Ibu Wajib Tahu! Ini Gejala Anak Kekurangan Zat Besi

Manfaat Zat Besi untuk Tumbuh Kembang Anak

Zat besi merupakan mineral yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Zat besi memiliki peran yang sangat vital dalam tubuh, terutama dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin ini merupakan bagian dari sel darah merah yang ada dalam darah anak. Jika anak kekurangan zat besi, maka produksi hemoglobin dalam tubuhnya akan terganggu, sehingga dapat menyebabkan anemia.

Selain itu, zat besi juga berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Zat besi diperlukan untuk sintesis DNA, membran sel, dan enzim-enzim yang berperan dalam proses metabolisme tubuh. Dalam proses pertumbuhan anak, zat besi berperan dalam pembentukan jaringan dan organ tubuh yang baru. Zat besi juga berperan dalam proses pembentukan hormon dan neurotransmitter, yaitu senyawa kimia yang berperan dalam komunikasi antar sel saraf.

Akibat Kekurangan Zat Besi pada Anak

Kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan pada tumbuh kembangnya. Beberapa dampak dari kekurangan zat besi pada anak antara lain:

1. Anemia: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia pada anak. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin dalam darah anak menjadi rendah. Anemia dapat menyebabkan anak menjadi lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi.

2. Gangguan pertumbuhan: Zat besi merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan anak, baik dalam hal tinggi badan maupun berat badan. Anak yang kekurangan zat besi juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif.

3. Gangguan kognitif: Zat besi berperan dalam fungsi otak dan saraf. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan kognitif pada anak, seperti kesulitan belajar, keterlambatan perkembangan bahasa, dan masalah dalam memori dan konsentrasi.

Baca Juga:  Dua Tahun Bahagianya Masa Pemberian ASI

4. Menurunnya daya tahan tubuh: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh anak menjadi lemah, sehingga anak lebih mudah terkena infeksi, seperti pilek, batuk, dan demam.

Gejala Kekurangan Zat Besi pada Anak

Tanda dan gejala kekurangan zat besi pada anak dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum kekurangan zat besi pada anak antara lain:

1. Kelelahan dan lemas: Anak yang kekurangan zat besi cenderung mudah lelah dan lemas, bahkan dengan aktivitas yang ringan sekalipun.

2. Kulit pucat: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kulit anak menjadi pucat, terutama pada bagian wajah, bibir, dan kuku.

3. Gangguan pertumbuhan: Anak yang kekurangan zat besi dapat mengalami gangguan pertumbuhan, baik dalam hal tinggi badan maupun berat badan.

4. Kurang nafsu makan: Anak yang kekurangan zat besi cenderung memiliki nafsu makan yang kurang atau sulit makan dengan porsi yang cukup.

5. Mudah terinfeksi: Kekurangan zat besi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, sehingga anak lebih mudah terkena infeksi, seperti pilek, batuk, dan demam.

6. Gangguan perkembangan mental: Anak yang kekurangan zat besi dapat mengalami gangguan perkembangan mental, seperti kesulitan belajar, keterlambatan perkembangan bahasa, dan masalah dalam memori dan konsentrasi.

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak

Untuk mencegah kekurangan zat besi pada anak, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Memberikan makanan yang kaya akan zat besi: Berikan anak makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, hati sapi, hati ayam, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Jika anak sulit makan makanan tersebut, Anda juga dapat memberikan suplemen zat besi setelah berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga:  Mengenal Asam Amino, Senyawa Pembentuk Protein

2. Kombinasikan makanan dengan sumber vitamin C: Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Kombinasikan makanan yang mengandung zat besi dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat.

3. Hindari konsumsi susu atau teh saat makan: Kalsium dalam susu dan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Hindari memberikan susu atau teh saat anak sedang makan makanan yang mengandung zat besi.

4. Perhatikan asupan zat besi saat hamil: Jika Anda sedang hamil, perhatikan asupan zat besi Anda sendiri, karena kekurangan zat besi pada ibu hamil juga dapat berpengaruh pada kecukupan zat besi anak.

5. Rutin periksakan anak ke dokter: Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memastikan kecukupan zat besi dan kesehatan anak. Dokter dapat memberikan saran dan rekomendasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak, peran orang tua sangatlah penting. Pastikan anak mendapatkan asupan zat besi yang cukup melalui makanan sehari-hari dan perhatikan gejala kekurangan zat besi pada anak. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memberikan makanan yang mengandung zat besi kepada anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik. Dengan menjaga kecukupan zat besi, anak akan tumbuh sehat dan berkembang dengan optimal.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com