Kenali 7 Manfaat Tauge untuk Kesehatan Balita

Kenali 7 Manfaat Tauge untuk Kesehatan Balita

Di balik bentuknya yang kecil, manfaat tauge ternyata ada banyak untuk kesehatan balita karena kandungan berbagai vitamin serta zat gizinya.

Meningkatkan Pertumbuhan Sistem Saraf

Salah satu manfaat tauge yang paling bermanfaat untuk kesehatan balita adalah Vitamin B Kompleks yang terkandung di dalamnya. Ternyata, kandungan Vitamin B dalam tauge mampu membantu membentuk saraf-saraf dalam otak si Kecil, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih optimal. Selain itu, Vitamin B pada manfaat tauge juga dapat melancarkan proses metabolisme dalam tubuh yang berdampak positif pada pencernaan, yaitu membantu penyerapan sari-sari makanan lebih maksimal.

Meningkatkan Kinerja Otak

Sebagai salah satu pelengkap gizi seimbang pada balita, manfaat tauge merupakan makanan dengan kandungan Asam Lemak Omega-3 yang melimpah. Si Kecil yang kini masih dalam masa pertumbuhan, biasanya cenderung lebih cepat menyerap Asam Lemak baik ini, sehingga pertumbuhan dan perkembangan otaknya jadi lebih maksimal. Dengan begitu, ia jadi lebih cepat dalam belajar dan menyerap hal baru. Jika terus dikonsumsi, maka kemungkinan besar ia akan berprestasi saat sudah memasuki usia sekolah.

Merangsang Pertumbuhan Rambut

Berkat adanya kandungan Vitamin A yang tinggi, manfaat tauge bagi balita akan merangsang folikel (struktur kulit di mana rambut akan tumbuh) rambut si Kecil agar rambut tumbuh dengan lebat dan terhindar dari kerontokan. Selain itu, Omega-3 yang terkandung di dalam manfaat tauge juga mampu menutrisi folikel rambut agar terlihat lebih berkilau. Rambut anak sehat bisa jadi salah satu ciri perkembangan balita yang sehat.

Tak hanya itu, manfaat tauge juga mengandung Seng, yakni mineral yang dapat merangsang produksi sebum (zat berminyak yang terdiri dari lemak dan keratin pada permukaan kulit) di kulit kepala. Sebum ini nantinya akan menghidrasi kulit kepala, akar, dan helai rambut serta menjadikan rambut lebih lebat dan berkilau.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Tahukah Bunda? Manfaat tauge berikut hadir karena memiliki Antioksidan yang mampu secara efektif menangkal radikal bebas dari lingkungan sekitar. Senyawa yang bernama Saponin dipercaya mampu meningkatkan imunitas si Kecil dengan menstimulasi hormon interferon dan sel limfosit sehingga daya tahan tubuhnya semakin kuat. Di samping itu, kandungan Vitamin C yang ada di dalam tauge juga baik untuk menjaga kesehatan si Kecil ketika ia sedang sakit.

Baca Juga:  Lima Alasan Mengapa Perempuan Terlalu Keras terhadap Diri Sendiri

Melancarkan Buang Air Besar

Manfaat tauge juga baik untuk pencernaan si Kecil, Bu. Kandungan serat dan air yang ada di dalam tauge mampu mendorong kotoran yang ada dalam usus sehingga si Kecil dapat buang air besar dengan lebih lancar. Tak hanya itu, racun-racun serta zat radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh juga akan terdorong keluar. Proses pencernaan yang baik tentunya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil yang optimal juga, Bu.

Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah

Manfaat tauge selanjutnya seperti yang dirilis National Center for Biotechnology Information, dikatakan bahwa mengonsumsi tauge secara rutin bisa membantu mengendalikan kadar gula darah untuk balita. Manfaat tauge ini hadir berkat kandungan tinggi antioksidan jenis sulforaphane yang bisa menurunkan tingkat hemoglobin A1c yang berhubungan dengan pengendalian gula darah.

Kaya nutrisi

Manfaat tauge selanjutnya adalah kaya akan protein, folat, magnesium, fosfor, mangan, vitamin C, dan juga vitamin K. Selain itu, protein dalam tauge juga lebih mudah dicerna karena kandungan antinutrient yang menghambat tubuh dalam menyerap nutrisi sudah berkurang hingga 87%.

Cara Memilih & Mengolah Tauge yang Benar

Meski manfaat tauge diketahui ada banyak, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi dan memberikan manfaat tauge untuk anak. Umumnya tauge yang dijual di pasaran, memiliki kemungkinan mengandung bakteri Salmonella. Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi, yang menimbulkan gejala sakit perut, diare, sakit kepala, pusing, muntah, dan demam. Selain itu, ada pula risiko toge terkena bakteri E. coli yang juga dapat menyebabkan infeksi.

Kemungkinan hal itu disebabkan pemilihan biji yang kurang higienis, sanitasi yang kurang baik, ataupun terkontaminasi saat proses sprouting atau bertunas. Selain itu, kondisi hangat dan lembab selama proses perubahan kacang menjadi toge juga dapat mendukung perkembangbiakan bakteri.

Baca Juga:  Yuk Membuat Puzzle seru bersama si Kecil!

Supaya mendapatkan manfaat tauge dengan lebih maksimal, Bunda perlu memperhatikan cara memilih dan mengolah tauge yang benar berikut ini:

Pilih tauge yang masih segar dan baru. Ciri tauge yang masih segar adalah memiliki tampilan fisik yang segar, bagian kepala dan ekornya tidak layu, serta teksturnya renyah. Umumnya tauge yang segar sudah mengalami perkecambahan selama 5 hingga 7 hari. Menurut berbagai penelitian, tauge memiliki kandungan nutrisi yang terbanyak jika diolah di hari ke-5 perkecambahannya.

Bersihkan ujung tauge. Jika sudah mendapatkan tauge yang segar, setelah itu Bunda harus membersihkan ujungnya dari kulit biji dan buang ujung ekornya yang kecoklatan. Tujuannya adalah supaya tauge tidak terpapar bakteri dari air maupun udara.

Cuci bersih dan simpan dalam wadah terpisah. Cuci bersih tauge di bawah aliran air, lalu tiriskan. Saat akan mengolahnya, simpan tauge di dalam wadah terpisah. Jangan mencampurnya dengan sayuran ataupun bahan makanan lainnya untuk mencegah kontaminasi.

Masak terlebih dahulu. Mengonsumsi tauge yang masih mentah sudah umum dilakukan masyarakat Indonesia. Namun banyak dokter dan pakar kesehatan kurang menyarankan hal tersebut, sebab tauge merupakan jenis sayuran yang melalui proses perkecambahan, sehingga rentan terpapar bakteri dari pemakaian air yang kurang bersih. Sebaiknya olah tauge terlebih dulu supaya lebih aman saat dikonsumsi.

Sebaiknya diolah dengan cara ditumis. Tauge lebih baik diolah dengan cara ditumis dan sebaiknya tidak diberi tambahan bumbu alami agar rasanya semakin gurih.

Jangan masak terlalu matang. Sama seperti sayuran lainnya, memasak tauge terlalu lama dapat membuat kandungan vitamin di dalamnya jadi rusak sehingga kurang optimal saat dikonsumsi.

Kandungan Gizi di Dalam Tauge

Menurut data dari Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), dalam 100 gram taoge kacang hijau atau mung bean sprout memiliki kandungan nutrisi, antara lain:

Baca Juga:  7 Rekomendasi Vitamin C Untuk Kulit Wajah Usia 40 Tahun ke Atas

Air: 90,4 gram
Kalori: 34 kkal
Protein: 3,7 gram
Lemak: 1,2 gram
Karbohidrat: 4,3 gram
Serat: 1,1 gram
Kalsium: 166 miligram
Fosfor: 74 milligram
Zat besi: 0,8 milligram
Natrium: 19 miligram
Kalium: 93,3 milligram
Tembaga: 0,16 milligram
Seng (Zinc): 0,4 milligram
Beta karoten: 41 mikrogram
Karoten total: 20 mikrogram
Thiamin: 0,09 miligram
Riboflavin: 0,015 miligram
Niacin: 1,1 milligram
Vitamin C: 5 milligram

Sementara per 100 gram taoge kacang kedelai atau soya bean sprout memiliki kandungan nutrisi, antara lain:

Air: 81,0 gram
Kalori: 76 kkal
Protein: 9,0 gram
Lemak: 2,6 gram
Karbohidrat: 6,4 gram
Serat: 0,7 gram
Kalsium: 50 milligram
Fosfor: 65 milligram
Zat besi: 1,0 miligram
Natrium: 5 miligram
Kalium: 212,4 milligram
Tembaga: 0,26 miligram
Seng (Zinc): 0,7 miligram
Beta karoten: 0 mikrogram
Karoten total: 110 mikrogram
Thiamin: 0,23 miligram
Riboflavin: 0,19 miligram
Niacin: 1,2 milligram
Vitamin C: 15 milligram

Itulah tadi beberapa manfaat toge untuk kesehatan balita. Di samping kandungan gizinya yang cukup lengkap, Bunda tetap perlu memperhatikan kebutuhan gizi lainnya di masa pertumbuhan si Kecil saat ini.

Oleh karena itu, lengkapilah kebutuhan nutrisi si Kecil dengan susu pertumbuhan FF Primagro AAE 3+ sebagai pendamping menu makanannya sehari-hari. Kandungan Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, dan nutrisi lain yang ada di dalamnya dapat mendukung kesehatan balita di setiap Momen Wow pertumbuhannya.

Sebab, penelitian dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 Asam Amino Asensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen.

Bagi Bunda yang memiliki pertanyaan atau ingin bertanya seputar anak bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Bunda secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com