Saat Mertua Merongrong Jatah Bulanan, Harus Bagaimana?


Bagaimana Menghadapi Mertua yang Merongrong Jatah Bulanan?

Dalam kehidupan pernikahan, tidak jarang masalah antara menantu dan mertua muncul. Salah satu masalah yang sering muncul adalah masalah sensitif-keuangan. Bagaimana menghadapi mertua yang merongrong jatah bulanan? Pertanyaan ini seringkali membuat banyak orang bingung. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai masalah ini dengan gaya bahasa formal.

Masalah ini seringkali membuat banyak orang merasa terbebani. Mereka ingin memberikan jatah bulanan kepada mertua, namun kondisi keuangan keluarga sudah sangat mepet. Mereka tidak ingin mengganggu cash flow keluarga, namun sulit untuk menolak permintaan mertua. Hal ini sering membuat mereka merasa gerah.

Saya sendiri tidak memiliki pengalaman dengan ibu mertua, sehingga tidak pernah merasakan langsung masalah ini. Namun, berdasarkan cerita teman-teman dan curhatan para Bunda di forum, saya dapat memahami bahwa banyak yang merasa terbebani dengan permintaan jatah bulanan dari mertua. Mereka merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga inti, apalagi jika mertua meminta jatah bulanan di luar kemampuan keluarga. Hal ini bisa menjadi masalah besar, bahkan bisa berujung pada pertengkaran dan perceraian.

Psikolog Keluarga, Ayank Irma Gustiana Andriani, mengakui bahwa masalah seperti ini memang banyak dialami oleh pasangan. Ia bahkan menyebutkan bahwa ada yang sampai bercerai karena masalah ini. Untuk menghindari masalah yang lebih besar, Irma memberikan beberapa kiat yang bisa diterapkan.

Pertama, kita perlu berdamai dengan perasaan. Meskipun terkadang sulit, kita perlu memahami bahwa ibu mertua adalah orang yang penting dalam hidup suami. Kita perlu belajar memahami kehadirannya, meskipun terkadang tuntutan-tuntutan yang berlebihan atau intervensi yang dilakukan bisa membuat kita kesal. Namun, kita perlu mencoba untuk menyelami perasaannya.

Baca Juga:  7 Mitos dan Fakta Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki di Trimester Pertama

Kedua, kita perlu belajar menyukai ibu mertua dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Meskipun tidak mudah, kita perlu menunjukkan usaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan ibu mertua. Hal ini akan membuat suami merasa dihargai.

Ketiga, kita perlu tetap bersikap sopan di hadapan mertua. Meskipun terkadang sulit untuk menahan diri, kita perlu menghindari mengkritik sikap mertua. Kita perlu mengingat bahwa ibu mertua juga sama berharganya dengan perempuan yang melahirkannya. Kita tidak ingin membuat suami merasa sulit dalam menghadapi situasi yang sulit.

Keempat, kita perlu tetap bersikap baik dan mencoba mengenal ibu mertua lebih dalam. Sebagai menantu, tidak ada salahnya untuk mencari tahu hal-hal yang pernah mertua alami, baik itu hal yang disukai maupun tidak disukai. Mungkin ibu mertua merasa tidak nyaman atau merasa kehilangan sesuatu, sehingga ia selalu ingin intervensi terhadap perkawinan anaknya. Dengan mencari tahu lebih banyak tentang dirinya, kita bisa lebih mengerti dan memahami sikap dan tindakannya.

Kelima, kita perlu memberikan kesempatan kepada ibu mertua untuk memiliki waktu hanya berdua dengan anaknya atau suami. Misalnya, kita bisa mengatur jadwal agar ibu mertua bisa bertemu dengan anak atau suami kita secara berkala. Hal ini akan membuat ibu mertua merasa dihargai dan diperhatikan.

Keenam, kita perlu bersikap asertif. Dalam menghadapi masalah ini, kita perlu membuat masalah menjadi lebih jelas sehingga bisa diklarifikasi. Kita bisa menggunakan teknik broken record, yaitu mengulang kembali sebagai pengingat bahwa apa yang dikatakannya tidak benar. Misalnya, kita bisa mengatakan dengan sopan, “Maaf Ma, untuk masalah uang bulanan sudah dibahas kemarin ya, Ma.”

Ketujuh, jika merasa tidak nyaman, kita perlu bicarakan masalah ini dengan pasangan. Masalah pemberian uang bulanan biasanya menjadi hak suami sebagai anak, sehingga kita perlu bicarakan dengan pasangan agar suami bisa memahami kondisi yang terjadi. Kita bisa membicarakan fakta dengan memberikan contoh apa yang terjadi, namun kita harus memilih momen yang tepat dan dalam keadaan yang tenang.

Baca Juga:  ASI untuk Bayi, Manfaat Baik dan Informasi Nutrisi

Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan dalam menghadapi mertua yang merongrong jatah bulanan. Saya harap tulisan ini dapat memberikan gambaran dan solusi bagi mereka yang mengalami masalah serupa. Selalu ingat, dalam menghadapi masalah ini, komunikasi dan pengertian adalah kunci utama. Semoga pernikahan dan hubungan dengan mertua bisa tetap harmonis dan bahagia.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com