Menyusui Saat Berpuasa

Menyusui Saat Berpuasa: Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil dan Bunda

Pada bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang sudah baligh dan sehat secara fisik maupun mental. Namun, bagaimana dengan ibu menyusui? Apakah mereka juga diperbolehkan untuk berpuasa?

Menurut agama Islam, ibu menyusui sebenarnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Hal ini dikarenakan menyusui merupakan tanggung jawab yang sangat penting bagi ibu dalam memberikan nutrisi dan makanan terbaik untuk bayinya. Namun, jika ibu menyusui ingin tetap berpuasa, hal tersebut juga diperbolehkan asalkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Yang terpenting adalah memperhatikan asupan makanan agar produksi ASI tetap terjaga dan kebutuhan zat gizi si kecil tetap terpenuhi.

Asupan Nutrisi dan Energi yang Cukup

Meskipun jadwal makan berubah selama bulan puasa, kebutuhan energi dan zat gizi ibu menyusui tetap harus terpenuhi. Menurut ahli gizi, ibu menyusui memerlukan tambahan asupan harian sebanyak 330 kalori pada 6 bulan pertama menyusui dan 400 kalori pada 6 bulan kedua menyusui. Selain itu, kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, dan serat juga harus tercukupi.

Untuk itu, ibu menyusui sebaiknya tetap makan 3 kali sehari, yaitu saat berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur. Meskipun waktu makan terbatas, usahakan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, dan kentang dapat memberikan energi yang tahan lama. Protein seperti daging, ikan, telur, dan tahu dapat membantu memperbaiki dan membangun sel-sel tubuh. Lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan ikan salmon dapat memberikan nutrisi penting bagi perkembangan otak bayi. Sedangkan serat dari sayuran dan buah-buahan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Baca Juga:  Bila Diabetes Mengusik Kehamilan

Asupan Cairan yang Cukup

Selain asupan nutrisi, ibu menyusui juga perlu memperhatikan asupan cairan yang cukup. Selama puasa, tetaplah minum air putih sebanyak 2 liter per hari. Air putih sangat penting untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Selain itu, konsumsi juga segelas susu saat sahur dan menjelang tidur. Susu mengandung banyak nutrisi penting seperti kalsium, vitamin D, dan protein yang baik untuk ibu menyusui. Minum susu juga dapat membantu melengkapi kebutuhan cairan serta mencegah anemia pada ibu menyusui. Saat berbuka, disarankan untuk memulainya dengan minuman hangat seperti air jahe atau teh hangat untuk membantu merangsang produksi ASI.

Cukup Istirahat dan Tetap Menyusui

Selama bulan puasa, ibu menyusui mungkin akan merasa lebih lelah dan haus. Setelah berbuka, sebaiknya ibu menyusui beristirahat sejenak untuk mengembalikan energi tubuh. Istirahat yang cukup sangat penting agar tubuh ibu tetap bugar dan produksi ASI tetap lancar. Selain itu, tetaplah menyusui si kecil dengan rajin dan konsisten. Semakin sering ibu menyusui, semakin banyak produksi ASI yang dihasilkan. Jadi, jangan ragu untuk menyusui bayi secara langsung atau menggunakan pompa ASI jika ibu bekerja. Memerah ASI di tempat kerja juga dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Konsultasikan dengan Dokter atau Ahli Gizi

Jika ibu menyusui masih ragu atau memiliki kekhawatiran tertentu tentang berpuasa saat menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Mereka dapat memberikan saran dan panduan yang sesuai dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Setiap ibu memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga penting untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

Kesimpulan

Berpuasa saat menyusui adalah pilihan yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui, asalkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Untuk menjaga kesehatan dan kualitas ASI, ibu menyusui perlu memperhatikan asupan nutrisi yang cukup, asupan cairan yang cukup, istirahat yang cukup, dan tetap rajin menyusui. Jika masih ragu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi ibu menyusui, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Tua dan Dewasa Itu Berbeda