Waspada, Ini 11 Ciri-ciri Herpes pada Bayi


Apa Penyebab Herpes pada Bayi?

Herpes pada bayi disebabkan oleh infeksi virus herpes. Virus herpes yang umum menyerang bayi adalah herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Infeksi virus ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau saat proses persalinan. Virus herpes juga dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan orang dewasa yang mengalami herpes, air liur, atau sentuhan pada benda yang terkontaminasi virus herpes.

Infeksi herpes pada bayi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi yang belum sempurna. Bayi yang memiliki kondisi kesehatan yang lemah, seperti kelelahan, luka pada kulit, dehidrasi, flu, atau terpapar sinar matahari atau suhu dingin terus menerus, lebih rentan terinfeksi virus herpes.

Selain itu, bayi juga dapat terinfeksi herpes jika dicium oleh orang yang mengalami luka melepuh akibat herpes di sekitar mulutnya. Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa untuk tidak sembarangan mencium bayi, terutama bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu sebelum mencium bayi.

Ciri-ciri Herpes pada Bayi

Herpes pada bayi ditandai dengan adanya luka melepuh di sekitar mulut, hidung, dagu, dan pipi. Luka melepuh ini kemudian akan pecah dan membentuk kerak yang akan sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

Selain luka melepuh, berikut adalah ciri-ciri herpes pada bayi yang perlu diwaspadai:

1. Tiba-tiba demam yang muncul dua sampai 12 hari setelah infeksi.
2. Sakit tenggorokan.
3. Gusi bengkak.
4. Pembengkakan kelenjar getah bening.
5. Timbul ruam pada kulit bayi.
6. Sering mengeluarkan air liur.
7. Rewel dan sulit makan dan minum.
8. Lidah dan kulit bayi menjadi biru.
9. Sesak napas.
10. Menangis kencang.

Jika bayi mengalami tanda-tanda sesak napas dan lidah serta kulit yang membiru, segera bawa bayi ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Baca Juga:  6 Cara Jitu Mengatasi Batuk Kering pada Anak

Komplikasi Herpes pada Bayi

Herpes pada bayi dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

1. Gangguan pernapasan.
2. Kejang.
3. Penurunan kesadaran.
4. Radang otak (ensefalitis).
5. Infeksi pada kornea mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Komplikasi herpes pada bayi dapat mengganggu kinerja organ-organ vital bayi, seperti sistem saraf, paru-paru, ginjal, dan hati. Oleh karena itu, pengobatan dan penanganan herpes pada bayi harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cara Mengatasi Herpes pada Bayi

Meskipun herpes pada bayi tidak dapat sembuh sepenuhnya, namun gejala herpes dapat diatasi dan pengobatan dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut adalah beberapa cara mengatasi herpes pada bayi:

1. Pemberian obat antivirus melalui infus ke pembuluh darah bayi. Pengobatan ini dapat memakan waktu beberapa minggu. Jika bayi mengalami kejang atau sulit minum hingga dehidrasi, pengobatan lain juga dapat diberikan.

2. Jika ibu hamil terinfeksi herpes, disarankan untuk melakukan persalinan dengan operasi Caesar untuk mencegah penularan herpes pada bayi.

3. Bunda hamil yang mengidap herpes genital juga disarankan untuk menjalani pengobatan antivirus sejak usia kehamilan 36 minggu.

4. Untuk mencegah penularan herpes pada bayi, penting bagi orang dewasa untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat. Hindari menyentuh luka melepuh akibat herpes dan cuci tangan sebelum mencium bayi.

5. Selain itu, perawatan yang dapat dilakukan untuk merawat bayi yang terserang herpes antara lain:
– Memberikan obat pereda nyeri ringan sesuai rekomendasi dokter.
– Kompres luka dengan handuk basah untuk meredakan bengkak dan kemerahan.
– Hindari memberikan makanan yang asam dan asin, karena dapat membuat luka terasa lebih sakit.
– Berikan makanan yang lembut dan dingin.
– Oleskan salep pereda nyeri sesuai dengan panduan dan resep dokter.
– Tetap memberikan ASI dan cairan lainnya untuk mencegah dehidrasi.
– Hindari menyentuh luka dan rutin mencuci tangan bayi dengan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik.
– Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan penderita herpes.

Baca Juga:  Solo Seks, Benarkah Cara Sehat untuk Memuaskan Hasrat Seksual Seorang Diri? Berikut Penjelasan Para Pakar

Perlu diingat bahwa pengobatan dan perawatan herpes pada bayi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang berkompeten. Konsultasikan kondisi bayi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Merawat Bayi yang Terserang Herpes

Selain mengikuti panduan pengobatan yang telah disebutkan di atas, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk merawat bayi yang terserang herpes:

1. Berikan obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol sesuai rekomendasi dokter untuk mengurangi rasa sakit akibat luka melepuh.

2. Kompres luka dengan menggunakan handuk basah yang bersih. Kompres ini dapat membantu meredakan pembengkakan dan kemerahan pada luka.

3. Hindari memberikan makanan yang asam dan asin kepada bayi, karena dapat membuat luka terasa lebih sakit. Berikan makanan yang lembut dan dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan bayi.

4. Oleskan salep pereda nyeri sesuai dengan panduan dan resep dokter. Salep ini dapat membantu mengurangi rasa sakit pada luka melepuh.

5. Tetap berikan ASI dan cairan lainnya dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi pada bayi.

6. Hindari menyentuh luka pada bayi. Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik sebelum dan setelah merawat bayi.

7. Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan penderita herpes. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan virus herpes kepada bayi dan orang lain.

Merawat bayi yang terserang herpes membutuhkan kesabaran dan perhatian ekstra. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan instruksi yang lebih detail tentang perawatan yang harus dilakukan.

Pencegahan Herpes pada Bayi

Selain mengatasi herpes pada bayi, pencegahan juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah herpes pada bayi:

Baca Juga:  Rekomendasi Dokter Urologi Anak di Indonesia

1. Lakukan hubungan seksual yang aman dan sehat. Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan virus herpes.

2. Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik sebelum dan setelah merawat bayi.

3. Hindari mencium bayi yang berusia di bawah 6 bulan oleh orang asing. Pastikan orang yang ingin mencium bayi tidak mengalami luka melepuh akibat herpes di sekitar mulutnya.

4. Jaga kebersihan lingkungan sekitar bayi. Bersihkan peralatan makan dan minum bayi dengan baik, serta hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan penderita herpes.

5. Jika ibu hamil mengidap herpes genital, segera konsultasikan dengan dokter dan ikuti pengobatan yang dianjurkan untuk mencegah penularan herpes pada bayi.

Pencegahan merupakan langkah yang penting untuk menghindari risiko terinfeksi herpes pada bayi. Selalu jaga kebersihan dan lakukan tindakan yang tepat untuk mencegah penularan virus herpes.

Kesimpulan

Herpes pada bayi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai dan ditangani dengan serius. Pengetahuan mengenai penyebab, ciri-ciri, pengobatan, dan langkah-langkah pencegahan herpes pada bayi sangat penting bagi para orang tua. Dalam mengatasi herpes pada bayi, pengobatan medis dan perawatan yang tepat harus dilakukan di bawah pengawasan dokter anak yang berkompeten. Jangan ragu untuk segera membawa bayi ke dokter jika mengalami gejala-gejala herpes yang telah disebutkan di atas. Selain itu, lakukan langkah-langkah pencegahan yang telah dijelaskan untuk mencegah penularan virus herpes pada bayi. Semoga informasi ini bermanfaat dan bayi selalu sehat dan terbebas dari herpes.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com