Bu, Ini Cara Menghangatkan ASI Agar Tetap Bernutrisi



Cara Menghangatkan ASI yang Benar

Cara menghangatkan ASI yang benar sangat penting untuk menjaga kandungan nutrisinya tetap terjaga. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, saat menyimpan ASI di kulkas atau freezer, suhu ASI akan menjadi dingin dan perlu dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi.

Berapa suhu untuk menghangatkan ASI dan bagaimana caranya? Ada beberapa cara menghangatkan ASI yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan, baik ASI yang dimasukkan ke dalam kulkas maupun ASI yang dimasukkan ke dalam freezer. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

Cara menghangatkan ASI dari kulkas bawah
Melansir laman resmi parents.com, cara menghangatkan ASI dari kulkas bawah bisa dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya:

1. Ambil ASI perah (ASIP) dari kulkas atau lemari es dan sisihkan.
2. Panaskan air menggunakan panci.
3. Setelah itu, tuang air yang hangat ke dalam cangkir atau mangkuk.
4. Tempatkan kantong atau botol berisi ASI yang tertutup rapat ke dalam mangkuk tersebut. ASI harus disimpan dalam wadah tertutup untuk pemanasan.
5. Biarkan ASI direndam dalam air hangat selama 1-2 menit hingga ASI mencapai suhu yang diinginkan.
6. Pakai tangan bersih untuk tuangkan ASI ke dalam botol.
7. Aduk perlahan ASI yang sudah mencair supaya lemak hindmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
8. Sebelum memberikan botol susu kepada si Kecil, periksa kembali suhu ASI tersebut. Bunda bisa melakukannya dengan menuangkan sedikit ASI ke pergelangan tangan dan coba rasakan apakah ASI tersebut sudah hangat atau masih panas.
9. Untuk mencegah kuman masuk ke dalam ASI, cara menghangatkan ASI dari dalam dot yang paling penting yaitu hindari memasukkan jari Bunda ke dalam botol.

Sebenarnya, Bunda juga bisa melakukan cara menghangatkan ASI dengan memegang kantong atau botol tertutup di bawah air panas yang mengalir dari keran sebagai alternatif. Namun, cara menghangatkan ASI yang satu ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan memerlukan air yang lebih banyak.

Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencari. ASI yang sudah disimpan sebelumnya dan tidak bisa dihabiskan oleh si Kecil sebaiknya tidak boleh diberikan lagi kepadanya dan harus segera dibuang.

Baca Juga:  Inilah 3 Jenis Anemia Pada Ibu Hamil

Cara menghangatkan ASI dari freezer
Banyak Bunda yang memilih freezer sebagai tempat penyimpanan ASI yang lebih awet. Nah, Bunda bisa melakukan beberapa cara menghangatkan ASI beku dari plastik yang disimpan dalam freezer berikut ini:

1. Sebagai cara menghangatkan ASI beku dari plastik, Bunda perlu mengeluarkan ASI tersebut dari freezer dan masukkan ke dalam lemari es bagian bawah dulu untuk dicarikan semalaman.
2. Kemudian Bunda bisa mengikuti petunjuk yang sama dengan cara menghangatkan ASI dari lemari es seperti penjelasan di atas.
3. Jika Bunda membutuhkan ASI yang cepat dan hanya memiliki ASI beku, Bunda bisa menghangatkan ASI dengan air panas langsung dari freezer dengan menggunakan metode yang sama. Hanya saja, Bunda perlu menyimpan ASI beku tersebut di dalam air hangat selama 20-30 menit atau bahkan lebih lama.

Selain mengetahui cara menghangatkan ASI, Bunda juga perlu tahu bahwa susu yang sudah lama di dalam freezer atau kulkas bisa berkurang kandungan nutrisinya, terutama vitamin C.

Bolehkah Menghangatkan ASI dengan Microwave?
Mungkin sebagian Bunda bertanya-tanya, bolehkah melakukan cara menghangatkan ASI dengan menggunakan microwave? Seperti yang diketahui, microwave jadi pilihan yang cepat untuk memanaskan segala jenis makanan maupun minuman.

Lantas, bagaimana dengan ASI perah? Ternyata cara menghangatkan ASI menggunakan microwave sangat tidak disarankan lho, Bu. Jangan pernah memasukkan ASI ke dalam microwave karena menurut penelitian, proses pemanasannya tidak akan merata dan gelombang mikro di dalamnya juga diyakini bisa merusak nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI.

Bisakah ASI Dihangatkan Dua Kali?
Pertanyaan selanjutnya, kira-kira bolehkah ASI dihangatkan dua kali? Jawabannya tidak boleh ya, Bu. Disarankan Bunda hindari menghangatkan lagi ASI yang sudah dihangatkan sebelumnya. Ini karena akan merusak atau bahkan menghilangkan kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI. Selain itu, rasanya juga akan berubah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perlu diketahui bahwa ASI yang telah dihangatkan satu kali kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. Tapi jangan khawatir ya Bu, karena ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:  Cara Sederhana Mengatasi Demam Bayi Tanpa Obat

Cara menghangatkan ASI harus dicermati dengan baik agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga dan si Kecil terhindar dari risiko yang berbahaya. Selain memahami cara menghangatkan ASI yang tepat, Bunda juga perlu memperhatikan penggunaan botol atau kantong penyimpanan ASI yang aman, kebersihan diri sendiri, barang si Kecil, dan lingkungan, serta proses penyimpanannya yang benar.

Bagaimana Cara Menyimpan ASI Perah yang Tepat?
Sebaiknya Bunda tidak menyepelekan cara menyimpan ASI perah karena akan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi dan kesehatan si Kecil. Untuk menyimpan ASI di dalam freezer atau lemari pendingin, Bunda bisa menggunakan botol atau kantong penyimpanan khusus ASI. Pastikan memilih produk yang aman, bebas dari bahan kimia, serta pilih juga botol yang bernomor daur ulang “5” karena terbuat dari polipropilen (PP) sehingga lebih aman. Berikut beberapa hal penting yang perlu Bunda perhatikan saat menyimpan ASI perah:

1. Gunakan botol atau wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril. Pilih botol plastik bertutup atau kantong ASI plastik khusus yang bebas bahan BPA sebagai cara menghangatkan ASI dari dalam dot.
2. Berikan label pada setiap kantong atau botol ASI. Tulis tanggal dan waktu kapan Bunda memompa dan menyimpan ASI tersebut. Gunakan pulpen atau spidol dengan tinta yang tahan air agar tidak mudah hilang.
3. Pemberian label tersebut berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus diberikan lebih dulu. Sebaiknya gunakan ASI sesuai tanggal dan waktu urutan penyimpanan yang lebih awal.
4. ASI perah sebaiknya disimpan di dalam freezer atau lemari pendingin (kulkas).
5. Hindari menyimpan ASI dengan meletakkannya di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar dengan udara luar.
6. Rutin lakukan pengecekan suhu lemari pendingin atau freezer setidaknya 3 kali dalam sehari.
7. Jika ASI dipompa saat di perjalanan, kantor, maupun di luar rumah, sebaiknya suhu ASI harus selalu dalam keadaan dingin. Pastikan suhu ASI perah tetap terjaga sampai nantinya disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer.
8. Selain botol dan kantong, alat pompa ASI yang Bunda gunakan juga harus bersih dan steril. Ketika sudah selesai dipakai, bersihkan pompa tersebut dengan air panas dan sabun. Kemudian bilas dan keringkan dulu, barulah disimpan kembali ke tempatnya.
9. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan Bunda dengan sabun sebelum memompa, menyimpan, dan menghangatkan ASI.
10. Jaga kebersihan diri dan semua benda yang bersentuhan dengan ASI untuk memperkecil kemungkinan bakteri atau virus berkembang di dalam ASI perah.

Baca Juga:  Dukung Tumbuh Kembang si Kecil dengan Asupan Mineral Seng

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com