3 Ciri-Ciri Anak Autis yang Bisa Ibu Kenali Sejak Dini

3 Ciri-Ciri Anak Autis yang Bisa Bunda Kenali Sejak Dini

Autisme adalah gangguan perkembangan pada otak yang memengaruhi perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial seseorang. Ciri-ciri anak autis umumnya berbeda pada setiap anak. Namun, ada tiga karakteristik utama yang dapat membantu Bunda mengenali anak autis sejak dini.

1. Kesulitan Komunikasi

Salah satu ciri-ciri anak autis yang mungkin saja muncul adalah saat si Kecil jarang melakukan kontak mata dan kurang responsif atau tidak tanggap sama sekali saat Bunda memanggil namanya. Anak autis juga sering mengalami kesulitan dalam berbicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat. Mereka juga cenderung mengulang kata-kata atau frasa yang mereka dengar sebelumnya.

Kesulitan komunikasi ini membuat anak autis sulit untuk memulai percakapan dan memahami maksud dari suatu perkataan atau petunjuk yang diberikan oleh Bunda atau orang lain. Mereka juga sering mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan dan emosi mereka dengan kata-kata.

2. Gangguan Saat Berhubungan Sosial

Ciri anak autis selanjutnya yang perlu Bunda ketahui adalah sulit bersosialisasi. Anak dengan autisme sering kali terlihat asyik dengan dunianya sendiri, sehingga sulit terhubung dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka cenderung tidak tertarik untuk bermain atau berinteraksi dengan teman sebaya.

Anak autis juga seringkali kurang responsif atau terlalu sensitif terhadap perasaannya sendiri maupun orang lain. Mereka mungkin tidak dapat membaca ekspresi wajah dan emosi orang lain dengan tepat. Hal ini membuat mereka sulit untuk memahami dan merespons perasaan orang lain.

3. Gangguan Perilaku

Selain kesulitan komunikasi dan sosialisasi, anak autis juga seringkali menunjukkan gangguan perilaku. Beberapa pola perilaku yang biasanya terlihat pada anak autis antara lain adalah marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga cenderung hanya menyukai atau mengonsumsi makanan tertentu.

Baca Juga:  Flu Menjelang Melahirkan? Ini yang Harus Dilakukan

Anak autis juga seringkali melakukan tindakan atau gerakan tertentu secara berulang, seperti mengayun tangan atau memutar-mutarkan badan. Mereka mungkin juga memiliki minat yang sangat khusus terhadap objek atau topik tertentu. Beberapa anak autis juga melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit jari dengan kencang atau membenturkan kepala ke dinding.

Meskipun ciri-ciri anak autis ini terlihat mengkhawatirkan, namun tidak semua anak autis mengalami kesulitan yang sama. Beberapa anak yang mengalami autisme justru memiliki kelebihan atau bakat di bidang tertentu, seperti menggambar atau melukis, mampu belajar secara rinci lalu mengingatnya untuk waktu yang lama, atau tertarik mempelajari beberapa alat musik.

Setiap anak adalah individu yang unik, dan mereka dapat mengembangkan potensi dan bakat mereka sendiri meskipun mengalami autisme. Penting bagi Bunda sebagai orang tua untuk memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat agar anak autis dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, untuk memastikan apakah anak menderita autisme, konsultasikan dengan dokter atau ahli terkait. Diagnosis autisme biasanya melibatkan observasi perilaku anak dan wawancara dengan orang tua. Meskipun belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme, terapi dan intervensi yang tepat dapat membantu anak autis dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, sosialisasi, dan belajar.

Selain itu, penting juga bagi Bunda untuk memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya autisme pada anak. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko autisme antara lain adalah faktor genetik (keturunan) dan paparan lingkungan yang tidak sehat selama masa kehamilan, seperti paparan racun, asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, dan gaya hidup tidak sehat.

Untuk itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kesehatan selama kehamilan dengan menghindari faktor risiko tersebut. Bunda juga perlu memastikan bahwa anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang agar tumbuh kembangnya optimal. Nutrisi yang tepat, seperti DHA dan 9AAE, dapat mendukung perkembangan otak dan tubuh anak. Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan tidur anak yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang baik.

Baca Juga:  Mau Makin Pandai Mengatur Keuangan Rumah Tangga? Simak 4 Tips Ini!

Dalam menghadapi anak autis, dukungan dan pemahaman dari orang tua dan lingkungan sekitar sangatlah penting. Dengan memberikan lingkungan yang positif dan dukungan yang tepat, anak autis dapat mengatasi kesulitan mereka dan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan bahagia.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com