Penyakit Celiac, Apakah Itu?

Penyakit Celiac, Apakah Itu?

Apa kabar si Kecil, Bu? Apakah si Kecil saat ini sudah makan dengan lahap? Betapa bahagianya ya, jika si Kecil bisa tumbuh optimal dengan paduan gizi seimbang yang diberikan. Apalagi, jika si Kecil tidak mengalami masalah pencernaan atau pantangan makanan tertentu.

Ngomong-ngomong soal itu, saya jadi teringat pertemuan dengan teman lama beberapa hari lalu. Ia menceritakan kondisi si Kecil yang menurun usai mengonsumsi jenis makanan tertentu. Pada awalnya dia mengira si Kecil hanya menderita penyakit biasa. Namun, ternyata ia menderita Celiac!

Apa Itu Penyakit Celiac?

Celiac merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap gluten. Gluten adalah jenis protein yang umumnya dapat Bunda temukan di beberapa bahan makanan seperti gandum, barley, dan beberapa jenis biji-bijian. Nah, Celiac ini adalah respon imun tubuh si Kecil yang menolak kandungan gluten sehingga dapat merusak ususnya.

Sayangnya, sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti apa penyebab Celiac. Namun, jika ada salah seorang anggota keluarga Bunda yang mengalami Celiac, kemungkinan besar gen celiac ini akan menurun pada si Kecil. Oleh karena itu, ada baiknya jika Bunda mengingat-ingat apakah ada anggota keluarga yang menderita Celiac.

Seperti Apa Gejalanya?

Secara fisik, ada beberapa gejala yang si Kecil tunjukkan jika ia sensitif terhadap gluten, Bu. Meski sering keliru dengan penyakit lainnya, Bunda dapat memperhatikan apakah si Kecil mengalami hal berikut setelah mengonsumsi sesuatu.

Masalah pencernaan. Perut si Kecil kemungkinan besar akan terasa kembung karena penuh dengan gas. Beberapa anak juga mengalami diare ketika terserang Celiac. Hal ini dikarenakan usus si Kecil kesulitan menyerap nutrisi yang dikonsumsi.
Masalah berat badan. Minimnya nutrisi yang diserap usus si Kecil membuat berat badannya menurun drastis atau tidak naik dalam periode tertentu. Biasanya, hal ini juga diikuti dengan tinggi badannya yang tidak bertambah.
Aktivitas menurun. Kesulitan usus menyerap nutrisi juga membuat tubuh si Kecil lemas, Bu. Umumnya, ia akan malas beraktivitas karena merasa kekurangan tenaga meski sudah makan dalam porsi cukup besar. Selain itu, si Kecil juga dapat merasa kesemutan di bagian kaki ketika mengalami Celiac.

Baca Juga:  Yuk Simak Kondisi Mata Merah pada Si Kecil dan Cara Menanganinya

Jika Bunda menemukan gejala-gejala di atas, ada baiknya untuk memeriksakan si Kecil ke tenaga medis seperti dokter. Dokter nanti akan memutuskan apakah si Kecil positif menderita Celiac atau ada alergi hal lain.

Bagaimana Cara Menanganinya?

Umumnya, untuk mengatasi Celiac, si Kecil harus menghindari makanan yang mengandung gluten seperti gandum, barley, oats, dan jenis biji-bijian lain. Lewat cara ini, kondisi kesehatan si Kecil akan meningkat secara perlahan dan kembali seperti semula, Bu. Cara ini juga disebut sebagai diet bebas gluten (free gluten diet).

Selain menghindari jenis makanan tersebut, Bunda juga dapat memeriksa kandungan yang terdapat dalam makanan si Kecil, Bu. Jika tertulis gluten free atau bebas gluten, berarti makanan tersebut aman untuk dikonsumsi si Kecil.

Jadi bagaimana Bu, apakah sudah memperhatikan kandungan dalam makanan yang dikonsumsi si Kecil? Si Kecil bisa tetap tumbuh dan berkembang maksimal jika kita memperhatikan nutrisi sesuai kebutuhannya ya, Bu. Jadi, tak perlu khawatir Celiac-nya kambuh kembali jika telah mengonsumsi makanan bebas gluten. Tetap semangat menjaga nutrisi si Kecil, yuk, Bu!

Penyakit Celiac memang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang yang menderitanya. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang penyakit ini dan upaya untuk menjaga pola makan yang bebas gluten, si Kecil dapat tetap sehat dan tumbuh dengan optimal. Selalu perhatikan apa yang dikonsumsi oleh si Kecil dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan. Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Bunda dan membantu dalam menjaga kesehatan si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com