Waspada Campak pada Bayi, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya



Waspada Campak pada Bayi, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Campak pada bayi merupakan penyakit yang perlu diwaspadai oleh para ibu. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memahami gejala dan cara mengatasinya agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara detail tentang campak pada bayi, termasuk jenis-jenisnya, gejala yang muncul, penyebabnya, serta cara mengatasinya.

Jenis-jenis Campak pada Bayi

Campak pada bayi dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis berdasarkan virus penyebabnya. Pertama adalah campak bayi (roseola infantum), yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui udara. Gejala campak bayi hampir sama dengan campak Jerman (rubella), namun umumnya menyerang bayi berusia 6-12 bulan. Jenis campak ini tidak akan berbahaya selama penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Kedua adalah campak Jerman (rubella), yang disebabkan oleh virus rubella yang menyebar melalui udara yang terkontaminasi oleh batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi. Campak Jerman biasanya menyerang anak usia lebih besar atau orang dewasa. Gejalanya dapat muncul setelah 2-3 minggu terinfeksi, seperti demam, nyeri otot, ruam merah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ketiga adalah campak rubeola, yang disebabkan oleh virus rubeola yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau melalui udara. Virus ini dapat hidup di udara selama dua jam, sehingga bayi dapat tertular jika berada di ruangan yang sebelumnya ditempati oleh penderita. Gejala campak rubeola antara lain batuk, pilek, suhu tubuh tinggi, sensitif terhadap cahaya, dan muncul ruam merah setelah 15 hari.

Gejala Campak pada Bayi

Gejala campak pada bayi umumnya muncul 1-2 minggu setelah terinfeksi virus. Si Kecil akan mengalami demam tinggi, batuk kering, mata merah dan berair, bersin, sensitif terhadap cahaya, dan nafsu makan berkurang. Pada hari ke-3 atau ke-4, gejala tersebut akan semakin muncul, disertai dengan munculnya bintik-bintik putih keabuan pada mulut dan leher si Kecil. Selanjutnya, muncul ruam merah yang dimulai di daerah sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga:  Bu, Ini 5 Penyebab Mulut Pahit Saat Hamil

Ruam merah tersebut biasanya akan bertahan selama 5-6 hari, sedangkan gejala demam umumnya mulai turun pada hari ke-3 setelah munculnya ruam. Penting bagi ibu untuk segera membawa si Kecil ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Penyebab Campak pada Bayi

Campak pada bayi disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan yang menyebar ke seluruh tubuh. Virus penyebab campak termasuk dalam keluarga paramyxovirus dan dapat bertahan di udara dan permukaan selama lebih dari 2 jam. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung dan percikan air di udara yang berasal dari ludah, batuk, dan bersin penderita. Selain itu, bayi juga dapat tertular jika menyentuh barang yang terkontaminasi virus.

Penyakit Komplikasi Akibat Campak pada Bayi

Bayi yang memiliki daya tahan tubuh lemah rentan terhadap penyakit campak. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, campak pada bayi dapat menyebabkan komplikasi yang parah bahkan kematian. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat campak pada bayi antara lain muntah dan diare hebat, radang paru-paru (pneumonia), dan radang otak (ensefalitis) yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan menurunnya kesadaran.

Cara Mengatasi Campak pada Bayi

Meskipun campak pada bayi umumnya dapat sembuh sendiri tanpa obat-obatan, penting bagi ibu untuk melakukan pertolongan pertama dan penanganan yang tepat. Beberapa cara mengatasi campak pada bayi antara lain adalah mencukupi cairan si Kecil, memberikan istirahat yang cukup, memberikan makanan yang bergizi, membatasi kontak dengan lingkungan luar, mandikan si Kecil secara rutin sesuai jadwal, dan memberikan imunisasi MMR.

Mencukupi cairan si Kecil sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Jika bayi masih menyusui, ibu perlu meningkatkan pemberian ASI. Namun, jika sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI, ibu dapat memberikan cairan tambahan seperti air putih, jus buah, atau susu formula sesuai anjuran dokter. Selain itu, si Kecil juga perlu istirahat yang cukup agar daya tahan tubuhnya dapat meningkat.

Baca Juga:  Waspadai Hamil Anggur, Kenali Penyebab dan Ciri-cirinya

Pemberian makanan yang bergizi sangat penting dalam mengatasi campak pada bayi. Pastikan ibu memberikan makanan yang seimbang dan mengandung sumber protein hewani seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. Jika tidak dapat memberikan ASI, ibu dapat memberikan susu formula yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (AAE) sesuai anjuran dokter.

Selain itu, ibu juga perlu membatasi kontak si Kecil dengan lingkungan luar untuk menghindari penularan penyakit kepada anak lain. Mandikan si Kecil secara rutin sesuai jadwal untuk menjaga kebersihan dan mengurangi rasa gatal akibat ruam. Jika ada saudara yang belum mendapatkan imunisasi campak, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu untuk mencegah penularan.

Imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella) sangat penting dalam mencegah campak pada bayi. Imunisasi ini dapat diberikan mulai usia 9 bulan dan disarankan untuk mendapatkan dua dosis vaksin. Bunda dan ayah juga perlu mendapatkan imunisasi ini untuk mencegah penularan campak pada bayi.

Kesimpulan

Campak pada bayi adalah penyakit yang perlu diwaspadai oleh para ibu. Gejala campak pada bayi antara lain demam tinggi, batuk kering, mata merah dan berair, serta ruam merah pada tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyebar melalui udara dan kontak langsung. Campak pada bayi dapat menyebabkan komplikasi yang serius, oleh karena itu penting untuk mengatasi penyakit ini dengan tepat.

Beberapa cara mengatasi campak pada bayi antara lain mencukupi cairan si Kecil, memberikan istirahat yang cukup, memberikan makanan yang bergizi, membatasi kontak dengan lingkungan luar, mandikan si Kecil secara rutin, dan memberikan imunisasi MMR. Penting bagi ibu untuk memperhatikan gejala awal campak pada bayi dan segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Holiday Camp yang Menginap untuk Anak Usia 7-12 Tahun

Demikianlah penjelasan mengenai campak pada bayi, gejala yang muncul, penyebabnya, serta cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para ibu. Tetaplah waspada terhadap campak pada bayi dan jaga kesehatan si Kecil dengan baik.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com