Ibu Wajib Tahu Dampak Stunting pada Si Kecil

I. Pengertian Stunting

Stunting pada anak adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat asupan gizi yang kurang memenuhi standar dalam waktu yang lama. Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia berada di urutan ke-5 negara dengan jumlah anak yang mengalami stunting. Dampak stunting pada anak sangat berpengaruh pada kecerdasannya di kemudian hari. Stunting bisa terjadi sejak anak masih dalam kandungan dan efeknya baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Anak yang mengalami stunting umumnya tidak mendapatkan asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi pada usianya, sehingga pertumbuhannya menjadi kurang optimal.

Menurut UNICEF, stunting pada anak dapat diukur dengan melihat persentase anak usia 0 hingga 59 bulan dengan tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak dari WHO. Selain mempengaruhi pertumbuhan fisik, dampak stunting pada anak juga berhubungan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan mental dan belajar anak, serta dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti obesitas, hipertensi, kematian akibat infeksi, dan diabetes.

Penyebab terjadinya stunting pada anak antara lain rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan. Faktor-faktor tersebut dapat menghambat penyerapan gizi dalam tubuh anak, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terhambat.

II. Dampak Stunting pada Tumbuh Kembang Anak

Dampak stunting tidak bisa dianggap remeh karena dapat berdampak jangka pendek maupun jangka panjang pada tumbuh kembang anak. Dalam jangka pendek, stunting dapat mempengaruhi tinggi badan dan perkembangan anak. Namun, bahaya stunting pada anak tidak berhenti di sini saja. Ada beberapa dampak jangka panjang stunting yang perlu diwaspadai, antara lain:

Baca Juga:  Bu, Ini Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan

1. Kesulitan belajar
Dampak stunting pada perkembangan kognitif anak dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam belajar. Stunting dapat mengganggu pemusatan konsentrasi anak sehingga anak sulit fokus dalam belajar.

2. Kekebalan tubuh melemah
Stunting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, sehingga anak lebih rentan terkena penyakit. Asupan nutrisi yang buruk dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan, sehingga anak lebih mudah terserang penyakit infeksi.

3. Risiko penyakit tidak menular
Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit tidak menular saat dewasa, seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Stunting dapat berdampak pada kesehatan anak hingga masa dewasa.

III. Gejala Anak Mengalami Stunting

Stunting berkembang dengan proses yang lambat dan kumulatif, sehingga sulit untuk mengidentifikasi secara langsung. Namun, ada beberapa gejala yang dapat menjadi tanda anak mengalami stunting, antara lain:

1. Proporsi tubuh anak tampak normal, namun terlihat lebih muda atau kecil untuk anak seusianya.
2. Pertumbuhan tulang tertunda.
3. Tinggi badan anak lebih pendek untuk anak seusianya.
4. Berat badan anak lebih rendah untuk anak seusianya.

IV. Cara Mencegah Stunting

Pencegahan stunting pada anak dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat dilakukan:

1. Bunda hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan.
2. Bunda hamil juga perlu mengonsumsi suplemen penambah darah dan rutin melakukan kontrol kehamilan.
3. Setelah bayi lahir, berikan ASI eksklusif selama 6 bulan.
4. Setelah usia 6 bulan, berikan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan tekstur yang sesuai usia anak.
5. Bunda perlu mencari informasi mengenai makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada anak sesuai usianya.
6. Berikan anak asupan gizi yang cukup, terutama protein dan kalsium.
7. Hindari memberikan makanan berlebihan yang mengandung gula.

Baca Juga:  Jika si Kecil Mudah Cemburu

V. Efek Stunting

Stunting memiliki beberapa efek pada anak, antara lain:

1. Pertumbuhan anak terhambat, di mana tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan rata-rata pertumbuhan anak seusianya.
2. Ukuran lingkar kepala anak lebih kecil dari ukuran normal anak seusianya, menandakan bahwa otak tidak berkembang dengan baik.
3. Kemampuan mental dan belajar anak menjadi kurang optimal.
4. Anak cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari teman seusianya.
5. Anak dapat mengalami masalah berat badan, baik terlalu kurus maupun kegemukan.
6. Anak lebih rentan terhadap penyakit.

Dalam menghadapi masalah stunting pada anak, peran Bunda sangatlah penting. Bunda perlu memberikan asupan gizi yang seimbang kepada anak, memberikan pendidikan gizi yang baik, dan memastikan lingkungan anak bersih dan sehat. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan angka stunting pada anak dapat terus menurun dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com