Ciri-ciri Bawaan Hamil Bayi Perempuan, Mitos atau Fakta?

Ciri-ciri Bawaan Hamil Bayi Perempuan, Mitos atau Fakta?

Bawaan hamil bayi perempuan selama ini sering dianggap berbeda dengan ciri-ciri bawaan hamil anak laki-laki di trimester pertama. Misalnya saja, ketika hamil bayi perempuan bisa terlihat mulai dari bentuk perut hingga morning sickness yang muncul lebih sering.

Namun, apakah anggapan tentang bawaan hamil bayi perempuan tersebut memang terbukti secara ilmiah? Atau justru hanya mitos belaka? Simak informasi terkait bawaan hamil bayi perempuan yang sesuai fakta maupun tidak dalam pembahasan berikut ini, ya Bu.

Ciri-ciri Bawaan Hamil Bayi Perempuan, Mitos atau Fakta?

Sejak dulu hingga saat ini, banyak anggapan seputar ciri-ciri bawaan hamil bayi perempuan yang masih dipercaya. Untuk mengetahui fakta di baliknya, berikut ini beberapa mitos seputar bawaan hamil bayi perempuan:

Morning sickness muncul lebih sering
Morning sickness sering dikaitkan sebagai salah satu bawaan hamil bayi perempuan. Padahal, morning sickness yang dialami oleh setiap Bunda hamil pasti berbeda.

Ada pula Bunda yang hamil bayi laki-laki justru mengalami morning sickness lebih parah dibandingkan Bunda yang hamil bayi perempuan.

Bentuk perut lebih menonjol
Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang membahas mengenai bentuk perut hamil perempuan. Perlu Bunda pahami bahwa bentuk perut Bunda hamil bisa dipengaruhi oleh berat badan Bunda, posisi dan ukuran bayi, bentuk rahim, dan seberapa kencang otot perut.

Jantung bayi berdetak lebih cepat
Salah satu mitos menyatakan bahwa janin dengan detak jantung kurang dari 140 bpm adalah laki-laki, sedangkan janin perempuan memiliki detak jantung yang lebih cepat.

Sebenarnya hal ini tidak bisa dikatakan sebagai ciri-ciri bawaan hamil bayi perempuan maupun bayi laki-laki, Bu. Detak jantung si Kecil akan mulai berdetak sekitar usia kehamilan 6 minggu.

Menurut American Pregnancy Association, denyut jantung janin berada di kisaran 140 dan 170 denyut per menit (bpm) pada minggu ke 9. Namun, penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung janin laki-laki dan perempuan di awal kehamilan.

Muncul jerawat
Sejauh ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa jerawat merupakan bagian dari hormon bawaan hamil bayi perempuan menyebabkan kulit Bunda lebih berjerawat. Justru kondisi kulit dipengaruhi oleh hormon, kesehatan, dan kebiasaan Bunda merawat diri.

Baca Juga:  Mengatasi si Kecil yang Suka Berakting Berlebihan

Lebih sering mengidam makanan manis
Hingga kini tidak ada penelitian yang menyebutkan bahwa bawaan hamil bayi perempuan menyebabkan Bunda jadi ngidam makanan manis. Selama kehamilan, selera makan Bunda bisa berubah akibat faktor hormon yang memengaruhi indra pengecapnya.

Warna urine lebih cerah
Padahal, warna urine Bunda bukan jadi pertanda bawaan hamil bayi perempuan. Sebab warna urine dipengaruhi oleh hidrasi, infeksi, vitamin, atau diet yang dilakukan Bunda hamil.

Kulit Bunda berwarna lebih gelap
Mitos yang kerap kali menunjukkan perbedaan bawaan hamil bayi perempuan dan laki-laki adalah tingkat kecerahan kulit. Jika kulit Bunda terkesan lebih gelap, banyak yang menyatakan bahwa janin yang dikandung kemungkinan tumbuh sebagai anak laki-laki.

Meskipun begitu, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang bisa membuktikan apakah kondisi tersebut mempengaruhi jenis kelamin bayi. Terkait perubahan pada tingkat kecerahan kulit, umumnya terjadi berkat adanya peningkatan volume darah dan juga hormon HCG.

Dari mitos-mitos di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri bawaan hamil bayi perempuan tidak bisa sepenuhnya terlihat secara kasat mata atau dirasakan secara langsung oleh Bunda.

Pada beberapa kondisi, banyak pula Bunda hamil bayi perempuan yang justru tidak merasakan kondisi-kondisi di atas. Sampai saat ini pun belum ada penelitian yang menunjukkan kondisi tersebut merupakan ciri-ciri hamil bayi perempuan.

Lantas, bagaimana caranya Bunda mengetahui ciri hamil anak perempuan yang akurat? I Bunda bisa melakukan pemeriksaan medis untuk memprediksi jenis kelamin janin sejak minggu ke-10 kehamilan.

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi yang Lebih Akurat

Daripada percaya dengan mitos-mitos seputar bawaan hamil bayi perempuan di atas, sebaiknya Bunda memahami bagaimana cara mengetahui jenis kelamin yang lebih akurat dengan cara-cara berikut ini:

Ultrasonografi (USG)
Berbeda dengan mitos bawaan hamil bayi perempuan, ultrasonografi (USG) menjadi salah satu tes kehamilan yang sedikit lebih akurat dan bisa Bunda lakukan saat usia kehamilan sekitar 18-21 minggu.Ultrasonografi (USG) adalah tes prenatal rutin yang dilakukan dengan cara memindai perut Bunda hamil menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan janin.USG untuk mendeteksi jenis kelamin bayi paling cepat bisa dilakukan pada minggu ke-14. Hasil USG akan lebih akurat pada minggu tersebut karena jenis kelamin bayi belum bisa dibedakan di bawah usia kehamilan 14 minggu.Meski demikian, tes ini bisa saja tidak 100% akurat jika bayi berada dalam posisi yang sulit untuk dilihat dengan jelas alat kelaminnya. Selain itu, akurasi USG untuk mendeteksi jenis kelamin juga bisa saja berkurang jika Bunda hamil kembar atau Bunda mengalami obesitas.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Konsultasi Psikolog Gratis untuk Bantu Kesehatan Mental

Non-Invasive Prenatal Test (NIPT)
Karena bawaan hamil bayi perempuan maupun laki-laki sebenarnya tidak ada. Maka dari itu, Bunda perlu mengetahui jenis kelamin bayi dengan bantuan dokter.Salah satunya dengan melakukan tes Non-Invasive Prenatal Test (NIPT). NIPT adalah tes darah untuk mendeteksi kelainan kromosom saat kehamilan memasuki usia 10 minggu.Penelitian dari Journal of American Medical Association menemukan bahwa tes NIPT memiliki tingkat akurasi sebesar 95-99% untuk menentukan jenis kelamin bayi dalam kandungan.Tes NIPT dipercaya lebih akurat dalam mendeteksi bayi laki-laki lho, Bu. Hal ini karena normalnya laki-laki memiliki kromosom XY. Sebab, bila sampel darah kekurangan kromosom Y, berarti Bunda tidak sedang hamil bayi laki-laki.

Amniocentesis
Amniocentesis merupakan tes yang dapat membantu mendeteksi masalah pada perkembangan janin sekaligus mendeteksi jenis kelamin bayi dengan cara mengumpulkan sedikit cairan ketuban yang mengandung sel-sel yang menunjukkan kelainan.Biasanya dokter akan merekomendasikan tes ini jika USG mendeteksi adanya kelainan pada janin, jika Bunda hamil berusia lebih dari 35 tahun saat melahirkan, atau jika Bunda memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kromosom.Jika Bunda ingin melakukan Tes Amniocentesis, tes ini biasanya dapat dilakukan saat kehamilan berusia sekitar 15-18 minggu.

Chorionic villus sampling (CVS)
Chorionic Villus Sampling (CVS) adalah salah satu tes genetik yang dilakukan untuk mendeteksi kelainan genetik atau kromosom pada janin. Tes CVS dilakukan dengan mengambil sampel vilus korionik, yaitu jenis jaringan pada plasenta.Tes ini dapat menunjukkan informasi genetik tentang janin, sehingga Bunda juga dapat mengetahui jenis kelamin buah hati. Biasanya tes CVS bisa dilakukan saat kehamilan berusia sekitar 10-12 minggu.Namun, tes CVS tidak bisa dilakukan sembarangan ya, Bu. Dokter biasanya akan merekomendasikan Bunda untuk melakukan tes CVS jika berusia di atas 35 tahun saat melahirkan atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom.Meskipun CVS termasuk tes yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi, akan tetapi tes ini memiliki beberapa risiko yang bisa dialami oleh Bunda, seperti kram, pendarahan, bocor ketuban, dan lainnya.Oleh karena itu, pemeriksaan seputar kehamilan perlu dikonsultasikan sejak awal dengan dokter kandungan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan ya, Bu.

Baca Juga:  Jaga Alat Kelamin Bayi agar Tetap Bersih, Yuk!

Berbicara mengenai bawaan hamil bayi perempuan maupun bayi laki-laki, serta cara mengetahui jenis kelamin buah hati, sebaiknya Bunda perlu menjaga kesehatan diri sendiri dan janin sejak trimester awal.

Apapun jenis kelaminnya, Bunda tetap harus memenuhi asupan nutrisi yang tepat agar tumbuh kembang bayi lebih optimal. Selama kehamilan, Bunda memerlukan tambahan energi, protein dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak janin, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode kehamilan.

Dengan menjaga kesehatan dan pemeriksaan rutin ke dokter, Bunda dapat memastikan bahwa janin dalam kandungan tumbuh dengan sehat. Jika ada kekhawatiran atau pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi Bunda dan janin. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai ciri-ciri bawaan hamil bayi perempuan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com