5 Pertanyaan Seputar Persalinan Normal


Persalinan normal adalah proses alami yang dialami oleh seorang ibu untuk melahirkan bayinya. Meskipun sudah banyak informasi yang tersedia tentang persalinan normal, masih banyak pertanyaan yang sering muncul di benak ibu hamil. Beberapa pertanyaan tersebut adalah tentang rasa sakit yang akan dirasakan, robeknya vagina, cara meminimalisir jahitan, kapan bisa melakukan hubungan intim setelah persalinan, dan apakah akan mengeluarkan kotoran saat mengejan.

Pertanyaan pertama yang sering muncul adalah tentang rasa sakit yang akan dirasakan saat melahirkan. Setiap ibu memiliki tingkat kepekaan yang berbeda terhadap rasa sakit. Beberapa ibu bisa melalui proses persalinan tanpa hambatan rasa sakit yang berarti, sedangkan yang lain mengalami intensitas rasa sakit yang lebih berat dan memerlukan bantuan obat untuk meredakannya.

Pada umumnya, rasa sakit persalinan seperti nyeri menstruasi atau rasa mulas akibat diare, kram perut, dan lain-lain. Setiap ibu bisa memiliki deskripsi yang berbeda tentang rasa sakit yang dirasakan. Namun, ada juga yang menggambarkan rasa sakit persalinan seperti dorongan kuat yang mirip dengan keinginan untuk pergi ke toilet.

Bagi ibu hamil yang cemas dengan rasa sakit yang akan dirasakan, ada beberapa teknik yang bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman ini. Salah satunya adalah menggunakan teknik pernapasan atau meditasi. Ada juga metode pemakaian epidural yang bisa membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan. Namun, pemakaian epidural juga memiliki plus dan minus yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Pertanyaan selanjutnya adalah tentang robeknya vagina saat persalinan normal. Hal ini seringkali menjadi kekhawatiran bagi ibu hamil karena kedengarannya seram. Namun, sebenarnya vagina akan meregang semaksimal mungkin untuk memungkinkan bayi keluar dari rahim ibunya. Terkadang, peregangan vagina tidak cukup lebar sehingga bisa mengakibatkan robekan di daerah perineum (antara vagina dan anus).

Baca Juga:  Aneka Teh untuk Atasi Mual saat Hamil

Untuk mengantisipasi terjadinya robekan, dokter biasanya akan melakukan episiotomi. Episiotomi adalah proses membuat sayatan pada daerah perineum untuk mempermudah proses persalinan dan pemulihan setelahnya. Dengan episiotomi, robekan yang terjadi akan lebih rapi sehingga lebih mudah dijahit kembali dan proses pemulihan pun berlangsung lebih singkat.

Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir jahitan dalam persalinan normal. Salah satunya adalah dengan melakukan pijatan di area perineum sejak trimester ketiga kehamilan. Pijatan ini berguna untuk meningkatkan elastisitas otot-otot di area perineum sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya episiotomi. Selain pijat, melakukan senam hamil, yoga, dan latihan kegel juga dapat membantu memperkuat otot-otot panggul dan perineum.

Pertanyaan berikutnya adalah tentang kapan bisa mulai melakukan hubungan intim setelah persalinan dan apakah jahitan akan mengganggu proses penetrasi. Menurut sebuah survey International Obstetric and Gynaecology Journal, sekitar 41% perempuan mulai aktif secara seksual dalam tempo 6 minggu pasca persalinan normal. Setelah 12 minggu, jumlahnya meningkat menjadi 78%. Jeda waktu 6 minggu ini sesuai dengan yang umumnya disarankan oleh dokter dan bidan kepada para perempuan yang baru melahirkan.

Jeda waktu tersebut tidak hanya memberikan waktu penyembuhan secara fisik, terutama pada jahitan perineum, tetapi juga diperlukan untuk memulihkan kondisi psikis ibu yang baru melahirkan. Meskipun begitu, tidak sedikit perempuan yang mengalami rasa sakit dan kaku saat melakukan penetrasi untuk pertama kali pasca persalinan. Hal ini wajar mengingat otot vagina masih dalam tahap pemulihan setelah melahirkan.

Pertanyaan terakhir yang sering muncul adalah apakah akan mengeluarkan kotoran saat mengejan saat persalinan normal. BAB bersamaan dengan pengeluaran bayi adalah proses yang normal terjadi dalam persalinan normal. Hal ini disebabkan oleh otot yang digunakan untuk mengeluarkan bayi adalah otot serupa yang juga digunakan saat BAB. Selain itu, bobot tubuh bayi saat keluar juga akan menekan usus dan rektum sehingga mendorong pengeluaran feses.

Baca Juga:  Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Anak Agar Prima, Catat Yuk!

Namun, ibu hamil tidak perlu khawatir karena menjelang persalinan biasanya akan merasakan dorongan untuk BAB. Selama tidak ada kondisi yang mewajibkan ibu hamil berbaring di tempat tidur, maka ibu hamil boleh pergi ke toilet saat merasakan dorongan untuk BAB. Beberapa rumah sakit juga memberlakukan prosedur enema menjelang persalinan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Dalam menghadapi persalinan normal, wajar jika ibu hamil memiliki banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Namun, penting bagi ibu hamil untuk tetap tenang dan mencari informasi yang akurat serta berkonsultasi dengan tenaga medis yang berkompeten. Persalinan normal adalah proses alami yang telah dilalui oleh banyak ibu sebelumnya, dan dengan persiapan yang baik, ibu hamil dapat menghadapinya dengan lebih percaya diri.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com