4 Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

Pentingnya Memilih Popok Bayi Baru Lahir yang Tepat

Sebagai orang tua baru atau yang baru saja dikaruniai lagi buah hati, tentu permasalahan popok bayi baru lahir jadi salah satu yang membingungkan. Tentu hal ini dikarenakan kita tidak bisa sembarangan memilih; tapi ada banyak faktor yang menjadi pertimbangannya.

Apalagi perlu diingat, bayi baru lahir perawatannya tentu lebih karena kulit mereka masih sensitif. Si Kecil masih rentan mengalami masalah pada kesehatan kulit seperti ruam kulit, kemerahan, dan gatal-gatal. Nah, popok bayi baru lahir ini bisa jadi salah satu penyebab ruam karena si Kecil tidak cocok dengan jenis popok yang dipakainya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ruam popok adalah kemerahan di area bokong bayi yang memakai popok. Paling seringnya disebabkan iritasi karena kontak dengan bahan dari popok, atau bisa juga kontak dengan urin atau feses yang jarang dibersihkan. Makanya pengetahuan mengenai popok bayi baru lahir, penting untuk diketahui Bunda agar di kemudian hari tidak muncul masalah ini.

Pengetahuan mengenai popok bayi baru lahir ini tidak sekedar membeli langsung di toko atau secara online ya Bun. Seperti yang disebutkan di atas, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Apa Saja yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih Popok Bayi Baru Lahir?

Seperti yang Bunda mungkin sudah sadari, kulit bayi newborn pasti masih sangat sensitif. Itu sebabnya sebelum memilih popok bayi baru lahir penting untuk mengetahui hal-hal ini. Selain itu, ibu perlu hati-hati dalam merawatnya dan memilihkan popok bayi baru lahir termasuk dalam proses ini. Karena jika salah sedikit tentu bisa berbahaya dan imbasnya jadi masalah kesehatan.

Biasanya kulit si Kecil yang baru lahir warnanya masih kekuningan, bersisik atau mungkin bruntusan dengan bintik-bintik kecil. Kondisi ini terbilang wajar ya Bu. Karena ini artinya mereka sedang beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rahim Bunda dan tentunya membutuhkan waktu.

Saat baru lahir, si Kecil kulitnya tampak sangat merah atau cenderung keunguan. Jika mereka sudah mulai bernapas tentu akan berubah menjadi lebih cerah. Selain itu di beberapa jam saat dirinya lahir, tangan, kaki dan bibir si Kecil akan berwarna kebiruan. Ini masih alami terjadi karena sirkulasi darahnya belum berkembang. Selama tidak ada keluhan seperti sesak napas dan lemas ini tidak berbahaya ya Bu.

Baca Juga:  Cara Membuat Bubur Bayi Tanpa Menghilangkan Kandungan Gizinya

Selain itu, bayi yang baru lahir harus diperiksa kadar bilirubinnya setelah keluar dari rumah sakit pada usia 3-5 hari. Hal ini dikarenakan organ hatinya belum cukup matang untuk memproses atau membuang bilirubin ke saluran cerna. Sehingga beberapa bayi akan lahir dengan warna kuning saat mereka lahir.

Selain warna kulitnya, tekstur kulit bayi newborn masih sensitif dan cenderung terlihat tipis. Hal ini membuat mereka sering mengalami iritasi bahkan banyak yang mengalami biang keringat.

Belum lagi, kulit si Kecil masih akan mengelupas di beberapa minggu di awal. Proses ini untuk menggenapkan peluruhan vernix; atau lapisan tebal yang menyelubungi si Kecil selama di kandungan.

Tips Memilih Popok Bayi Baru Lahir

Nah, masuk dalam proses memilihkan popok bayi baru lahir untuk si Kecil nih Bun. Yang paling utama adalah Bunda perlu memperhatikan bahan dari popok tersebut. Apakah lembut juga menyerap dengan baik.

Jika dilihat secara umum, tentu popok bayi baru lahir yang banyak di pasaran menggunakan bahan yang aman untuk kesehatan si Kecil pada tiap lapisannya. Tapi ada juga beberapa bahan yang perlu dihindari ya Bun karena ada risiko kesehatan saat menggunakannya.

Untuk lebih rinci, mari disimak tips memilih popok bayi baru lahir berikut:

Bahan popok bayi baru lahir: Bunda perlu memilih popok yang dibuat dari bahan berkualitas. Perlu aman dan terasa nyaman saat si Kecil pakai. Popok terdiri dari beberapa bagian yang perlu diperhatikan:
– Pastikan bagian dalam popok lembut. Bunda bisa memastikannya dengan menyentuh bagian dalam popok menggunakan punggung tangan Bunda. Pastikan pula menggunakan bahan yang breathable.
– Pastikan bagian karet popok lembut dan tidak membuat iritasi. Selain itu harus elastis mengikuti bentuk tubuh bayi.
– Pastikan bagian luar popok memiliki indikator popok sudah penuh atau belum. Hal ini membantu Bunda karena si Kecil belum bisa memberi tahu apakah popoknya sudah penuh atau belum.
– Pilih tipe popok perekat dan bukan yang model celana. Pastikan dengan menyesuaikan tubuh bayi dan tidak meninggalkan bekas kerutan atau ruam di kulit si Kecil setelah memakainya.

Baca Juga:  Bu, Ini 7 Jenis Ruam Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Daya serap popok bayi baru lahir: Menurut Parent Central Network, merasa basah jadi penyebab utama kenapa si kecil tidak bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam. Jadi Bunda perlu memilih popok bayi baru lahir yang bisa menyerap urin dengan cepat dan tetap terasa kering pada si Kecil.
– Bunda bisa melakukan tes dengan menuangkan air hangat ke popok dan gunakan tisu toilet untuk menyekanya. Jika tisu basah maka daya serapnya kurang oke nih Bu. Pastikan setidaknya popok bayi baru lahir ini bisa menyerap selama 12 jam sesuai dengan waktu si Kecil untuk tidur.

Sesuaikan dengan usia si Kecil: Perlu menyesuaikan popok bayi baru lahir seiring dengan usia, berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, lingkar paha yang bertambah. Selain itu frekuensi dan jumlah urin jadi faktor penyesuaian popok juga. Dengan ukuran yang harus disesuaikan, ini akan mendukung kemudahan si Kecil seiring dengan perkembangan mereka dalam bergerak.

Pertimbangkan budget: Jika sudah memilih yang tepat, Bunda juga perlu mempertimbangkan hal yang ini nih.
– Bunda perlu mengetahui dan mencatat kebiasaan buang air si Kecil sehingga bisa mengestimasi berapa banyak popok yang dibutuhkan dalam satu bulan. Sehingga bisa tahu budget yang harus disiapkan dalam sebulan.
– Jika diperlukan, Bunda bisa membeli dalam kemasan kecil dulu untuk tes kecocokannya dengan si Kecil sebelum membelinya dalam jumlah yang banyak.

Langkah-langkah Mengganti Popok Bayi Baru Lahir

Mengganti popok bayi baru lahir juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan iritasi atau masalah kesehatan pada si Kecil. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Cuci tangan lebih dulu dengan air mengalir dan sabun. Jika dalam situasi tertentu tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer atau tisu basah sebagai pengganti.
2. Buka perekat popok yang kotor dengan perlahan. Tarik bagian depan popok dan turunkan ke bawah. Angkat pergelangan kaki si Kecil ke atas dengan perlahan dan tarik bagian depan popok. Lipat dan rekatkan, masukkan ke dalam plastik atau pembungkus, dan buang ke tempat sampah.
3. Bersihkan alat kelamin, anus dan lipatan paha si Kecil menggunakan tisu basah atau kapas basah hingga bersih. Pastikan juga membersihkan area kulit di sekitarnya. Setelah itu, keringkan area yang dibersihkan dengan tisu kering atau handuk lembut.
4. Pakaikan popok bersih; selipkan bagian belakang popok di bawah bokong si Kecil dan geser ke arah pinggang. Tarik bagian depan popok ke arah perut dan rekatkan.

Baca Juga:  Tradisi Unik Merawat Bayi di Berbagai Negara

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Bunda bisa mengganti popok bayi baru lahir dengan aman dan nyaman bagi si Kecil.

Kesimpulan

Memilih popok bayi baru lahir memang membutuhkan perhatian khusus dari para orang tua. Hal ini dikarenakan kulit bayi yang masih sensitif dan rentan mengalami masalah kulit. Dalam memilih popok, penting untuk memperhatikan bahan popok, daya serapnya, serta ukuran yang sesuai dengan usia dan perkembangan si Kecil. Selain itu, budget juga perlu diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan popok dalam satu bulan. Dengan memilih popok bayi baru lahir yang tepat dan menggantinya dengan cara yang benar, Bunda dapat menjaga kesehatan dan kenyamanan si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com