Penting, Inilah 8 Tips Memilih Baby Sitter untuk Anak

Penting, Inilah 8 Tips Memilih Baby Sitter untuk Anak

Mengasuh anak merupakan tanggung jawab yang besar bagi orang tua. Namun, terkadang kesibukan orang tua dalam bekerja membuat mereka membutuhkan bantuan dari seorang baby sitter. Memilih baby sitter yang tepat untuk anak tidaklah mudah. Beberapa kasus penganiayaan dari pengasuh kepada anak asuhnya membuat orang tua semakin waspada dalam memilih baby sitter. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas 8 tips memilih baby sitter yang aman dan terpercaya untuk anak.

1. Sudah Pernah Memperoleh Pelatihan Kerja

Pertama-tama, pastikan calon baby sitter sudah pernah mendapatkan pelatihan dalam mengasuh anak dengan tepat. Seorang baby sitter yang telah dilatih secara profesional akan lebih baik dalam mengasuh anak. Mereka tidak hanya mengasuh anak secara asal-asalan, tetapi juga bisa mengajari anak berbagai macam hal. Selain itu, baby sitter yang pernah dilatih untuk kondisi medis atau keadaan darurat, seperti mengobati anak yang sakit atau terluka, juga lebih diutamakan.

2. Mempunyai Pengalaman Kerja yang Bagus

Pengalaman kerja menjadi salah satu hal yang penting dalam memilih baby sitter. Seorang baby sitter yang memiliki pengalaman mengasuh anak tentu akan lebih terampil dan terbiasa dengan pekerjaannya. Sebelum mempekerjakan baby sitter, periksa dengan seksama pengalaman kerja calon baby sitter tersebut. Mintalah kontak sebagai referensi dari orang yang pernah mempekerjakannya. Jika mendapat informasi yang baik, maka calon baby sitter tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk dipilih.

3. Pilih Pengasuh Rekomendasi dari Pihak yang Terpercaya

Saat ini sudah banyak yayasan yang menyalurkan baby sitter secara terpercaya. Pengasuh yang disalurkan oleh yayasan tersebut sudah dilatih dan tidak sembarangan. Selain itu, Bunda juga bisa meminta rekomendasi pengasuh dari orang yang terpercaya, seperti teman, kerabat, atau tetangga yang pernah memakai jasanya. Mintalah setidaknya tiga orang yang dapat dimintai keterangan tentang pengasuh tersebut agar Bunda dapat melihat kinerjanya di tempat ia bekerja sebelumnya.

Baca Juga:  8 Cara Efektif Mengatasi Anak Hiperaktif

4. Pandai dan Nyaman Saat Berinteraksi dengan Anak-anak

Tidak semua orang pandai dan nyaman saat berinteraksi dengan anak-anak. Setelah Bunda mewawancarai calon baby sitter dan merasa cocok, jangan buru-buru mempekerjakannya. Lakukanlah sesi percobaan terlebih dahulu untuk melihat apakah baby sitter tersebut benar-benar mahir dalam merawat anak. Minta baby sitter untuk bermain dan mengasuh anak selama beberapa saat. Perhatikan bagaimana baby sitter berinteraksi dengan anak. Jika baby sitter terlihat menikmati pekerjaannya dan anak Bunda juga terlihat nyaman bersamanya, maka calon baby sitter tersebut bisa menjadi pilihan yang tepat.

5. Melihat Rasa Tanggung Jawabnya

Rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh calon baby sitter. Untuk melihat apakah baby sitter tersebut bertanggung jawab, Bunda dapat menjadwalkan wawancara secara langsung dengannya. Jika baby sitter datang tepat waktu, hal tersebut menandakan bahwa ia merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Artinya, ia akan bekerja dengan tanggung jawab dalam mengasuh anak Bunda.

6. Lakukan Tes Kepribadian

Untuk melihat apakah calon baby sitter memiliki perilaku yang baik dan aman bagi anak, Bunda dapat melakukan tes kepribadian terhadapnya. Berikan tes menggunakan buku atau website psikologi yang mudah didapat. Dari tes tersebut, dapat diketahui apakah calon baby sitter cenderung emosional, kasar, atau labil yang dapat membahayakan anak.

7. Tetap Berikan Pengawasan

Setelah memilih baby sitter yang tepat, Bunda perlu memberikan pengawasan pada baby sitter dalam beberapa hari pertama bekerja. Beritahukan rincian tugas, hal-hal yang menyangkut anak (kesukaan, makanan, alergi, serta hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan), nomor telepon yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat, dan tempat ia dapat meminta bantuan ketika membutuhkan pertolongan. Jika Bunda tidak dapat mengawasi secara langsung, mintalah bantuan pengawasan dari keluarga terdekat, seperti orang tua atau saudara kandung.

Baca Juga:  Merk Kosmetik Berbahaya Menurut BPOM RI, Waspada dan Hindari!

8. Terapkan Peraturan

Untuk memastikan baby sitter dapat bekerja dengan baik, Bunda perlu menerapkan beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Misalnya, menentukan waktu mulai bekerja, waktu istirahat, dan larangan menggunakan ponsel saat sedang bekerja agar baby sitter dapat fokus mengasuh anak. Tulislah peraturan tersebut pada sebuah kertas dan tempel di tempat yang mudah terlihat.

Dengan menerapkan tips di atas, Bunda dapat memilih baby sitter yang aman dan terpercaya untuk anak. Memilih baby sitter memang tidak mudah, tetapi melalui tips ini, Bunda dapat memastikan bahwa baby sitter yang dipilih dapat membantu merawat buah hati Bunda dengan baik saat Bunda sedang bekerja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda dan keluarga.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com