Waspada Dampak Stres Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Waspada Dampak Stres Saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Bunda hamil harus dapat menjaga pikiran agar tidak menyebabkan stres. Faktanya, stres saat hamil dapat membawa beberapa dampak yang bisa Bunda baca di sini!

Penyebab Stres Saat Hamil
Stres dapat berasal dari kehamilan yang tidak direncanakan, atau hamil setelah melewati pengalaman negatif seperti keguguran. Situasi di rumah pun dapat memicu stres saat hamil, seperti menjadi orang tua tunggal.

Bukan hanya itu saja, Bu. Mulai dari perubahan hormon, proses kehamilan yang berat, atau tegang menjelang masa persalinan juga dapat menjadi penyebab stres saat hamil. Jika mengalaminya, Bunda perlu mengelola stres dengan baik. Sebab, stres yang Bunda alami dapat meningkatkan risiko preeklampsia, keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan si Kecil rendah saat ia dilahirkan.

Dampak Stres Saat Hamil
Stres saat hamil trimester 3 sebaiknya dihindari karena bisa berpengaruh negatif pada pertumbuhan otak si Kecil. Bukan hanya itu saja, akibat stres saat hamil diantaranya:

Stres Memengaruhi Populasi Mikroba yang Hidup pada Vagina Bunda
Tahukah, Bu? Beragam mikroba hidup pada vagina Bunda. Sekitar 95% di antaranya merupakan bakteri (mikrobiota) baik Lactobacillus yang bisa melindungi vagina dari serangan bakteri yang merugikan. Sisanya, sebanyak 5% merupakan bakteri jahat.

Mikrobiota pada vagina Bunda terhubung dengan mikrobiota pada usus janin yang berperan membantu sistem kekebalan serta meningkatkan metabolisme tubuh dan memengaruhi perkembangan otaknya, Bu. Stres saat hamil trimester akan membuat populasi mikrobiota baik pada vagina Bunda berkurang, sehingga kekebalan dan metabolisme tubuh serta perkembangan otak janin kurang optimal.

Stres Menyebabkan Pembuluh Darah Bunda Mengeras dan Menyempit
Penjelasan lainnya, stres dapat mengganggu kestabilan kadar hormon pada tubuh Bunda. Saat Bunda tegang dan stres, tubuh akan secara otomatis mengeluarkan hormon epinephrine dan norepinephrine yang membuat pembuluh darah mengeras dan menyempit. Hal ini jelas merugikan perkembangan janin karena dapat mengurangi pasokan oksigen dan sari-sari makanan yang ditransfer dari tubuh Bunda ke si Kecil. Dengan begitu, tumbuh kembang janin sulit optimal, termasuk untuk bagian otaknya, Bu.

Baca Juga:  Anak Kidal? Lakukan 4 Hal Ini Dalam Keseharian

Ketidakstabilan Hormon Tubuh Bunda Mengganggu Perkembangan Saraf Janin
Ketidakstabilan hormon tubuh yang terjadi akibat stres saat hamil juga meningkatkan peluang si Kecil mengalami gangguan perkembangan saraf otak, sehingga nantinya ia lebih riskan mengidap autisme maupun skizofrenia.

Cara Mengatasi Stres Saat Hamil
Setelah membaca pemaparan di atas, Bunda tentu setuju ya bahwa selama masa kehamilan, penting bagi Bunda untuk mengendalikan stres dan menjaga suasana hati tetap baik. Untuk itu, demi tumbuh kembang calon buah hati yang lebih optimal, yuk lakukan beberapa hal ini untuk menenangkan kembali kondisi psikologi saat Bunda mulai merasa tertekan:

Sampaikan Keluhan Bunda
Ketimbang memendam sendiri kekhawatiran dan kecemasan yang Bunda rasakan, akan lebih baik bila Bunda menyampaikannya pada suami dan orang-orang terdekat Bunda. Perhatian dan dukungan dari orang-orang terdekat untuk Bunda akan membuat Bunda merasa didukung dan tak sendirian. Dengan begitu, kecemasan yang Bunda rasakan pun akan berkurang perlahan-lahan.

Istirahat yang Cukup
Cara mengatasi stres saat hamil yaitu beristirahat dengan cukup. Sulitnya menemukan posisi tidur yang pas, rasa kesemutan dan kram pada kaki, ataupun nyeri punggung memang berpotensi mengganggu tidur Bunda baik di siang maupun malam hari saat kehamilan mulai memasuki akhir trimester kedua. Namun, bukan berarti Bunda boleh begadang.

Ingat, Bu, istirahat yang cukup adalah salah satu kunci menjaga tubuh tetap fit selama masa kehamilan. Karenanya, bila Bunda mengalami gangguan tidur, yang perlu Bunda lakukan adalah mencari solusi dari masalah yang mengganggu Bunda. Misalnya, untuk masalah kesulitan menemukan posisi tidur yang pas, Bunda bisa mencoba posisi tidur miring ke kanan atau ke kiri serta pilih bantal khusus Bunda hamil yang bisa menopang tubuh Bunda dengan lebih maksimal. Sementara, bila Bunda terganggu dengan masalah kram dan kesemutan, solusi yang bisa Bunda coba di antaranya yaitu rutin memberikan pijatan lembut di area-area yang kram supaya aliran darah lebih lancar.

Baca Juga:  8 Tips Pengolahan Makanan Paling Sehat

Lakukan Olahraga Ringan
Peregangan adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat tubuh senantiasa bugar dan segar, sehingga pikiran Bunda pun lebih fresh dan tak melulu teringat pada hal-hal yang membuat Bunda cemas. Jadi, lakukan olahraga sebagai salah satu agenda wajib setiap hari, baik pagi ataupun sore hari ya, Bu.

Terkait hal ini, Bunda bisa memilih jenis olahraga ringan dan minim risiko seperti berjalan kaki, yoga, senam hamil, ataupun berenang. Yuk, hindari stres selama kehamilan supaya perkembangan janin dalam kandungan bisa semakin optimal, Bu!

Konsumsi Makanan Bergizi
Stres saat hamil bisa membuat Bunda merasa ingin makan atau ngemil setiap saat. Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan berat atau camilan yang sehat dan bergizi ya, Bu. Hindari makan makanan cepat saji dan makanan yang mengandung gula berlebih.

Selama kehamilan, Bunda memerlukan tambahan energi, protein dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial yaitu jenis protein siap serap yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh) untuk mendukung pertumbuhan sel otak, otot dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng agar kebutuhan nutrisi Bunda selama periode kehamilan tercukupi.

Bunda sudah tahu kapan si Kecil akan lahir? Jika belum, yuk cari tahu HPL (Hari Perkiraan Lahir) si Kecil dengan menggunakan Kalkulator Kelahiran. Fitur tersebut akan meminta Bunda memasukkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid (rata-rata). Coba fiturnya di halaman ini!

Baca Juga:  Pilihan Finger Food untuk Bayi

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi
Selain menjaga pola makan yang sehat, Bunda juga bisa mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan. Konsultasi ini akan membantu Bunda dalam memilih makanan yang tepat dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Dengan menjaga pikiran dan tubuh tetap sehat selama kehamilan, Bunda dapat mengurangi risiko dampak negatif dari stres dan memberikan tumbuh kembang yang optimal bagi si Kecil. Jadi, jangan biarkan stres mengambil alih kebahagiaan Bunda selama masa kehamilan. Tetaplah tenang, bahagia, dan sehat!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com