8 Rekomendasi Suplemen Glutathione, Si Antioksidan dengan Segudang Manfaat


Glutathione digadang-gadang sebagai antioksidan yang powerful karena manfaatnya bagi kesehatan. Tapi, apa benar demikian? Mari kita cari tahu.

Glutathione adalah antioksidan yang diproduksi oleh hati dan sel-sel di dalam otak, terdiri dari tiga jenis asam amino: L-cysteine, glycine, dan L-glutamate. Sebagai antioksidan, ini membantu pembentukan dan perbaikan jaringan, detoksifikasi, produksi enzim dan hormon, dan memelihara sistem kekebalan tubuh Anda. Sayangnya, kadarnya dalam tubuh dapat berkurang akibat sejumlah faktor seperti gizi buruk, racun lingkungan, stres, dan bertambahnya usia.

Selain diproduksi secara alami oleh tubuh, zat ini juga bisa didapatkan melalui makanan tertentu (daging merah, ayam, ikan, brokoli, kembang kol, bawang putih, kunyit, jeruk, alpukat, pepaya) dan suplemen. Suplemen glutathione sering direkomendasikan untuk beberapa kondisi kesehatan, termasuk Alzheimer, penyakit jantung, dan kesehatan kulit (mencerahkan dan melawan tanda-tanda penuaan).

Glutathione memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh. Pertama, zat ini berperan dalam pembentukan DNA, bahan penyusun protein, dan sel. Kedua, glutathione juga mendukung fungsi kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih tahan terhadap serangan penyakit. Ketiga, glutathione membentuk sel sperma yang penting untuk kesuburan pria. Keempat, zat ini mampu menghancurkan radikal bebas yang dapat merusak sel dan menyebabkan penuaan dini. Kelima, glutathione membantu fungsi enzim tertentu yang berperan dalam metabolisme tubuh. Keenam, zat ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi vitamin C dan E, dua vitamin yang juga memiliki efek antioksidan. Ketujuh, glutathione dapat mengangkut merkuri keluar dari otak, sehingga berpotensi melindungi sistem saraf dari kerusakan yang disebabkan oleh logam berat. Kedelapan, glutathione membantu hati dan kantong empedu dalam mengatasi lemak yang masuk ke dalam tubuh. Kesembilan, glutathione secara teratur membantu proses apoptosis, yaitu proses kematian sel yang normal dan penting untuk pemeliharaan tubuh.

Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja, Yang Mana Pilihan Ibu?

Diyakini bahwa glutathione dapat melindungi tubuh dari berbagai masalah kesehatan. Beberapa kondisi yang dapat diatasi atau dicegah dengan glutathione antara lain arteri yang mengeras (aterosklerosis), penyakit Lyme, penyakit Alzheimer, sindrom kelelahan kronis, kolitis, kolesterol tinggi, osteoartritis, asma, katarak, diabetes, glaukoma, penyakit jantung, hepatitis, penyakit hati, penyakit Parkinson, dan gangguan penggunaan alkohol.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan mengonsumsi suplemen glutathione. Pertama, aktivitas antioksidan yang kuat dari zat ini mampu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan dapat merusak sel-sel tubuh, sehingga dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit. Dengan mengonsumsi suplemen glutathione, tubuh akan memiliki perlindungan tambahan terhadap efek merusak dari radikal bebas.

Selain itu, glutathione juga diyakini memiliki kemampuan untuk mencegah perkembangan kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan meringankan efek samping dari kemoterapi. Dalam sebuah studi tahun 2016 yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, para peneliti menemukan bahwa tingkat glutathione yang tinggi dalam darah dapat berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan kanker payudara.

Glutathione juga diketahui memiliki efek positif pada kesehatan hati. Penyalahgunaan alkohol, hepatitis, dan penyakit hati berlemak merupakan beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Namun, sebuah uji klinis tahun 2017 menyimpulkan bahwa glutathione dapat membantu mengobati penyakit hati berlemak nonalkohol karena sifat antioksidannya dan perannya dalam melakukan detoksifikasi. Selain itu, glutathione juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu mencegah resistensi insulin dan perkembangan diabetes tipe 2. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa orang dengan resistensi insulin cenderung memiliki kadar glutathione yang lebih rendah.

Baca Juga:  Alasan Santan untuk Ibu Hamil Patut Diwaspadai

Tidak hanya itu, glutathione juga diyakini dapat membantu mengobati gangguan spektrum autisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme memiliki tingkat glutathione yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki gangguan tersebut. Pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa suplemen atau suntikan oral glutathione dapat mengurangi beberapa efek autisme, termasuk perilaku berulang dan gangguan tidur.

Berbagai suplemen glutathione tersedia di pasaran. Beberapa merek yang direkomendasikan antara lain Quicksilver Scientific Glutathione Complex, Douglas Labs Liposomal Glutathione, Pure Encapsulations Liposomal Glutathione Softgels, Thorne-SR, Integrative Therapeutics Glutathione Cell Defense, Double Wood S-Acetyl L, ReadiSorb GO, dan Codeage Liposomal Glutathione. Setiap merek memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen glutathione. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan dosis yang dianjurkan dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Dalam kesimpulannya, glutathione merupakan antioksidan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Zat ini diproduksi secara alami oleh tubuh dan dapat juga diperoleh melalui makanan tertentu dan suplemen. Glutathione berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan, detoksifikasi, produksi enzim dan hormon, serta memelihara sistem kekebalan tubuh. Zat ini juga diyakini dapat melindungi tubuh dari berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker, penyakit hati, dan gangguan spektrum autisme. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen glutathione, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai dengan kebutuhan individu.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com