2 Jenis Vitamin yang Tepat untuk Anak Susah Makan

2 Jenis Vitamin yang Tepat untuk Anak Susah Makan

Pemberian vitamin untuk anak susah makan ini bisa jadi salah satu cara mencegah stunting pada anak yang tepat. Cari tahu selengkapnya!

Di usia emasnya ini, si Kecil sangat membutuhkan banyak nutrisi agar tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal termasuk vitamin untuk anak susah makan. Apalagi melansir Very Well Health, di usia 2-3 tahun si Kecil membutuhkan 1000-1400 kalori per hari.

Lantas jika kondisinya si Kecil susah makan, bagaimana jika ia menjadi kurus? Bagaimana jika kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi? Ancaman stunting pun seolah menghantui ke depannya. Tenang Bu, masih ada vitamin untuk anak susah makan yang bisa menjadi cara mencegah stunting pada anak.

Penyebab si Kecil Butuh Vitamin untuk Anak Susah Makan
Sebelum mencari tahu vitamin untuk anak susah makan, Bunda harus tahu dulu apa penyebabnya si Kecil jadi susah makan. Saat tidak mau makan, mungkin nafsu makannya sedang menurun, Bu. Sebenarnya ini adalah hal yang normal asalkan tidak berlangsung dalam waktu yang terlalu lama. Apa saja faktor yang dapat menyebabkan si Kecil membutuhkan vitamin untuk anak susah makan? Berikut jawabannya:

Sedang sakit atau merasa kurang enak badan. Sama seperti orang dewasa, anak yang sedang sakit atau merasa kurang sehat akan kehilangan nafsu makan. Demam, pilek, batuk, flu, pusing, sariawan, atau sakit tenggorokan adalah beberapa penyakit yang biasanya membuat nafsu makan si Kecil menurun.
Sedang bad mood. Di usia ini si Kecil akan sering merasa bad mood akibat berbagai faktor. Misalnya saja karena permintaannya tidak dikabulkan, mengantuk, kelelahan, dan lainnya.
Mengalami gangguan pencernaan. Pencernaan si Kecil masih belum berfungsi dengan sempurna, sehingga kadang kala ia akan mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare.
Mengalami gangguan psikologis. Jangan salah, Bu, anak-anak pun bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stres dan depresi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari bullying, kematian orang terdekat, pindah rumah, hingga kehilangan binatang peliharaan.

Baca Juga:  20 Ide Kegiatan Bersama Anak yang Bisa Dilakukan di Rumah

Berikan Vitamin untuk Anak Susah Makan
Berikut adalah jenis vitamin untuk anak susah makan yang bisa Bunda coba berikan kepada si Kecil sebagai cara mencegah stunting pada anak:

Thiamin (B1)
Vitamin untuk anak susah makan yang pertama adalah thiamin atau vitamin B1. Vitamin ini sangat berperan dalam mengubah karbohidrat menjadi energi. Saat tubuh si Kecil kekurangan thiamin, maka tubuhnya akan sulit menghasilkan energi. Akibatnya, ia jadi merasa lelah dan kurang bernafsu untuk makan.

Dengan memberikan thiamin sebagai vitamin untuk anak susah makan secara rutin, si Kecil akan lebih berenergi dan nafsu makannya meningkat. Vitamin B1 sebagai vitamin untuk anak susah makan dapat ditemukan pada sumber makan berikut:

Telur
Daging
Nasi
Kentang
Gandum utuh yang diperkaya vitamin B1 (roti, pasta, sereal)
Sayur dan buah (jeruk, kembang kol)
Kacang-kacangan (kedelai, lentil)

Asam Folat (B9)
Vitamin untuk anak susah makan yang selanjutnya adalah asam folat atau vitamin B9 berfungsi yang untuk membentuk sel-sel baru, DNA, dan RNA di dalam tubuh. Seperti jenis vitamin B lainnya, vitamin B9 sebagai vitamin untuk anak susah makan juga memiliki peran sebagai pemecah karbohidrat dan lemak untuk dijadikan energi dengan cara mengaktifkan koenzim tertentu. Dengan begitu proses metabolisme pun akan meningkat.

Proses metabolisme yang berjalan dengan baik dapat berdampak pada meningkatnya nafsu makan. Sedangkan jika asupan asam folat sebagai vitamin untuk anak susah makan kurang mencukupi, maka nafsu makan pun dapat menurun. Jadi, saat si Kecil sedang susah makan, berikan vitamin B9 sebagai vitamin untuk anak susah makan ya, Bu.

Ada banyak bahan makanan yang menjadi sumber vitamin B9 sebagai vitamin untuk anak susah makan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Mengapa Pemeriksaan THT Pada Bayi Usia 7-10 Bulan Penting?

Telur
Seafood
Daging unggas
Hati sapi
Susu dan produk susu
Sayuran hijau (brokoli, bayam, sawi hijau, selada, asparagus, asparagus)
Buah-buahan (alpukat, bit, jeruk, tomat, pepaya, pisang, melon jingga)
Kacang-kacangan (kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang polong)
Biji-bijian (gandum, jagung, sereal, pasta, tepung jagung)

Tips Mengatasi Anak Susah Makan
Selain memberikan vitamin untuk anak susah makan, ada beberapa tips yang bisa Bunda coba lakukan, yaitu:
Berikan susu. Susu bubuk kini sudah diperkaya dengan berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan si Kecil. Seperti Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu susu ini juga diperkaya dengan zat besi, kalsium, minyak ikan, omega 3 dan 6, selenium, serat pangan inulin, dan zinc.
Berikan camilan pendamping. Bunda bisa memberikan camilan pendamping sebagai pengganti makanan utamanya. Pilihlah camilan yang bergizi, seperti keju rendah lemak, yogurt, biskuit gandum, atau potongan buah.
Mengganti suasana makan. Anak-anak sangat mudah bosan. Bisa jadi ia juga merasa bosan dengan suasana makan yang itu-itu saja. Suasana baru bisa membantu meningkatkan nafsu makan si Kecil. Misalnya dengan makan di teras belakang atau makan dengan diiringi alunan musik.
Buat makanan semenarik mungkin. Jika tampilan makanannya menarik, si Kecil pun akan memiliki keinginan untuk mencicipinya. Jadi, buatlah makanannya semenarik mungkin. Contohnya dengan membentuk nasi dan pelengkapnya menjadi bentuk binatang atau benda favoritnya.
Memvariasikan menu makan. Menu makanan yang cenderung mirip setiap hari bisa membuat si Kecil merasa bosan dan menurunkan selera makannya. Sangat penting untuk memvariasikan menu makan setiap harinya. Cara ini juga sekaligus dapat memperkenalkan aneka makanan kepada si Kecil.

Baca Juga:  8 Manfaat Renang Untuk Tumbuh Kembang Anak

Jangan sampai si Kecil kekurangan nutrisi dan mengganggu tumbuh kembangnya ya, Bu. Berikan vitamin untuk anak susah makan di atas ke dalam menu si Kecil sehari-hari. Semoga setelah cara pemberian vitamin untuk susah makan ini, si Kecil jadi lahap makan serta dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal!

Sesuaikan juga asupan bernutrisi yang Bunda berikan pada si Kecil setiap harinya. Sebab pemberian asupan bernutrisi yang konsisten dapat membantu tumbuh kembang dan mengoptimalkan kerja otak si Kecil di usianya saat ini.

Selain itu, selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Peran 9AAE sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%. 9AAE dan DHA harus terpenuhi bersamaan. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com