Bu, Ini 9 Cara Membangunkan Bayi untuk Menyusui


Cara Membangunkan Bayi yang Tepat dari Tidurnya

Pilihlah waktu yang tepat

Cara membangunkan bayi yang pertama adalah dengan memilih waktu yang tepat untuk membangunkannya. Pada fase tidur aktif, bayi lebih mudah dibangunkan. Fase tidur aktif ini terjadi sekitar 50 persen dari siklus tidur bayi. Misalnya untuk bayi yang baru lahir, membutuhkan 12-18 jam tidur dalam sehari. Jadi, Bunda bisa membangunkannya saat bayi sudah tidur sekitar 6-8 jam dalam sehari tersebut. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan tanda-tanda fase tidur aktif seperti gerakan kaki atau tangan saat tidur, perubahan raut wajah, atau gerakan bola mata di balik kelopak matanya.

Ganti popok bayi

Cara membangunkan bayi selanjutnya adalah dengan mengganti popoknya. Meskipun popoknya tidak basah, gerakan tangan saat mengganti popok bisa ampuh membangunkan bayi yang tertidur pulas. Cara ini juga bisa dilakukan tanpa membuat bayi merasa kaget.

Buka selimut atau bajunya

Membuka selimut bayi juga bisa menjadi cara membangunkan bayi yang tepat. Pastikan bayi tidur dalam kondisi suhu ruangan yang tepat. Jika belum berhasil, cobalah untuk membuka bajunya hingga bayi hanya menggunakan popok. Selain itu, lakukanlah sentuhan lembut ke kulitnya agar bayi merasakan kehangatan sentuhan Bunda.

Cobalah berkomunikasi dengan si Kecil

Komunikasi antara Bunda dan anak bisa menjadi cara membangunkan bayi yang tepat. Ajaklah bayi bicara dan tataplah matanya saat ia tertidur. Jika perlu, Bunda juga bisa menyanyikan lagu dengan suara yang lembut. Cara ini dapat membangunkan bayi dengan tenang sehingga Bunda bisa segera menyusuinya tanpa membuatnya menangis.

Mengelap bagian tubuhnya

Cara membangunkan bayi berikutnya adalah dengan mengelap bagian tubuhnya menggunakan handuk atau waslap lembut yang basah. Rendam handuk atau waslap dengan air hangat suam-suam kuku, lalu seka kulit bayi dengan lembut untuk membangunkannya.

Baca Juga:  5 SD Favorit di Medan, Prestasi Boleh Diadu

Berikan gerakan lembut pada si Kecil

Memberikan belaian lembut pada bayi juga bisa membangunkannya. Usapkan tangan dan kaki bayi dengan lembut. Pijat juga dengan lembut tangan, kaki, bahu, dan punggungnya agar bayi terbangun. Bunda bisa menggunakan gerakan aerobik untuk menggerakkan lengannya, atau gerakan seperti menggenjot sepeda ketika menggerakkan kakinya.

Buat si Kecil serdawa

Menepuk lembut atau menggosok punggung bayi dapat membuatnya serdawa. Serdawa kecil pada bayi bisa menghilangkan udara yang terperangkap di perutnya dan membuatnya merasa lebih nyaman.

Cobalah meredupkan lampu

Mata bayi masih sensitif terhadap cahaya. Jadi, jika Bunda menyalakan lampu terlalu terang, bayi mungkin akan terganggu dan sulit terbangun. Cobalah untuk meredupkan lampu kamar dan sisakan sedikit cahaya dengan lampu tidur yang remang-remang. Hal ini akan membuat bayi lebih mudah terbangun.

Gendonglah ke arah payudara

Bayi memiliki “radar” sendiri untuk mengetahui keberadaan payudara ibunya. Cara membangunkan bayi ini kemungkinan besar akan berhasil membangunkannya dari tidur pulasnya dan bisa segera menyusu. Bunda juga bisa mencoba meneteskan beberapa tetes ASI ke mulut bayi, karena aroma dan rasa ASI juga ampuh untuk membangunkannya dari tidur.

Itulah beberapa cara membangunkan bayi yang tepat agar mau menyusu. Pastikan bayi mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk perkembangannya. Berikanlah sentuhan dan gerakan yang lembut saat bayi tertidur untuk membangunkannya. Hindari memberikan dot kepada bayi, karena hal itu bisa membuatnya tidur lebih lama dan sulit menyadari rasa laparnya. Tunggu hingga bayi berusia antara 4-6 minggu sebelum mengenalkan rutinitas menyusui yang lebih teratur.

Selain membangunkan bayi untuk menyusu, Bunda juga perlu memperhatikan kebutuhan dan kecukupan nutrisi Bunda sendiri. Mengonsumsi makanan sehat sangat penting untuk menjaga produksi dan kualitas ASI. Bunda perlu mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap hari, serta protein dan nutrisi penting lainnya. Selain itu, Bunda juga bisa mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung DHA, asam amino esensial, dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung produksi ASI dan kesehatan Bunda.

Baca Juga:  Perlukah Memberikan Mainan Sesuai Gender?

Jika Bunda tidak bisa memberikan ASI, Bunda bisa memberikan susu formula yang sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Pastikan susu formula yang diberikan mengandung protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Semoga informasi ini dapat membantu Bunda dalam membangunkan bayi untuk menyusu. Tetaplah perhatian dan penuhi kebutuhan bayi agar tumbuh kembangnya optimal.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com