6 Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Cara Mengatasinya

Beberapa Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Terdapat beberapa macam gangguan tumbuh kembang anak yang bisa menimpa tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Terlambat berjalan

Bayi yang sudah berusia 8 bulan ke atas seharusnya sudah mulai belajar untuk berjalan. Namun, jika ia belum menunjukkan tanda-tanda tersebut, bisa jadi ia mengalami gangguan tumbuh kembang anak berupa terlambat berjalan. Bila terus terjadi hingga usianya 18 bulan dan masih belum ingin belajar berjalan, Bunda patut waspada.

Cara menangani: Ajak anak untuk lebih rajin bergerak, berikan stimulasi pada otot kakinya, atau bawa anak ke tempat terapi agar dapat ditangani dengan tepat. Selain stimulasi, pastikan asupan nutrisi si Kecil sudah prima.

Nutrisi prima yang dibutuhkan si kecil mencakup asupan tinggi DHA, 9 Asam Amino Esensial, dan ragam vitamin serta mineral yang dibutuhkan untuk memastikan si Kecil terhindar dari kelainan pertumbuhan tulang dan perkembangan otak.

Terlambat bicara

Ini adalah gangguan di mana anak yang memasuki usia sudah bisa mulai berbicara tetapi belum bisa bicara. Faktor penyebabnya bisa berupa kurang mendapat stimulasi dan dorongan, terlalu banyak menonton TV atau gadget, atau terjadi kelainan pada organ bicaranya.

Cara menangani: Orang tua bisa terus merangsang dan menstimulasi anak untuk latihan berbicara atau melakukan terapi wicara dengan ahlinya jika memang dirasa perlu.

Pastikan asupan vitamin, DHA, dan Omega 3&6 nya cukup untuk memaksimalkan perkembangan otak si Kecil termasuk kemampuan berbicara dan menyusun kata-kata.

Cerebral palsy

Cerebral palsy adalah sebuah gangguan tumbuh kembang anak yang sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Gangguan ini mengakibatkan anak mengalami cacat fisik, ketidaknormalan pertumbuhan sistem motorik, keterlambatan pertumbuhan, serta masalah gerakan.

Baca Juga:  Stimulasi Perkembangan Anak dengan Bermain Tarian Gajah

Si Kecil juga dapat mengalami keterlambatan, khususnya pada kemampuan dasar dan keterampilan hidup.

Cara menangani: Cerebral palsy merupakan jenis gangguan yang tidak bisa disembuhkan, tapi dapat ditangani dengan memperkenalkan beberapa kegiatan supaya anak bisa tumbuh mandiri. Ada juga alat yang bisa digunakan untuk membantu kemampuan fisiknya untuk berdiri, berjalan, dan lainnya.

Autisme

Autisme merupakan salah satu macam gangguan tumbuh kembang anak di mana ia sulit untuk bicara dan berinteraksi, menunjukkan tindakan emosional berlebihan, sulit memahami situasi, dan kadang menyebabkan anak mengalami gangguan yang lebih kompleks.

Cara menangani: Bawa anak ke dokter agar dapat diberikan tindakan lebih lanjut. Biasanya anak yang mengalami autis akan diberikan terapi untuk mendorong kemampuan bicara, komunikasi, dan untuk mengendalikan tingkah lakunya.

Selain stimulasi, dibutuhkan pola makan yang tepat untuk anak dengan autisme. Biasanya jenis pola makan yang dianjurkan adalah bebas gluten dan kasein yang bertujuan mengurangi gejala autis dan status gizi anak yang baik.

Down syndrome

Gangguan ini juga sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Anak yang menderita gangguan tumbuh kembang anak berupa down syndrome akan memiliki keterlambatan tumbuh kembang.

Sel kromosom 46 yang kurang sempurna dalam membelah dan menggandakan diri akan menyebabkan cacat fisik, merusak kemampuan sel motorik tubuh, serta kemampuan perkembangan. Selain itu, anak juga dapat menderita berbagai penyakit bawaan, seperti kelainan jantung dan cacat organ lainnya.

Cara menangani: Down syndrome juga tidak dapat disembuhkan dan ditangani, tapi anak bisa mendapatkan terapi untuk membuatnya memiliki berbagai keterampilan. Kesehatan organnya pun perlu diperiksa secara rutin untuk menjaganya tetap sehat.

Penuhi nutrisi anak yang memiliki gangguan ini dengan asupan yang mengandung lemak, vitamin C, dan serat untuk perkembangan otak serta daya tahan tubuhnya.

Baca Juga:  Sweet Seventeen, Dari KTP Hingga Pesta Ratusan Juta

Gangguan perawakan pendek

Ini adalah jenis gangguan dimana anak tidak tumbuh dengan baik sehingga menyebabkan ia memiliki tubuh yang pendek. Beberapa faktor penyebabnya bisa berupa kelainan kromosom, gangguan genetik, masalah sistemik, kelainan endokrin, hingga kekurangan gizi.

Cara menangani: tidak ada cara untuk menangani gangguan perawakan pendek, sehingga anak harus diterapi sejak dini. Namun untuk mencegahnya, penuhi nutrisi si Kecil dengan asupan tinggi kalsium dan 9 Asam Amino Esensial yang lengkap, ya!

Penyebab Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Tahap pertumbuhan dan perkembangan anak yang terganggu disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak:

Faktor keturunan

Beberapa jenis gangguan dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan yang ada dalam keluarga, seperti gangguan perawakan pendek. Ini menyebabkan kecepatan pertumbuhan yang tidak normal dan pertumbuhan tulang yang lebih lambat.

Kurangnya asupan nutrisi

Ketidakmampuan secara ekonomi membuat orang tua kurang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anak. Padahal nutrisi sangat diperlukan untuk tumbuh kembangnya. Saat anak kekurangan nutrisi, maka tumbuh kembangnya pun dapat terhambat.

Atau di lain sisi ada pula beberapa orang tua yang kurang memperhatikan kombinasi makanan yang diberikan untuk si Kecil. Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia sering kali mengutamakan ‘kenyang’ daripada gizi dan nutrisi yang seimbang. Sehingga secara tidak sadar, pemenuhan nutrisi anak di masa tumbuh kembangnya tidak terpenuhi dengan baik.

Masalah pertumbuhan konstitusional

Sering disebut dengan istilah pubertas yang tertunda, anak yang mengalami masalah pertumbuhan konstitusional sebenarnya terlahir dengan kondisi normal. Namun saat memasuki usia 1 tahun, pertumbuhannya mengalami keterlambatan dimana ia tidak memperoleh tahap pertumbuhan dengan baik.

Akibatnya, pertumbuhan tulangnya pun lambat, tinggi badannya cenderung lebih rendah, dan berbagai keterlambatan lainnya.

Baca Juga:  Melahirkan Lewat Metode Gentle Birth

Kegagalan pertumbuhan

Gangguan tumbuh kembang anak juga dapat terjadi saat anak mengalami kondisi gagal pertumbuhan yang bisa dilihat dari grafik tumbuh kembang anak. Kondisi ini sering terjadi saat berat badan ideal anak tidak dapat tercapai selama masa pertumbuhannya. Bayi yang terlahir prematur sangat rentan mengalaminya, sehingga harus diberikan perawatan yang terbaik.

Menderita penyakit dan kelainan

Beberapa penyakit kronis dapat mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak. Contohnya seperti gangguan sistem saraf, gangguan kesehatan pencernaan, gangguan peredaran darah, dan gangguan limfatik.

Gangguan sistem hormon

Anak yang menderita gangguan sistem hormon di dalam tubuhnya dapat mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti gangguan hipotiroidisme yang menyebabkan semua sistem pertumbuhannya terhambat.

Demikianlah informasi seputar gangguan tumbuh kembang anak yang penting untuk Bunda ketahui. Jika Bunda menemui adanya kelainan dan merasa khawatir, jangan ragu untuk membawanya ke dokter ya, Bu. Semakin cepat ditangani, maka semakin baik.

Selain itu, selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Peran 9AAE sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%. 9AAE dan DHA harus terpenuhi bersamaan. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com