11 Jenis Sayuran untuk MPASI Si Kecil yang Bergizi Tinggi



11 Jenis Sayuran untuk MPASI Si Kecil yang Bergizi Tinggi

Dalam menyajikan jenis sayuran untuk MPASI si Kecil, Bunda perlu memerhatikan cara pengolahannya dengan tepat. Sebaiknya jenis sayuran untuk MPASI tersebut direbus, dikukus, atau dihaluskan menggunakan food processor terlebih dahulu agar dapat lebih mudah dikonsumsi oleh si Kecil.

Lantas, apa saja jenis sayuran yang bagus untuk MPASI si Kecil? Simak rekomendasinya di bawah ini, ya!

Brokoli
Brokoli termasuk jenis sayuran yang bagus untuk MPASI 6 bulan karena rendah kalori dan kaya nutrisi. Bahkan, brokoli disebut sebagai superfood karena mengandung beragam nutrisi, mulai dari protein, serat, vitamin K, vitamin C, vitamin B, kalium, zinc, dan lain sebagainya.

Kandungan nutrisi dalam brokoli bermanfaat sebagai antioksidan yang membantu melawan paparan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, menyehatkan pencernaan, membantu membentuk jaringan tubuh, dan lain-lain.

Wortel
Jenis sayuran untuk MPASI berikutnya yang bermanfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi adalah wortel. Selain dapat menambah warna makanan menjadi lebih menarik, wortel juga menyimpan beragam nutrisi yang tak kalah penting,

Wortel diketahui kaya akan kandungan protein, serat, vitamin A, beta karoten, vitamin K, kalium, zinc, magnesium, dan lain sebagainya.

Kandungan nutrisi itulah yang membuat wortel bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan kesehatan mata, dan lain-lain.

Bayam
Kandungan serat yang tinggi dalam bayam bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil, sehingga membantu ia terhindar dari sembelit atau konstipasi.

Selain itu, jenis sayuran untuk MPASI yang satu ini juga mengandung nutrisi lain, seperti protein, vitamin A, vitamin C, asam folat, kalsium, zat besi, zinc, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh si Kecil.

Nutrisi tersebut bermanfaat untuk mendukung kesehatan mata, melancarkan sirkulasi oksigen, membantu mencegah beragam penyakit, mendukung daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan tulang.

Labu siam
Rekomendasi jenis sayuran selanjutnya yang bisa Bunda olah untuk MPASI si Kecil yaitu labu siam. Siapa sangka ternyata labu siam mengandung sejumlah nutrisi penting, di antaranya protein, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, asam folat, dan zinc.

Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, jenis sayuran ini juga bermanfaat untuk membantu membunuh kuman di dalam usus sehingga pencernaan si Kecil jadi lebih sehat, serta membantu mencegah sembelit atau konstipasi.

Labu kuning
Tak kalah dengan labu siam, ternyata labu kuning juga termasuk jenis sayuran untuk MPASI lho, Bu. Labu kuning mengandung lemak dan kalori yang rendah, namun tinggi serat sehingga baik bagi pencernaan.

Baca Juga:  5 Posisi Seks di Kamar Mandi yang Aman dilakukan

Selain itu, jenis sayuran ini juga mengandung kalsium, kalium, vitamin A, vitamin C, dan lainnya yang mendukung daya tahan tubuh.

Buncis
Jenis sayuran untuk MPASI berwarna hijau ini pun bisa dijadikan alternatif lain ya, Bu. Sebab, buncis termasuk sayuran tinggi serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, zat besi, zinc, asam folat, sodium, dan lain-lain.

Itulah mengapa buncis bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan, mendukung perkembangan kognitif, meningkatkan fungsi tulang, dan lain sebagainya.

Kembang kol
Bunda juga bisa mengolah MPASI si Kecil yang berbahan dasar kembang kol karena jenis sayuran ini pun tak kalah bernutrisi dan bermanfaat lho. Selain tinggi serat dan mineral, kembang kol juga kaya antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Tak hanya itu, kembang kol juga dapat mendukung kesehatan tulang, mencegah kolesterol, mengontrol berat badan, membantu mencegah sembelit, dan lainnya.

Tomat
Sebenarnya tomat masuk ke dalam kategori buah-buahan, tetapi tak ada salahnya jika Bunda mengolah tomat dengan jenis sayuran lainnya ke dalam menu MPASI si Kecil.

Sebab, tomat dikenal sebagai buah yang rendah kalori dan lemak, serta tinggi vitamin dan mineral. Di balik banyaknya nutrisi tersebut, tomat bermanfaat untuk membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, menjaga kesehatan jantung, mendukung kesehatan kulit, dan lain sebagainya.

Ubi
Tak kalah dengan jenis sayuran untuk MPASI lainnya, ubi jalar juga mengandung beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan, seperti protein, serat, kalsium, sodium, zat besi, magnesium, vitamin A, beta karoten, vitamin C, kolin, dan nutrisi lain.

Itulah mengapa ubi jalar bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, mengendalikan gula darah, baik bagi pencernaan, dan lain-lain.

Timun Jepang
Timun Jepang atau kyuri termasuk jenis sayuran untuk MPASI yang bisa Bunda berikan untuk si Kecil dalam jumlah yang tepat. Bahkan, timun Jepang juga bisa jadi pengganti teether alami bagi bayi yang berusia 7-12 bulan karena sifatnya yang menenangkan rasa gatal di gusi saat tumbuh gigi.

Jenis sayuran ini mengandung protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalium, magnesium, dan mangan. Tak heran kalau timun Jepang bermanfaat untuk mencegah dehidrasi, melancarkan pencernaan, sebagai antioksidan, dan membantu mendukung daya tahan tubuh.

Kol
Kol juga bisa jadi alternatif saat Bunda memberikan MPASI kaya nutrisi untuk si Kecil. Meski dikenal sebagai jenis sayuran yang membuat perut kembung, tapi kol juga menyimpan manfaat lain.

Baca Juga:  6 Manfaat Santan di Menu MPASI

Salah satu sayuran yang bagus untuk MPASI ini dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung dan mata, hingga menurunkan risiko penyakit. Namun, Bunda juga harus memberikan kol sesuai batas normal dan tidak berlebihan.

Baca juga: Yuk, Perhatikan Tekstur MPASI Sesuai Usia Anak

Ragam Resep MPASI Berbahan Dasar Sayuran
Setelah mengetahui apa saja jenis sayuran yang bagus untuk MPASI, sudahkah Bunda memiliki bayangan akan mengolahnya seperti apa? Jika belum, yuk simak beberapa rekomendasi resep MPASI berbahan dasar sayuran berikut ini:

Bubur brokoli telur
Untuk si Kecil yang masih dalam tahap awal perkenalan MPASI atau berusia 6 bulan, Bunda perlu memberikan tekstur makanan yang halus dan lembut seperti bubur berbahan dasar sayuran. Bunda bisa menggunakan brokoli dengan tambahan telur sebagai protein yang bermanfaat untuk perkembangan otak si Kecil. Yuk, coba resepnya berikut ini:

Bahan-bahan:
1 buah telur, kocok lepas
100 gram brokoli yang sudah dipotong kecil-kecil
1 gelas kaldu ayam
Unsalted butter

Cara membuat:
Cuci brokoli hingga bersih
Rebus brokoli dengan kaldu ayam hingga matang, kemudian tuang kocokan telur sedikit demi sedikit
Tunggu hingga empuk, lalu haluskan hasil rebusan brokoli dan telur menggunakan food processor hingga teksturnya menyerupai puree
Bubur brokoli telur yang lezat dan bergizi siap disajikan untuk si Kecil.

Puding labu kuning
Si Kecil memasuki usia 8 bulan? Kini saatnya Bunda bisa memberikannya makanan dengan tekstur yang meningkat daripada usia sebelumnya. Resep MPASI berbahan dasar sayuran yang bisa Bunda coba buat adalah puding labu kuning. Berikut ini bahan-bahan yang diperlukan dan cara membuat puding labu kuning yang lezat dan bernutrisi tinggi:

Bahan-bahan:
1 buah labu kuning ukuran kecil yang telah dikukus
50 ml ASI atau susu pengganti ASI sesuai anjuran tenaga kesehatan
250 ml air
2 bungkus agar-agar tanpa rasa
Gula dan garam secukupnya
1 lembar daun pandan

Cara membuat:
Larutkan agar-agar dengan 250 ml ml, aduk hingga rata dan tuang ke dalam panci
Haluskan labu kuning yang sudah dikukus, lalu masukkan ke dalam panci berisi larutan agar-agar
Hidupkan kompor dalam api kecil, kemudian masak hingga 15 menit
Tambahkan 50 ml ASI atau susu pengganti ASI sesuai anjuran tenaga kesehatan dan gula serta garam sesuai selera
Masukkan daun pandan untuk menambah aroma pada puding labu kuning agar si Kecil tertarik
Aduk adonan puding hingga teksturnya sedikit mengental dan muncul gelembung
Setelah matang, tuang dalam cetakan puding dengan bentuk menarik seperti hewan atau buah-buahan
Masukkan ke dalam kulkas jika ingin rasanya lebih nikmat dan teksturnya lebih padat.

Baca Juga:  Mengenal Karakteristik Kognitif Anak Usia 3-6 Tahun

Setup wortel buncis
Saat si Kecil mulai memasuki usia yang tepat untuk pemberian finger food, Bunda bisa mengolah wortel yang kaya akan vitamin A menjadi setup. Berikut ini resep membuat setup wortel yang lezat dan bergizi:

Bahan-bahan:
2 buah wortel, kupas kulitnya
Garam secukupnya
Air secukupnya
Minyak kelapa secukupnya

Cara membuat:
Cuci bersih wortel dan potong kecil-kecil dengan bentuk memanjang
Rebus air sampai mendidih, kemudian masukkan wortel
Angkat wortel setelah 5 menit, lalu masukkan ke dalam air es
Panaskan secukupnya minyak kelapa, kemudian tumis wortel
Tambahkan garam dan aduk hingga rata. Masak selama kurang lebih 3 menit sambil terus diaduk
Setup wortel yang menyehatkan siap disajikan untuk si Kecil.

Bu, itulah beberapa rekomendasi jenis sayuran untuk MPASI dan beberapa resep yang bisa Bunda coba Bunda kreasikan. Selain itu, pastikan Bunda terus memberikannya ASI karena ASI masih diperlukan hingga si Kecil berusia 2 tahun.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com