Hati-hati, Ini 7 Bahaya Anak Kekurangan Protein

Hati-hati, Ini 7 Bahaya Anak Kekurangan Protein

Anak yang kekurangan protein bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya, seperti tingkat kecerdasan, daya tahan tubuh, tinggi badan, dan lain-lain. Protein merupakan nutrisi yang penting bagi anak-anak, karena berperan dalam membangun jaringan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan membantu fungsi otak. Jika anak kekurangan asupan protein yang cukup, maka berbagai bahaya dapat mengintai. Berikut ini adalah 7 bahaya yang bisa terjadi jika anak kekurangan protein:

1. Mengalami Stunting
Stunting adalah kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat akibat kekurangan gizi, terutama protein, dalam jangka waktu yang lama. Anak yang mengalami stunting akan memiliki postur tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan anak lainnya yang sebaya. Selain itu, anak juga cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan tingkat kecerdasan yang rendah. Hal ini disebabkan karena protein merupakan bahan dasar pembentukan hormon, jaringan, dan neurotransmitter di dalam tubuh. Jika kebutuhan protein tidak tercukupi, maka tumbuh kembang anak akan terganggu.

2. Pertumbuhan Gigi Terhambat
Protein juga berperan dalam pertumbuhan gigi anak. Jika anak kekurangan protein, maka pertumbuhan giginya juga akan terhambat. Gigi yang tidak tumbuh dengan baik akan menyebabkan anak kesulitan dalam mengunyah makanan. Padahal, makanan yang dikunyah dengan baik sangat penting bagi penyerapan nutrisi. Jika anak tidak dapat mengunyah makanan dengan baik, maka asupan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya juga akan terganggu.

3. Sistem Imunitas yang Tidak Stabil
Protein merupakan zat yang berperan dalam membentuk antibodi, yaitu molekul yang bertugas melawan infeksi dan penyakit dalam tubuh. Anak-anak yang kekurangan protein akan memiliki sistem imun yang tidak stabil. Akibatnya, tubuh anak menjadi rentan terhadap serangan penyakit dan sulit untuk pulih dari infeksi. Jika kekurangan protein terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka anak akan sering mengalami gangguan kesehatan dan sulit untuk tumbuh dengan sehat.

Baca Juga:  Ketahui Penyebab Mata Bintitan pada Anak [+Cara Mengobati]

4. Fungsi Otak Mengalami Gangguan
Protein juga berperan dalam perkembangan otak anak. Asam amino yang terkandung dalam protein berperan sebagai bahan dasar pembentukan neurotransmitter, yaitu zat kimia yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal antar sel saraf di otak. Jika anak kekurangan protein, maka produksi neurotransmitter dalam otak akan terganggu. Akibatnya, fungsi otak anak juga akan terganggu. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam belajar, mengingat, dan memproses informasi. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada perkembangan intelektual anak.

5. Jam Tidur yang Tidak Teratur
Protein juga berperan dalam produksi hormon serotonin dan melatonin, yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Jika anak kekurangan protein, produksi hormon tersebut akan terganggu. Akibatnya, anak akan mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Selama tidur, tubuh anak melakukan berbagai proses penting, seperti pemulihan dan pembaharuan sel-sel tubuh.

6. Proses Penyembuhan Luka yang Lebih Lama
Protein juga berperan dalam proses penyembuhan luka. Jika anak kekurangan protein, proses penyembuhan luka akan menjadi lebih lambat. Hal ini karena protein diperlukan untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak akibat luka. Jika anak sering mengalami luka atau cedera, maka penyembuhan luka yang lambat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak dan meningkatkan risiko infeksi.

7. Kesehatan Mental yang Terganggu
Protein juga berperan dalam produksi hormon serotonin dan dopamin, yang berperan dalam menjaga kesehatan mental dan suasana hati anak. Jika anak kekurangan protein, produksi hormon tersebut akan terganggu. Akibatnya, anak mungkin mengalami perubahan suasana hati, seperti mudah marah, cemas, atau sedih. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka anak berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.

Baca Juga:  5 Penyebab Bayi Sering Gumoh dan Cara Mengatasinya

Untuk mencegah anak kekurangan protein, penting bagi orang tua untuk memberikan asupan protein yang cukup dalam makanan sehari-hari. Beberapa sumber protein yang baik untuk anak antara lain susu, telur, daging, ikan, kacang-kacangan, dan produk olahan kedelai. Selain itu, perhatikan juga kebutuhan protein anak sesuai dengan usia dan aktivitasnya. Jika anak memiliki masalah dalam mengonsumsi makanan yang mengandung protein, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran dan bantuan yang tepat.

Dalam menjaga asupan protein anak, juga penting untuk memperhatikan keseimbangan nutrisi lainnya. Pastikan anak mendapatkan karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, ajarkan anak tentang pentingnya pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk menjaga kesehatannya secara keseluruhan.

Dengan memberikan asupan protein yang cukup, orang tua dapat membantu anak tumbuh kembang dengan optimal dan mencegah berbagai bahaya yang dapat timbul akibat kekurangan protein. Peran orang tua sangat penting dalam memberikan nutrisi yang baik bagi anak, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bahagia.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com