5 Hal Ini Sebaiknya Ibu Ketahui Apabila Si Kecil Terlambat Bicara

5 Hal Ini Sebaiknya Bunda Ketahui Apabila Si Kecil Terlambat Bicara

Pada usia sekitar 1,5 tahun, biasanya si Kecil sedang giat belajar bicara. Berbagai kosa kata baru akan coba ia ucapkan. Memasuki usia 2 tahun, tentunya si Kecil sudah semakin lancar berbicara. Namun, Bunda diharapkan selalu mengecek dan memastikan bahwa tahap perkembangan bicara si Kecil baik dan terus meningkat seiring waktu. Apabila pada usia 2 tahun si Kecil masih belum mulai berbicara, Bunda sebaiknya mulai memahami penyebab dan cara mengatasinya. Berikut ini merupakan 5 hal yang sebaiknya Bunda ketahui tentang si Kecil yang terlambat bicara terutama jika ia telah berusia 2 tahun.

1. Gejala autisme ditandai salah satunya dari kemampuan bicara yang rendah

Kondisi terlambat bicara merupakan salah satu dari banyak ciri si Kecil mengalami autisme. Si Kecil umumnya sudah mulai banyak menggumam pada sejak memasuki usia 1 tahun. Hal tersebut menandakan bahwa proses perkembangannya berjalan dengan baik. Memasuki usia 2 tahun, biasanya si Kecil sudah mulai bisa bicara. Namun, Bunda tidak dapat begitu saja menyimpulkan bahwa si Kecil mengalami autism hanya karena ia terlambat bicara. Jika ciri-ciri autisme yang lain memang muncul bersamaan dengan keterlambatan bicaranya, memang ada kemungkinan bahwa ia mengalami autisme. Untuk memastikan hal tersebut, Bunda dapat berkonsultasi dengan ahli medis.

2. Kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada tubuh sangat berpengaruh

Keterlambatan bicara si Kecil juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada tubuhnya. Nutrisi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan berbicara si Kecil. Bunda perlu memastikan bahwa si Kecil mendapatkan makanan yang bergizi dan seimbang setiap hari. Jika Bunda merasa khawatir, konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran dan panduan yang tepat mengenai pola makan yang sehat untuk si Kecil.

Baca Juga:  Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 1 Tahun dan Tips Memilihnya

3. Trauma terhadap momen tertentu dapat menghambat proses belajar bicara

Jika nutrisi si Kecil terpenuhi dan ia tidak mengalami gangguan autisme, keterlambatan bicaranya bisa saja muncul karena trauma. Hal ini kadang tidak disadari oleh Bunda. Apabila si Kecil sering dibentak secara sengaja atau tidak sengaja, ia akan menjadi seorang penakut. Si Kecil akan mengalami trauma sehingga menyebabkan berbagai proses belajarnya terhambat dan berdampak pada keterlambatan bicara. Bunda perlu memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi si Kecil. Jangan pernah menggunakan kekerasan atau kata-kata yang menyakitkan saat berkomunikasi dengan si Kecil. Berikan kasih sayang dan dukungan yang tulus untuk membantu si Kecil melewati masa traumanya.

4. Terlambat bicara karena gangguan kesehatan

Bunda harus memahami bahwa perkembangan kebahasaan si Kecil juga berhubungan erat dengan kesehatan fisiknya. Bisa jadi keterlambatan bicara si Kecil karena adanya gangguan kesehatan yang serius. Beberapa jenis gangguan kesehatan yang mungkin muncul adalah gangguan oral dan pendengaran. Untuk memastikan kondisi ini, sebaiknya Bunda melakukan pengecekan ke dokter. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan secepatnya setelah kondisi si Kecil diketahui secara pasti. Bunda harus selalu memperhatikan kesehatan si Kecil dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada hal yang tidak beres.

5. Mengajak si Kecil terus aktif mengobrol dapat membantunya cepat bicara

Apabila si Kecil ternyata sehat jasmani dan rohani namun tetap terlambat bicara, bisa jadi Bunda hanya kurang menyemangati si Kecil untuk aktif bicara. Hal ini dapat terjadi apabila si Kecil merupakan tipe anak yang pasif. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya selalu merangsang keseharian si Kecil sehingga ia mau belajar bicara dengan giat. Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah ajak si Kecil ngobrol setiap hari. Tanyakan banyak hal dan pastikan si Kecil selalu menjawab pertanyaan itu. Hal itu dapat memicu si Kecil untuk semakin lancar berbicara. Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan buku cerita atau mainan edukatif yang dapat membantu si Kecil meningkatkan keterampilan berbicaranya.

Baca Juga:  10 Penyebab Tanaman Mendadak Layu dan Cara Mengatasinya

Itulah 5 hal yang sebaiknya Bunda pahami apabila si Kecil belum mulai berbicara padahal usianya telah memasuki usia 2 tahun. Hal tersebut sangat penting mengingat Bunda yang akan memberikan pertolongan agar si Kecil mengalami perkembangan kebahasaan yang baik. Apabila si Kecil mengalami kondisi terlambat bicara, Bunda sebaiknya tidak terlalu memaksakan si Kecil dan mengajarinya dengan lebih sabar. Segera konsultasikan dengan dokter apabila kondisi si Kecil semakin parah dan tidak ada kemajuan dalam 6 bulan, ya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com