5 Contoh Surat Resign, dengan Alasan Pindah Kerja hingga Kuliah Lagi


Ingin resign tapi bingung bagaimana cara membuat atau menulis suratnya? Ini beberapa contoh surat resign dengan berbagai alasan yang bisa jadi panduan.

Sudah menjadi fenomena umum banyak karyawan yang resign dari kantor setelah lebaran Idul Fitri. Selain itu, pada sebagian orang yang sudah bekerja di perusahaan selama bertahun-tahun bisa jadi berencana pindah kerja atau bahkan membuat usahanya sendiri.

Sebelum resign, ada hal penting yang harus dilakukan selain mempersiapkan rencana selanjutnya yaitu membuat surat resign. Menulis surat resign dianggap tidak mudah pada sebagian orang. Biasanya karena bingung memilih kata-kata dan merangkai kalimat yang tepat agar maksud yang diinginkan bisa tersampaikan dengan baik dan bisa meninggalkan kesan yang baik juga kepada para atasan dan HRD.

Ada juga aturan yang perlu diperhatikan sebelum menulis surat resign. Berdasarkan aturan pemerintah dalam UU Pasal 26 Ayat 2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja mengenai syarat pengunduran diri dari tempat kerja yaitu, “Pekerja atau buruh mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis dengan disertai alasannya selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri…”

Jika Bunda berencana resign dari kantor atau perusahaan saat ini, segera siapkan surat resign. Ini beberapa contoh surat resign pekerja kantoran atau karyawan dengan berbagai alasan berbeda.

Contoh Surat Resign

1. Contoh surat resign dengan alasan pindah ke perusahaan lain

Jakarta, 16 April 2023
Kepada Yth,
(Nama HRD/Atasan langsung)
(Jabatannya)
di (alamat perusahaan)

Dengan hormat,
Saya, (nama Anda), dengan ini menyampaikan pengunduran diri dari jabatan saya sebagai (posisi Anda) di perusahaan ini. Saya ingin memberitahukan bahwa alasan saya mengundurkan diri karena saya telah menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan lain yang dapat membantu saya mencapai tujuan karier dengan lebih baik.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda dan seluruh tim atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk belajar dan berkembang selama bekerja di perusahaan ini. Saya juga siap membantu dalam proses transisi agar perusahaan dapat tetap berjalan dengan lancar.

Baca Juga:  7 Tanda Hamil 1 Minggu yang Sering Ibu Tidak Sadari

Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih dan saya berharap hubungan baik antara saya dan perusahaan ini dapat terus terjalin.

Hormat saya,
(Nama Anda)

2. Contoh surat resign dengan alasan keluarga

Jakarta, 16 April 2023
Kepada Yth,
(Nama HRD/Atasan langsung)
(Jabatannya)
di (alamat perusahaan)

Dengan hormat,
Saya, (nama Anda), dengan ini menyampaikan pengunduran diri dari jabatan saya sebagai (posisi Anda) di perusahaan ini. Saya ingin memberitahukan bahwa alasan saya mengundurkan diri karena ada masalah keluarga yang membutuhkan perhatian saya.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda dan seluruh tim atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk belajar dan berkembang selama bekerja di perusahaan ini. Saya juga siap membantu dalam proses transisi agar perusahaan dapat tetap berjalan dengan lancar.

Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih dan saya berharap hubungan baik antara saya dan perusahaan ini dapat terjalin selamanya.

Hormat saya,
(Nama Anda)

Untuk contoh surat resign dengan alasan lainnya, Bunda bisa baca dengan klik di sini, ya!

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Budaya Cuti Diganggu Kerjaan Harus Dihentikan

Setelah mengetahui contoh-contoh surat resign di atas, Bunda mungkin masih bingung tentang bagaimana cara menulis surat resign yang baik dan benar. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Bunda ikuti dalam menulis surat resign:

1. Sampaikan niat resign dengan jelas
Dalam surat resign, Bunda perlu menjelaskan dengan jelas bahwa niat kita adalah untuk mengundurkan diri dari jabatan yang saat ini diemban. Hal ini penting agar atasan dan HRD memahami bahwa kita benar-benar ingin resign dan bukan hanya sekedar mencari perhatian.

2. Sampaikan alasan resign dengan jujur
Dalam surat resign, Bunda perlu menyampaikan alasan kita untuk resign dengan jujur. Misalnya, jika kita ingin pindah ke perusahaan lain karena ada kesempatan yang lebih baik atau jika ada masalah keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dari kita. Jujurlah dalam menyampaikan alasan resign agar atasan dan HRD dapat memahami situasi kita.

Baca Juga:  Selulit Menyerbu Sehabis Melahirkan? Atasi dengan Cara Ini!

3. Sampaikan apresiasi kepada perusahaan
Dalam surat resign, Bunda perlu menyampaikan rasa terima kasih kepada perusahaan atas kesempatan yang telah diberikan kepada kita untuk belajar dan berkembang. Sampaikan juga apresiasi kepada atasan dan rekan kerja atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan selama kita bekerja di perusahaan tersebut.

4. Tawarkan bantuan dalam proses transisi
Dalam surat resign, Bunda perlu menawarkan bantuan kepada perusahaan dalam proses transisi. Misalnya, kita bisa menawarkan untuk melatih atau mengajarkan tugas-tugas kita kepada pengganti kita agar perusahaan dapat tetap berjalan dengan lancar setelah kita resign. Hal ini akan meninggalkan kesan positif kepada atasan dan HRD.

5. Sampaikan harapan baik untuk hubungan di masa depan
Dalam surat resign, Bunda perlu menyampaikan harapan baik untuk hubungan di masa depan antara kita dan perusahaan. Misalnya, kita bisa berharap agar hubungan baik yang telah terjalin selama kita bekerja di perusahaan tersebut tetap terjaga meskipun kita sudah tidak bekerja di sana lagi. Hal ini akan meninggalkan kesan positif dan membuka peluang kerjasama di masa depan.

Dalam menulis surat resign, Bunda perlu mengikuti format yang benar. Berikut ini adalah format umum yang bisa Bunda ikuti:

1. Nama dan alamat perusahaan
Tuliskan nama dan alamat perusahaan di bagian atas surat resign.

2. Nama dan jabatan atasan langsung
Tuliskan nama dan jabatan atasan langsung Bunda di bawah nama dan alamat perusahaan.

3. Tanggal penulisan surat resign
Tuliskan tanggal penulisan surat resign di bagian atas surat.

4. Pembukaan surat
Mulailah surat dengan salam pembuka yang sopan, misalnya “Dengan hormat,”.

5. Pernyataan pengunduran diri
Sampaikan niat resign Bunda dengan jelas dan singkat. Misalnya, “Saya, (nama Anda), dengan ini menyampaikan pengunduran diri dari jabatan saya sebagai (posisi Anda) di perusahaan ini.”

Baca Juga:  5 Rekomendasi Shampoo Korea yang Terkenal Bisa Mengurangi Rambut Rontok!

6. Sampaikan alasan resign
Jelaskan alasan Bunda untuk resign dengan jujur dan singkat. Misalnya, “Saya ingin memberitahukan bahwa alasan saya mengundurkan diri karena (jelaskan alasan resign Anda).”

7. Ucapan terima kasih
Sampaikan rasa terima kasih Bunda kepada perusahaan, atasan, dan rekan kerja atas kesempatan, dukungan, dan kerjasama yang telah diberikan selama bekerja di perusahaan tersebut.

8. Tawarkan bantuan dalam proses transisi
Tawarkan bantuan kepada perusahaan dalam proses transisi agar perusahaan dapat tetap berjalan dengan lancar setelah Bunda resign. Misalnya, tawarkan untuk melatih atau mengajarkan tugas-tugas kepada pengganti Bunda.

9. Harapan baik untuk hubungan di masa depan
Sampaikan harapan Bunda agar hubungan baik yang telah terjalin selama bekerja di perusahaan tersebut dapat tetap terjaga di masa depan.

10. Penutup surat
Tutup surat dengan salam penutup yang sopan, misalnya “Hormat saya,”.

11. Tanda tangan dan nama lengkap
Tandatangani surat resign dan tuliskan nama lengkap Bunda di bawah salam penutup.

12. Lampiran
Jika diperlukan, Bunda bisa menyertakan lampiran-lampiran yang mendukung surat resign, seperti surat pengunduran diri yang lebih rinci atau dokumen-dokumen terkait lainnya.

Demikianlah contoh-contoh surat resign dan tips dalam menulis surat resign. Semoga dapat membantu Bunda dalam menyampaikan niat resign dengan baik dan benar. Jika masih ada pertanyaan atau kesulitan dalam menulis surat resign, Bunda dapat berkonsultasi dengan atasan atau HRD untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com