Waspadai Serangan Bakteri Listeria saat Hamil

Waspadai Serangan Bakteri Listeria saat Hamil

Pada masa kehamilan, seorang ibu membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan aman untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan bayinya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah serangan bakteri Listeria. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit bernama listeriosis, yang dapat berakibat fatal bagi janin yang sedang dikandung.

Apa itu bakteri Listeria dan bagaimana cara penyebarannya? Listeria monocytogenes adalah bakteri yang tidak membentuk spora dan dapat ditemukan pada beberapa spesies, termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan. Bakteri ini dapat terkontaminasi melalui tanah saat proses panen. Selain itu, bakteri Listeria juga bisa hidup dalam kondisi yang ekstrem, seperti di dalam kulkas.

Jika seorang ibu hamil terinfeksi bakteri Listeria, dapat menyebabkan listeriosis yang berpotensi fatal bagi janin. Beberapa gejala listeriosis antara lain sakit kepala, nyeri otot pada punggung dan leher, demam tinggi, kebingungan, kehilangan keseimbangan, kejang-kejang, mual, dan diare. Gejala ini biasanya muncul sekitar 21 hari setelah infeksi.

Untuk mencegah terjadinya listeriosis, seorang ibu hamil perlu memperhatikan pilihan makanannya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

1. Hindari susu yang belum melalui proses pasteurisasi, terutama susu kambing dan susu domba. Susu yang belum steril dapat menjadi media untuk pertumbuhan bakteri Listeria dalam tubuh.

2. Pastikan daging yang dikonsumsi sudah matang dengan sempurna. Daging hewan mamalia, unggas, dan ikan harus dimasak hingga benar-benar matang. Daging ayam atau sapi yang masih mengeluarkan cairan berwarna merah saat ditekan menandakan bahwa daging tersebut masih belum matang. Sedangkan ikan harus dimasak hingga warna dagingnya memudar.

3. Cuci buah-buahan dengan air mengalir sebelum dikonsumsi. Bakteri Listeria dapat mengontaminasi buah-buahan melalui tanah saat proses panen. Jika ingin membuat jus, pastikan buah yang sudah dikupas juga dicuci terlebih dahulu.

Baca Juga:  5 Pelajaran yang Saya Ambil Saat Anak Sakit

4. Konsumsi telur yang sudah matang, seperti telur rebus atau telur dadar. Hindari makanan yang terbuat dari telur mentah, seperti mayones.

5. Habiskan makanan yang disimpan di dalam kulkas dalam waktu yang singkat. Bakteri Listeria dapat bertahan hidup di dalam kulkas. Jika ingin mengonsumsi makanan yang sudah disimpan di dalam kulkas, sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu.

Selain itu, sebelum hamil, seorang ibu juga perlu waspada terhadap bakteri Listeria. Meskipun efeknya mungkin tidak langsung dirasakan, dampaknya akan terlihat setelah hamil. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan sejak merencanakan kehamilan.

Selama masa kehamilan, seorang ibu perlu menjaga kesehatan diri sendiri dan bayinya dengan mengikuti pola makan yang sehat dan aman. Selain itu, periksakan diri secara rutin ke dokter kandungan untuk memastikan perkembangan janin berjalan dengan baik.

Demikianlah informasi mengenai serangan bakteri Listeria saat hamil. Semoga bermanfaat dan dapat menjaga kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan. Tetaplah waspada dan jaga pola makan yang sehat demi kebaikan diri sendiri dan bayi yang dikandung.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com