Adeline Windy, Tentang Keberanian Pindah dari Jakarta dan Kekhawatiran Sebagai Single Parent


Apa yang membuatmu berani memutuskan jadi orangtua tunggal?

Adeline Windy (38) awalnya tidak pernah bermimpi menjadi seorang orangtua tunggal. Ia selalu menginginkan untuk menikah dan memiliki keluarga yang utuh. Namun, hidup tidak selalu sesuai dengan rencana. Setelah bercerai pada tahun 2014, Adeline merasa terpuruk dan tidak mampu menghadapi hidup sendirian. Namun, takdir berkata lain saat ia mengetahui bahwa ia hamil dengan anaknya yang bernama Sora.

Awalnya, kehamilan tanpa pasangan membuat hidup Adeline semakin berantakan. Ia merasa kehilangan dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, seiring berjalannya waktu, Adeline menyadari bahwa kehadiran Sora adalah sebuah anugerah dan keajaiban bagi dirinya. Ia memutuskan untuk membesarkan Sora seorang diri di Ubud, Bali.

Momen akhirnya kuat dan bangkit…

Proses menjadi seorang orangtua tunggal bukanlah hal yang mudah bagi Adeline. Ia mengalami banyak kesulitan baik secara fisik maupun mental. Adeline merasa terpuruk dan sakit secara fisik. Ia bahkan mengalami halusinasi seperti mendengar pintu rumahnya diketuk padahal tidak ada orang di sana.

Namun, Adeline tidak menyerah. Ia terus berjuang meskipun dalam keadaan yang sulit. Ia mengajar yoga setiap hari sebagai pekerjaannya, meskipun sedang hamil. Ia merasa seperti dilempar oleh semesta dan harus terus berjuang untuk hidupnya dan Sora. Adeline merasa bahwa jika ia tidak mampu berjuang, maka hidupnya akan selesai begitu saja. Meskipun ia merasa babak belur, Adeline terus berusaha bangkit dan melawan segala rintangan yang datang.

Apa kekhawatiran terbesar setelah mengambil keputusan tersebut?

Pada awalnya, Adeline merasa khawatir tentang bagaimana masyarakat akan menerima keputusannya menjadi seorang orangtua tunggal. Sebagai seorang pengajar yoga, Adeline merasa bahwa masyarakat mungkin tidak akan menerima keadaannya. Namun, Adeline memiliki alasan yang kuat untuk membuka diri tentang keadaannya.

Baca Juga:  Ide Kegiatan Seru untuk Ayah Bersama si Kecil

Ia ingin memberitahu orang-orang bahwa menjadi seorang orangtua tunggal bukanlah sesuatu yang tidak normal. Ia ingin mengubah persepsi masyarakat tentang keadaannya. Menurut Adeline, memiliki anak adalah sebuah berkat dari Tuhan dan tidak ada yang salah dengan keputusannya menjadi seorang orangtua tunggal. Ia menantang pandangan masyarakat yang menganggapnya rendah dengan mengatakan bahwa jika mereka menganggapnya rendah, maka Tuhan telah salah mengirim berkat kepadanya.

Alasan pindah ke Ubud

Adeline pernah bermimpi untuk tinggal di Ubud dan memiliki anak. Ia tidak memiliki pikiran tentang bagaimana menikah atau hamil, tetapi ia hanya ingin memiliki seorang anak. Oleh karena itu, ketika ia mengetahui bahwa ia hamil, Adeline merasa bahwa inilah saatnya untuk mewujudkan mimpinya.

Meskipun Adeline memiliki banyak kesempatan di Jakarta, ia memutuskan untuk pindah ke Bali karena ia ingin merawat anaknya dengan lebih baik. Ia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk mewujudkan mimpinya. Adeline tidak takut meninggalkan semua yang ia miliki di Jakarta dan hanya mengandalkan sedikit tabungan yang dimilikinya. Ia percaya bahwa semesta akan membukakan jalan baginya di Bali.

Bagaimana mengatur waktu

Sebagai seorang orangtua tunggal dan pengajar yoga, Adeline harus mampu mengatur waktu dengan baik. Pada awalnya, ia melakukan segala sesuatu sendirian. Namun, setelah beberapa bulan, ia mendapatkan bantuan dari seorang asisten rumah tangga. Dalam sehari, Adeline mengajar beberapa kelas yoga online, mengurus konten untuk website pribadinya, menjual singing bowl, dan mengurus pengiriman barang.

Adeline melibatkan Sora dalam hampir semua aspek kehidupannya. Ketika ia mengajar, ia membawa Sora bersamanya. Jika Sora menangis, Adeline memberitahu peserta kelas bahwa ia harus menenangkan anaknya terlebih dahulu. Bahkan saat mengirim paket, Adeline selalu membawa Sora bersamanya. Ia melibatkan Sora dalam setiap langkah hidupnya dan tidak melihatnya sebagai penghalang untuk maju.

Baca Juga:  Es Krim Buah Yang Nikmat dan Sehat

Sekarang, tantangannya seperti apa

Setelah beberapa bulan di Bali, Adeline merasa lebih mapan dan senang melihat perkembangan Sora. Namun, tantangan yang sekarang datang dari dalam dirinya sendiri. Adeline harus belajar mengelola dirinya sendiri dan menghadapi perasaan yang terkadang tidak menentu.

Terkadang, Adeline merasa sedih dan menginginkan kehadiran seorang ayah untuk Sora. Ia merasa bahwa memiliki pasangan akan membuatnya lebih mudah dalam mengurus anak dan bisa berbagi tanggung jawab. Namun, Adeline menyadari bahwa keinginannya tersebut hanyalah untuk memenuhi ego dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa banyak orangtua tunggal lainnya yang juga mengalami kesulitan tanpa adanya pasangan.

Dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang orangtua tunggal, Adeline telah belajar banyak tentang kekuatan diri dan tekad yang kuat. Ia tidak menyerah dalam menghadapi segala rintangan yang datang. Meskipun terkadang ia merasa sedih dan lelah, Adeline tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Sora.

Kisah Adeline Windy adalah bukti bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan rencana. Meskipun ia awalnya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang orangtua tunggal, ia mampu menghadapi tantangan tersebut dengan penuh keberanian dan keteguhan hati. Keputusannya untuk membesarkan Sora seorang diri adalah sebuah keajaiban dan dilimpahi kebahagiaan. Adeline adalah contoh inspiratif bagi banyak perempuan yang menghadapi situasi serupa. Ia membuktikan bahwa menjadi seorang orangtua tunggal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi awal dari sebuah petualangan baru yang memperkaya hidup.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com