Berkenalan dengan Simbol-simbol Recycle, yuk!


Sempatkan mempelajari simbol-simbol recycle pada produk di sekeliling kita, yuk! Karena punya arti dan fungsi yang juga berbeda, dan itu untuk keselamatan penggunanya. Sesederhana simbol microwave safe, pas sudah jadi ibu-ibu segitu pentingnya untuk diketahui. Kalau wadah makan dari plastik nggak ada simbol itu, saya nggak akan berani menghangatkan makanan di microwave. Takut plastik yang digunakan malah bereaksi tidak baik ke makanan.

Terus pas beberapa tahun ini, sedang tren go green. Beberapa restoran mulai menggunakan bungkus makanan untuk dibawa pulang, dengan bentuk box, terbuat dari kertas tebal. Tujuannya supaya bisa dengan mudah didaur ulang secara alami. Bukan seperti styrofoam yang tidak bisa mengandalkan didaur ulang secara alami, karena membutuhkan setidaknya 1.000 tahun.

Umumnya box makanan atau plastik dan benda apapun yang bisa didaur ulang, akan diberi simbol recycle. Nah, tapi tahukah mommies, simbol recycle ini nggak hanya satu. Ada beberapa macam, dan itu punya artinya masing-masing. Yuk, cari tahu sama-sama.

1. Recyclable Symbol
Ada yang tahukah simbol di atas dinamakan Mobius Loop? Menandakan sebuah objek dapat didaur ulang. Diciptakan seorang mahasiswa dari Universitas Southern California, Gary Anderson, untuk menghormati Hari Bumi pertama di 1970.

Simbol ini berarti benda tertentu dapat didaur ulang. Namun tetap harus memperhatikan ada beberapa bagian yang tidak bisa didaur ulang. Misalnya, tutup pada botol kemasan. Nah, jika bentuk panah berwarna hitam, dengan latar belakang putih, berarti ada kombinasi bahan baku baru dan bekas. Sebaliknya. Jika panah berwarna putih dan latarnya hitam. Produk tersebut 100% bisa didaur ulang.

3. Plastic code
Bunda suka ngeliat nggak ada simbol lingkaran segitiga, dengan bentuk panah, dan terselip angka di tengahnya, pada kemasan? Angka tersebut juga punya arti lho. Yaitu menunjukkan kategori spesifik dan metode pembuangan yang tepat!

Misalnya, polyethylene terephalates (level 1), ini termasuk wadah yang paling jernih. Contohnya, botol bekas air mineral, minuman bersoda, saus tomat dan sejenisnya. Sementara tutup botol tergolong polipropilena (level 5). Intinya semakin tiggi levelnya, tidak direkomendasikan untuk digunakan kembali. Pun yang levenya 1, hanya disarankan untuk satu kali pemakaian.

Baca Juga:  3 Ide Bermain di Rumah untuk Asah Momen Wow Anak

4. Industry-Specific Symbols
Organisasi seperti Electronic Recyclers International dan Recycled Paperboard Alliance, mengadopsi lencana merk dagang mereka sendiri, selain simbol umum recycle yang saya sebutkan di atas. Tapi perusahaan-perusahaan semacam ini, tetap kok berpedoman pada Federal Trade Commission (FTC), yang mengeluarkan panduan pemasaran produk yang membutuhkan catatan atau klaim penting pada produk tertentu.
*Artikel ini adaptasi dari www.realsimple.com
Share Article-Panggil saya Thatha.

I’m a mother of my son – Jordy. And the precious one for my spouse.
Menjadi ibu dan isteri adalah komitmen terindah dan proses pembelajaran seumur hidup. Menjadi working mom adalah pilihan dan usaha atas asa yang membumbung tinggi. Menjadi jurnalis dan penulis adalah panggilan hati, saat deretan kata menjadi media doa.

Simbol recycle merupakan salah satu hal yang penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan berbagai macam produk yang memiliki simbol recycle. Namun, tahukah kita arti dari simbol-simbol tersebut? Apa fungsi dan manfaatnya bagi keselamatan pengguna?

Salah satu simbol recycle yang sering kita temui adalah simbol Mobius Loop. Simbol ini menandakan bahwa sebuah objek dapat didaur ulang. Diciptakan oleh Gary Anderson, seorang mahasiswa dari Universitas Southern California, simbol ini digunakan untuk menghormati Hari Bumi pertama yang diadakan pada tahun 1970. Simbol Mobius Loop memiliki bentuk lingkaran dengan tiga panah yang saling terhubung. Panah tersebut melambangkan aliran siklus daur ulang yang terus berputar.

Selain itu, ada juga simbol recycle lainnya yang menunjukkan bahwa sebuah benda dapat didaur ulang. Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua bagian dari benda tersebut dapat didaur ulang. Misalnya, pada botol kemasan, tutupnya mungkin tidak dapat didaur ulang. Jika simbol recycle memiliki panah berwarna hitam dengan latar belakang putih, hal ini menandakan bahwa produk tersebut terbuat dari kombinasi bahan baku baru dan bekas. Sebaliknya, jika panah berwarna putih dan latar belakangnya hitam, produk tersebut dapat didaur ulang secara keseluruhan.

Baca Juga:  Ini Dia Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu Hamil di Trimester Tiga

Selain simbol recycle, ada juga simbol lain yang sering kita temui pada kemasan produk, yaitu simbol lingkaran segitiga dengan bentuk panah dan angka di tengahnya. Angka tersebut menunjukkan kategori spesifik dan metode pembuangan yang tepat untuk produk tersebut. Misalnya, angka 1 menunjukkan bahwa produk tersebut terbuat dari polyethylene terephalates, yang merupakan jenis plastik yang paling jernih. Contohnya adalah botol bekas air mineral, minuman bersoda, saus tomat, dan sejenisnya. Sementara itu, tutup botol mungkin tergolong dalam kategori polipropilena (level 5). Semakin tinggi level angka pada simbol tersebut, semakin tidak direkomendasikan untuk digunakan kembali. Produk dengan level 1 hanya disarankan untuk satu kali pemakaian.

Selain simbol-simbol umum recycle yang telah disebutkan di atas, ada juga simbol-simbol recycle yang khusus digunakan oleh industri tertentu. Misalnya, organisasi seperti Electronic Recyclers International dan Recycled Paperboard Alliance memiliki simbol recycle sendiri yang digunakan pada produk-produk mereka. Namun, perusahaan-perusahaan ini tetap mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Federal Trade Commission (FTC), yang berfungsi untuk mengatur pemasaran produk yang membutuhkan catatan atau klaim penting.

Dalam era yang semakin sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan, simbol-simbol recycle memiliki peran yang sangat penting. Dengan mempelajari dan memahami simbol-simbol tersebut, kita dapat menjadi pengguna yang lebih bertanggung jawab dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, penggunaan produk yang dapat didaur ulang juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan mengurangi penggunaan bahan baku baru.

Tren go green yang sedang berkembang saat ini juga turut mempengaruhi penggunaan simbol recycle. Banyak restoran dan tempat makan mulai menggunakan bungkus makanan yang terbuat dari kertas tebal dan dapat didaur ulang secara alami. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan seperti styrofoam yang sulit didaur ulang dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

Baca Juga:  Mengenali Gaya Belajar Anak: Visual, Auditori atau Kinestetik?

Dalam hal ini, simbol recycle juga berperan penting dalam memberikan informasi kepada konsumen mengenai keberlanjutan dan ramah lingkungan dari produk yang mereka beli. Dengan melihat simbol recycle pada kemasan, konsumen dapat dengan mudah mengetahui apakah produk tersebut dapat didaur ulang atau tidak. Hal ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih produk yang ramah lingkungan.

Dalam upaya pelestarian lingkungan, kita juga perlu memperhatikan metode pembuangan yang tepat untuk produk-produk yang tidak dapat didaur ulang. Misalnya, produk elektronik seperti handphone, komputer, dan televisi, tidak boleh dibuang begitu saja. Sebagai pengguna yang bertanggung jawab, kita perlu mencari tempat pengolahan limbah elektronik yang dapat mendaur ulang komponen-komponen dalam produk tersebut.

Dalam hal ini, simbol-simbol recycle yang digunakan oleh industri elektronik dapat menjadi pedoman bagi kita dalam memilih produk yang ramah lingkungan. Dengan memilih produk yang memiliki simbol recycle dari organisasi seperti Electronic Recyclers International, kita dapat memastikan bahwa produk tersebut telah melalui proses daur ulang yang tepat dan aman bagi lingkungan.

Dalam kesimpulan, simbol-simbol recycle memiliki arti dan fungsi yang penting bagi keselamatan pengguna dan pelestarian lingkungan. Dengan mempelajari dan memahami simbol-simbol tersebut, kita dapat menjadi pengguna yang lebih bertanggung jawab dan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, dengan memilih produk yang dapat didaur ulang, kita juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan mengurangi penggunaan bahan baku baru. Oleh karena itu, mari kita semua menjadi pengguna yang lebih sadar akan pentingnya simbol-simbol recycle dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com