Takaran Susu Bayi yang Tepat Sesuai Usia dan Berat Badan



Takaran Susu Bayi Sesuai Usia

Takaran susu bayi sangat penting untuk disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi agar nutrisinya terpenuhi secara benar. Ketika bayi baru lahir, ukuran lambungnya masih sangat kecil sehingga ia belum membutuhkan takaran susu formula bayi yang banyak untuk sekali minum. Meski begitu, bayi baru lahir membutuhkan susu dengan frekuensi yang sering, yakni setiap 2 hingga 3 jam. Setidaknya dalam sekali minum takaran susunya adalah sebanyak 45-90 ml atau 355-946 ml dengan pemberian 6 sampai 8 kali dalam sehari.

Seiring bertambahnya usia bayi, takaran susu bayi pun akan ikut bertambah. Pada usia 2 bulan, bayi mungkin akan menyusu setiap 3 hingga 4 jam sekali. Umumnya bayi dapat menghabiskan susu sebanyak 120-150 ml sekali minum atau 740-946 ml dengan pemberian 5 sampai 6 kali dalam sehari.

Pada usia 3-4 bulan, takaran susu bayi yang dibutuhkan adalah sebanyak 120-180 ml atau 887-946 ml dengan pemberian 5 sampai 6 kali sehari. Bayi yang bertubuh lebih besar mungkin akan mampu menghabiskan susu formula awal dengan takaran yang lebih banyak. Ketika berat badannya sudah mencapai 5,4 kg, bayi mungkin sudah lebih banyak menyusu pada siang hari sehingga di tengah malam ia tidak akan membutuhkan susu lagi.

Pada usia 4-6 bulan, takaran susu bayi yang dibutuhkan adalah sebanyak 828-946 ml dengan pemberian 4 sampai 6 kali sehari. Namun, karena di usia ini beberapa bayi sudah diperkenalkan dengan makanan padat pertamanya, maka takaran susu bayi pun dapat disesuaikan. Misalnya, takaran susu bayi 5 bulan adalah 177-237 ml dengan pemberian 5 kali sehari. Jadi pemberian susu dapat disesuaikan pada pagi, malam, dan di antara waktu makannya.

Pada usia 7-9 bulan, bayi mulai lebih sering dan banyak makan MPASI. Kebutuhan susu bayi 7 bulan hingga 9 bulan adalah 3 sampai 5 kali sehari dengan takaran 887-946 ml. Namun pada bayi yang sulit makan, takaran susunya bisa ditambah supaya ia tetap mendapatkan cukup nutrisi.

Memasuki usia 10-12 bulan, takaran susu formula bayi akan berkurang. Bayi hanya akan membutuhkan 710-887 ml dengan pemberian 3 sampai 4 kali dalam sehari. Selain itu, ia harus lebih banyak makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Baca Juga:  6 Nutrisi dalam Susu Penambah Berat Badan Anak 2 Tahun

Takaran Susu Bayi Sesuai Berat Badan

Selain disesuaikan dengan usia, takaran susu bayi juga harus disesuaikan dengan berat badannya. Menurut National Health Service, bayi baru lahir umumnya memerlukan 150-200 ml susu per kilogram berat badannya dalam sehari sampai mereka berusia 6 bulan. Namun, takaran susu bayi tersebut akan bervariasi antara satu bayi dengan bayi lainnya karena kebiasaan minum susu dari segi frekuensi dan jumlah pada setiap bayi dapat berbeda-beda.

Pada awalnya, Bunda sebaiknya menyesuaikan takaran susu bayi dengan mengikuti keinginannya setiap kali bayi merasa lapar. Lalu seiring berjalannya waktu, jadwal minum susu si Kecil pun akan terbentuk dengan sendirinya.

Tanda Bayi Cukup Susu

Setiap bayi memiliki kemampuan menghabiskan susu dalam jumlah dan frekuensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apakah bayi sudah cukup menyusu atau belum. Beberapa tanda bahwa bayi sudah cukup mendapatkan susu antara lain:

1. Berat badan bertambah setiap bulan: Pengecekan berat badan bayi secara berkala penting untuk dilakukan sebagai cara untuk mengetahui kecukupan nutrisi yang ia peroleh dari susu. Bayi yang mendapatkan cukup susu akan mengalami kenaikan berat badan setiap bulan. Jadi Bunda harus menimbang bayi setiap bulan. Jika beratnya kurang, berarti Bunda harus menambah jumlah dan frekuensi susunya.

2. Frekuensi buang air: Bila si Kecil buang air kecil sebanyak 6 kali sehari dan buang air besar sebanyak 4 kali sehari, tandanya ia sudah mendapatkan cukup susu. Jadi jangan lupa untuk rutin mengecek berapa kali ia buang air.

3. Tidak rewel: Kalau si Kecil aktif bergerak, ini bisa menjadi pertanda bahwa ia cukup mendapatkan susu. Setelah disusui dengan cukup, si Kecil juga biasanya akan tampak kenyang dan tidak rewel serta terkadang langsung tertidur pulas.

Baca Juga:  14 Rekomendasi Glamping Untuk Liburan Keluarga

Pentingnya Takaran Susu Bayi yang Tepat

Takaran susu bayi yang tepat sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Terlalu banyak atau terlalu sedikit memberikan susu formula bayi dapat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan bayi.

Terlalu banyak mengonsumsi susu formula bayi dapat menyebabkan obesitas pada bayi. Dalam sehari, bayi hanya boleh mengonsumsi susu sebanyak 960 ml saja. Jika bayi mengonsumsi susu melebihi batas tersebut, maka risiko obesitas pada bayi akan meningkat.

Sebaliknya, jika bayi tidak mendapatkan cukup susu, maka nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya tidak terpenuhi. Hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak bayi.

Selain memerhatikan takaran susu bayi yang tepat, Bunda juga perlu memastikan susu yang diberikan mengandung DHA (asam lemak) dan 9AAE (9 asam amino esensial) yang dapat membantu tumbuh kembang bayi. DHA berperan dalam perkembangan fungsi otak, sedangkan 9AAE berperan dalam perkembangan otak serta stimulasi hormon pertumbuhan otot dan tulang si Kecil. Keduanya harus dipenuhi secara bersamaan karena tubuh tidak bisa menghasilkannya sendiri.

Selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Peran 9AAE sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%. 9AAE dan DHA harus terpenuhi bersamaan. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

Agar Bunda dapat memberikan takaran susu bayi yang tepat, Bunda juga perlu membaca anjuran yang tertera pada kemasan susu formula bayi yang Bunda beli. Pastikan Bunda memahami takaran susu yang dianjurkan untuk diminum bayi setiap harinya.

Dalam menentukan takaran susu bayi yang tepat, Bunda juga dapat berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak. Mereka dapat memberikan petunjuk yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bayi Bunda.

Baca Juga:  Ini Perbedaan Anak Laki-laki dan Perempuan Berdasarkan Riset

Dalam memberikan susu formula bayi, Bunda juga perlu memastikan kebersihan botol susu dan alat-alat yang digunakan. Cuci botol susu, dot, dan alat-alat lain dengan air hangat dan sabun setelah digunakan. Sterilkan botol susu dan alat-alat lainnya dengan cara direbus dalam air mendidih selama 5-10 menit setelah dicuci.

Kesimpulan

Takaran susu bayi harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi agar nutrisinya terpenuhi secara benar. Takaran susu bayi akan berbeda sesuai dengan usia bayi, mulai dari 0 bulan hingga 12 bulan. Pada awalnya, bayi baru lahir membutuhkan takaran susu yang lebih sedikit dan frekuensi yang lebih sering. Seiring bertambahnya usia bayi, takaran susu bayi pun akan ikut bertambah.

Selain disesuaikan dengan usia, takaran susu bayi juga harus disesuaikan dengan berat badannya. Setiap bayi memiliki kemampuan menghabiskan susu dalam jumlah dan frekuensi yang berbeda-beda. Beberapa tanda bahwa bayi sudah cukup mendapatkan susu antara lain adalah berat badannya bertambah setiap bulan, frekuensi buang air yang cukup, dan tidak rewel setelah disusui.

Penting untuk memperhatikan takaran susu bayi yang tepat agar bayi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Terlalu banyak atau terlalu sedikit memberikan susu formula bayi dapat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan bayi. Selain itu, pastikan susu yang diberikan mengandung DHA dan 9AAE yang penting untuk perkembangan otak dan otot bayi.

Jadi, pastikan Bunda memberikan takaran susu bayi yang tepat sesuai usia dan berat badannya. Jika masih ada keraguan atau pertanyaan, konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter anak untuk mendapatkan petunjuk yang lebih spesifik.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com