga kebersihan lingkungan. Penting untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar hewan peliharaan Anda. Bersihkan kandang atau tempat tidur hewan secara rutin untuk menghindari penumpukan kuman dan bakteri.

4. Jaga kebersihan diri sendiri. Setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Hal ini dapat membantu mencegah penyebaran kuman dan bakteri dari hewan peliharaan ke tubuh Anda.

Selain itu, ada beberapa manfaat bermain dengan hewan peliharaan saat hamil yang perlu diingat. Bermain dengan hewan peliharaan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Interaksi dengan hewan peliharaan juga dapat merangsang produksi hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan perasaan bahagia dan ikatan emosional antara ibu dan janin yang dikandungnya.

Baca Juga:  9 Kegiatan di Rumah untuk Asah Kreativitas Anak [LENGKAP]

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bermain dengan hewan peliharaan saat hamil:

1. Jaga kebersihan diri. Setelah bermain dengan hewan peliharaan, pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun dan air bersih untuk menghindari penyebaran kuman dan bakteri.

2. Hindari kontak langsung dengan hewan peliharaan yang memiliki bulu panjang atau bersisik. Bulu panjang atau bersisik dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran dan debu yang dapat menjadi sumber infeksi.

3. Jangan biarkan hewan peliharaan menggigit atau menggaruk perut Anda. Hal ini dapat menyebabkan luka atau infeksi pada kulit Anda.

4. Tetap perhatikan reaksi tubuh Anda. Jika Anda mengalami reaksi alergi atau gejala tidak nyaman setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan, segera hentikan kontak dengan hewan tersebut dan konsultasikan dengan dokter.

Dalam beberapa kasus, ada wanita hamil yang mengalami alergi terhadap bulu hewan peliharaan. Jika Anda mengalami alergi terhadap bulu hewan peliharaan, sebaiknya hindari kontak langsung dengan hewan tersebut atau konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dalam kesimpulannya, bermain dengan hewan peliharaan saat hamil dapat aman jika dilakukan dengan hati-hati dan menjaga kebersihan diri. Tetapi, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan terutama terkait dengan penyakit toksoplasma. Pastikan Anda menjaga kesehatan hewan peliharaan Anda dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang disarankan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin Anda selama kehamilan. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com